Berlabuh

375 43 31
                                        

Keesokan paginya, Johnny dan Taeil berangkat bersama dan lagi-lagi dilirik oleh banyak karyawan lain

Sesampainya di lobi, biasanya Johnny akan meninggalkan Taeil tapi kali ini dia tetap setia berada di samping Taeil sembari mengecek handphonenya

"Hyung, kau ke ruanganmu dulu sana"

"Kenapa?"

"Aku masih ingin mengobrol dengan Winwin"

"Kau lupa ya kalau kau sekarang sekretarisku hm?"

"Ah iya"

Taeil pun segera menandatangani buku absennya dan berpamitan kepada Winwin. Dia pun mengekor di belakang Johnny.

Semua tatapan tertuju pada Taeil dan membuat Taeil menundukan kepalanya karna merasa takut diawasi oleh banyak pasang mata

Johnny berhenti dengan tiba-tiba yang membuat Taeil menabrak punggung lebar itu dan seketika ia menanyakan kenapa ia berhenti tiba-tiba padahal belum sampai di ruangannya

"Apa yang kau lakukan disini?" ucap Johnny kepada pria di depannya

"Maafkan aku sayang" ucap pria itu yang ternyata adalah Ten

Taeil yang sedari tadi bersembunyi dibalik badan Johnny pun ditarik paksa agar memperlihatkan wajahnya

"Kau tidak lihat ha? Aku sudah punya sekretaris baru" ucap Johnny sambil memegang lengan Taeil 

"J-jadi dia sekretarismu yang baru?"

"Iya, kenapa?"

"Dia kan belum ada satu minggu bekerja disini,  dan dia juga hanya lulusan SMA"

"Kau tidak ingat dengan kriteriaku memilih sekretaris ya?"

"A-apa maksudmu dia juga calon pendampingmu nanti?"

Taeil ingin membantahnya namun genggaman Johnny semakin erat dan membuat Taeil terdiam kembali

"Ya, dia akan jadi pendampingku kelak. Jadi jangan pernah ganggu kami lagi"

"Tapi nyonya besar Seo tidak akan setuju dengan pilihanmu ini. Dia hanya menyukaiku"

"Cepat atau lambat, ibuku akan menghargai pilihanku ini"

"Dasar jalang!" 

PLAK

Ten menampar pipi Taeil dengan kencang hingga membekas kemerahan di pipi chubbynya. Taeil mengaduh dan memegang pipinya yang saat ini terasa sangat perih. Johnny yang melihat pun tak tinggal diam, dia menampar balik mantan kekasihnya itu hingga terjatuh juga

"Apa-apaan kau ini Ten Lee! Kau itu sudah mantan ku dan itu semua akibat perilakumu sendiri!"

"T-tapi kenapa penggantiku adalah dia! Aku tidak terima ini!"

"Terserah kau saja, ini hidupku dan hanya aku yang berhak mengaturnya! Jangan ikut campur lagi dan silahkan keluar dari gedung ini!"

Ten yang pasrah akhirnya meninggalkan gedung milik Johnny dan keluarganya itu. Johnny melihat Taeil yang masih memegang pipinya dan mengajaknya untuk segera masuk ke ruangan Johnny

"Duduklah, aku akan mengobatinya"

"Tak usah hyung, ini pasti akan sembuh dengan sendirinya kok, aku sudah terbiasa dapat tamparan dan pukulan"

"Bagaimana bisa kau ditampar dan dipukul?"

"Entahlah hyung, dulu setiap hari pasti ada saja preman yang selalu datang ke rumahku untuk menagih hutang ayahku, mereka akan mencari ayahku ke semua sudut rumah padahal ayahku sudah tiada dan berakhir menamparku bahkan memukulku"

It's Destiny | JOHNILTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang