Hye Soo tengok Jihyo dengan pandangan jengkel . Sebiji lagi telor dia ambil dari seorang rakannya . Baru sahaja dia mahu melumurkan telor tersebut dikepala Jihyo , lengannya dipegang seseorang .
Terkejut Hye Soo apabila berpandangan dengan mata tajam milik Jungkook . Pelajar lain tergesa-gesa berlalu pergi dari situ .
" yah--- korang ! aish--- " Hye Soo mengetap gigi geram melihat rakan-rakan nya pergi meninggalkan dia sendirian . Jungkook melepas kasar lengan Hye Soo .
Jungkook duduk mencangkung di depan Jihyo yang sedang menangis . Habis rambutnya dikotori oleh telor . " gwenchana ? " soalan Jungkook tidak dijawab . Jihyo tunduk menangis . Terduduk akibat ditolak oleh Hye Soo sebentar tadi .
Jungkook mendengus geram . Dia bangkit berdiri depan Hye Soo . " sekali lagi aku tengok kau kacau jihyo siap kau ! " ujar Jungkook memberikan amaran keras . " aish--- " Hye Soo berdecit geram . Jungkook duduk kembali .
" yah--- jeon jungkook apa istimewanya dia ? kau dengan younghoon sama je asyik melihat perempuan dengan tanda lahir menjijikan ni "
" kajja " Jungkook membantu jihyo bangun . " sekurangnya hati dia tak menjijikan macam hati kau . Sibuk tengok buruk orang , sedangkan buruk kau terbentang depan mata " balas Jungkook pedas . Dia dan Jihyo melangkah pergi dari situ .
Hye Soo ternganga dengan kata-kata jungkook itu . " aish-- yah ! pabo " tepik Hye Soo kegeraman . Kaki dihentak .
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
" kau tak sepatutnya diam bila orang buli " ujar Jungkook . Tangan naik mahu mengesat rambut jihyo dengan tuala . Jihyo ambil tuala ditangan jungkook dan kesat sendiri . " saya tak suka nak bergaduh dengan orang " bagi jihyo biarlah orang buat dia . Asalkan dia tak ikut seperti perangai orang tersebut .
" jangan selalu bagi orang menindas . Kadang-kadang kena bertegas juga . Kau bukan robot nak biarkan orang berbuat sesuka hati "
" kadang-kadang Tuhan berikan kita dugaan untuk kita atasi . Tapi jika kita tak dapat nak atasi bukan bererti kita layak untuk dikritik dan diperlakukan sesuka hati . Kau perlu bertegas untuk membela diri kau , jihyo " Sambung jungkook lagi. Tidak suka jihyo membiarkan sahaja orang membuli .
Jihyo tunduk pandang tuala ditangan . Mata mulai berkaca . " kadang-kadang saya ingin menangis kuat-kuat . Saya ingin seseorang dengar saya menangis dan cakap dengan saya yang semuanya baik-baik saja . Saya ingin seseorang menepuk bahu saya dan cakap keberadaan tanda lahir dipipi ni bukan salah saya " ujar jihyo bersama linangan laju airmata dipipi .
" saya tak minta semua ni , jungkook "
" kenapa begitu banyak dugaan yang perlu saya pikul dalam hidup ni ? saya tak kuat " tanya jihyo bersama tangisan yang teresak-esak . Jungkook memegang belakang bahu jihyo dan kepala jihyo bersandar dibahunya . " dugaan kau tak banyak . Cuma hanya kau yang terlalu lemah . Belajarlah mempertahankan diri kau ketika diperlakukan tidak baik oleh orang lain "
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Dari jauh Younghoon melihat keduanya . Senyuman yang tadinya mekar mahu berjumpa dengan jihyo serta merta hilang . Ditangannya ada sekotak coklat kegemaran jihyo . Tidak mahu menganggu keduanya , Younghoon mengambil langkah pergi dari situ .
.
.
.
Jihyo mengesat sisa airmata yang masih ada . Senyumannya terukir apabila melihat Younghoon didalam kelas . Jihyo menapak kearah younghoon .
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Jihyo berdiri di depan younghoon . Tidur ke ? Kerusi meja depan dia duduk . Mengadap younghoon . Pensel jihyo ambil , tersengih sambil cuba mengusik kekasih hatinya itu . Hidung younghoon dia cuit dengan pensel .
Rasa terganggu , younghoon mencelik matanya . Dipandang jihyo dengan pandangan bingung .
" awak mengantuk ke ? " Tanya Jihyo . Younghoon sekadar gelengkan kepala sahaja . Buku dan peralatan menulis dia kemas dan disimpan kedalam beg sekolah . Jihyo blur . Younghoon seperti mengabaikan dirinya . " awak kenapa ? "
" awak " Jihyo pantas berdiri apabila younghoon berdiri . " dia malas nak layan kau lah tu " suara ejekkan menarik perhatian jihyo dan younghoon .
Hye Soo masuk kedalam kelas . " kau tahu yang kau ni memalukan . Tapi kau tetap tak nak akui " ujar Hye Soo sambil menjeling benci kepada jihyo .
Jihyo pandang Hye Soo dengan pandangan berani . " Hye Soo kau tahu , ada orang yang rela dihukum . Padahal dia tidak berdosa . Ada juga orang yang sangat berdosa, tetapi hidup tanpa rasa bersalah . Kau tahu kau orang yang kedua " ujar Jihyo berani , mengudang kemarahan Hye Soo .
" bwo ? " Jihyo dipandang tajam dengan muka terkejut . " kurang ajar " Hye Soo angkat tangan mahu menampar Jihyo , tapi pantas lengan Hye Soo dipegang oleh Younghoon . Jihyo pandang Younghoon .
" cukup ! apa kau tak penat menghina orang lain ? " younghoon melepas lengan Hye Soo kasar . Younghoon memegang tangan jihyo dan bawa jihyo pergi dari situ . Sampailah di kawasan padang sekolah .
" wae awak abaikan saya ? saya ada buat salah ke ? " Tanya jihyo . Keduanya saling berdiri berhadapan . " jihyo saya dah kena balik "
" tapi kenapa awak abaikan saya ? apa salah yang saya buat ? awak pun mahu menyalahkan saya ke macam semua orang ? " tanya jihyo . Tidak betah apabila dia diabaikan oleh younghoon . " awak kata awak cintakan saya "
Younghoon menghela nafas berat . " jihyo mianhe "
" mianhe ? untuk apa ? " Jihyo blur . " saya tidak boleh berjanji akan selalu ada dan mencintai awak . Esok saya dah kena berangkat ke America "
" tapi kenapa ? untuk apa ? "
Younghoon tidak menjawab soalan itu . Kotak coklat di dalam beg dia keluarkan dan berikan kepada jihyo . Mata jihyo sudah berkaca mendengarkan sahaja apa yang dikatakan oleh younghoon .
" take care " Ujar younghoon dan terus melangkah pergi meninggalkan jihyo sendirian disitu . Perlahan-lahan airmata jihyo mengalir dipipi . Berdiri statik disitu sambil memegang kotak coklat yang diberikan oleh younghoon .