Sesampainya didepan rumah Rhena. Rhena pun turun dari motor Adelard dan mengembalikan jaket jeans Adelard.
" Hm, kak makasih ya udah anter pulang Rhena. Sekali lagi makasih ya kak " ucap Rhena saat sudah turun dari motor dan mengembalikan jaket jeans Adelard.
Adelard mengangguk pelan sembari tersenyum dengan mengambil jaketnya dari tangan Rhena, " Iya sama-sama. Jangan lupa buat istirahat yaa " jawab Adelard.
" I-iya kak " ucap Rhena dengan wajah yang sudah memerah karna malu.
Adelard yang melihat Rhena tersenyum malu pun mengembangkan senyuman maut nya. Yang membuat Rhena semakin membeku dan hatinya sudah menjerit-jerit.
" Kamu kalau malu lucu banget sihh " ucap Adelard sembari mencubit pelan pipi Rhena.
" K-kak jangan cubit pipi nya nanti ngembung " jawab Rhena dengan wajah semakin memerah karna menahan malu sedari tadi.
" Ish, tuh kan makin lucu tau gak? " ucap Adelard sembari mencubit kembali kedua pipi Rhena. Rhena pun sedikit membelalakkan matanya karna terkejut.
Sungguh, hati Rhena kini sudah menjerit-jerit karna perlakuan Adelard kepadanya. Rhena hanya bisa terdiam karna membeku. Rasanya Rhena ingin berteriak kencang-sekencangnya.
Aduhh kak jangan buat Rhena baper bisa gak sihh??. Batin Rhena dengan nada histeris.
" Kak lepasin ish, sakit tau kalau pipinya dicubit " ucap Rhena sembari melepas cubitan Adelard.
" Heheh, maaf-maaf kelewatan. Habisnya lucu sih " jawab Adelard sembari melepaskan cubitan nya dan beralih mengusap lembut puncak kepala Rhena.
" Hm, kak mau tanya boleh? " tanya Rhena.
" Boleh, mau tanya apa emang? " jawab Adelard sembari mengangguk pelan dan tersenyum tipis.
" Kok aneh ya-- ucapan Rhena terhenti karna Adelard langsung menyambarnya.
" Aneh kenapa? Perasaan gak ada yang aneh " ucap Adelard sembari melihat sekeliling tubuhnya, dari depan, kanan-kiri, dan belakang.
Rhena yang melihat itu pun hanya memasang wajah datarnya. Adelard pun kembali melihat Rhena. Adelard pun langsung memberhentikan kegiatannya itu dan menyengir kuda.
" Ck. Orang lagi ngomong malah dipotong " gumam Rhena dengan nada kesal, dan masih sedikit didengar oleh Adelard.
" Maaf-maaf, yaudah sok tadi mau ngomong apa " ucap Adelard sembari menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
" Bener apa enggak nih? Nanti malah dipotong lagi ngomong nya " jawab Rhena sembari meyakinkan jawaban Adelard.
Adelard mengangguk sembari tersenyum tipis.
" Kok aneh ya, kan katanya mau ada anak baru. Tapi kok seminggu ini belum masuk kesekolah sama sekali? Itu tuh kenapa ya kak? " tanya Rhena sembari mengkerutkan kening nya.
" Ohhh, ternyata lagi mau ngomongin anak baru toh. Denger-denger sih lagi ada acara gitu sama saudara nya yang ada di Yogyakarta. " jawab Adelard. Rhena pun ber-oh-ria.
" Yaudah sana kamu masuk kedalam rumah, nanti orang tua kamu nyariin lagi " ucap Adelard.
" Iya kak. Kakak hati-hati dijalan ya " jawab Rhena sembari tersenyum dan mengusap lembut puncak kepala Adelard. Mengapa rasanya seperti biasa saja? Saat mengusap lembut puncak kepala Adelard.
Rhena yang sudah menyadari itu pun, berlari menuju rumahnya dengan tersenyum lebar. Adelard hanya menggeleng pelan sembari tersenyum tipis.
Saat Rhena sudah masuk kedalam rumah, Adelard pun langsung menancapkan gas motornya menuju rumahnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Senyuman Maut [ end ]
Teen Fiction[ DILARANG KERAS MEMPLAGIAT CERITA INI!!! ] [ FOLLOW DULU YUKK SEBELUM BACA!! ] Karya ke-2 HAPPY READING!✨✨ Kita bertemu saat tak sengaja. Dan saat itu juga aku melihat wajahmu dengan senyuman yang membuatku membeku, karna senyuman itu. Seakan hi...