"Cabut!" Bisik Yoonbin sembari menepuk pundak kedua temannya dan langsung berjalan mundur lalu berlari, diikuti Mashiho, dan Yedam yang berada dibarisan akhir.
Bukan tanpa alasan Yoonbin menyuruh mereka pergi dari sana. Pasalnya Yoonbin sempat melihat sekilas jika aja salah satu zombie yang hendak naik keatas permukaan jurang.
Akibat suara grusak grusuk yang diciptakan ketiganya karena berlari, para zombie tadi semakin mengeram hebat, bahkan Mashiho sudah menangis dan terisak kecil ditengah larinya.
Yoonbin dengan mata elangnya berhasil menemukan tali-tali merah yang Doyoung ikat di pohon, walau agak gelap karena faktor pohon yang terlalu tinggi sehingga sinar matahari hanya sedikit yang masuk. Yedam juga sesekali menengok kebelakang untuk memastikan tak ada zombie yang ikut, walau berakhir ia akan tersandung dan jatuh.
Mashiho bisa melihat didepan sana ada tim yang menuju arah timur, dengan cepat Mashiho menyalip Yoonbin dan langsung loncat ke punggung Junkyu, lalu menangis sejadi-jadinya. Sekedar info, Mashiho adalah anak yang sangat disayang oleh orang tuanya, ia selalu dimanja dan dirawat sebaik mungkin layaknya bayi. Jadi, wajar saja jika dikeadaan seperti ini Mashiho menangis.
Junkyu dengan cepat menstabilkan tubuhnya yang oleng. Asahi dibuat bingung, mengapa mereka kembali?
"Kenapa?" Tanya Asahi to the point.
"Di jurang ujung sana ada ratusan zombie yang kelaparan, merinding banget sumpah!" Jelas Yoonbin dengan nafas tak karuan.
Yedam yang baru sampai pun langsung terduduk di tanah, kakinya benar-benar lemas!
Mereka sepakat menghentikan sejenak perjalanan, dikarenakan kaki Yedam yang banyak terluka. Dengan cekatan Junkyu mengobati kaki Yedam, dengan alat dan bahan seadanya, Junkyu belajar mengobati dari ayahnya dipanti asuhan yang berprofesi sebagai dokter.
"Udah 15 menit kita istirahat, lanjut jalan aja? Nanti keburu mereka jauh," usul Yedam. Asahi memandang sebentar kondisi Yedam, lalu mengangguk.
Satu jam terlewat, sudah nampak jika Jeongwoo dan Mashiho kelelahan, Yedam sebenernya tidak kelelahan hanya saja kakinya tidak bisa diajak kompromi.
"Denger ga?" Tanya Mashiho saat mendengar suara orang berbincang.
"Iya, gue denger kek ga asing deh sama suaranya," timpal Junkyu.
"Samperin" Asahi lanjut berjalan kearah suara tersebut berasal.
Gotcha! Itu adalah sekumpulan orang yang mereka cari. Mereka tengah duduk beristirahat dan ada pula yang tertidur.
"Jaehyuk!" Pekik Asahi, lalu berlari kearah mereka.
Jaehyuk yang namanya disebut menolehkan kepala, mendapati Asahi tengah berlari kearahnya.
"Sahii!!! Huhu.. kangen banget deh sama lo," abaikan, Jaehyuk hanya mendramatisir keadaan.
"Akhirnya kalian ketemu," ucap Hyunsuk lega.
"Maaf ya bang, tadi gue misah gara-gara hampir penyet," ujar Junkyu, Hyunsuk hanya tersenyum.
Haruto, Doyoung, dan Junghwan tengah tertidur. Kasian Doyoung kelelahan, Haruto dan Junghwan.. mereka selama perjalanan hanya berdebat yang tidak berfaedah pula.
"Kalian gada ketemu kakak kembar?" Tanya Junkyu. Hyunsuk, Yoshi, dan Jaehyuk menggeleng.
"Gue juga khawatir sama mereka berdua," cemas Yoshi.
Sementara itu..
Si kembar masih dengan mengendarai mobil menyusuri hutan mencari keberadaan anak ayam.engga!

KAMU SEDANG MEMBACA
The Virus is Beginning | Treasure13
Mystery / Thriller[ HIATUS!. ] "kita ngga perlu bersuara buat bertahan hidup. makhluk itu ngga bisa melihat, tapi indra pendengarannya tajam" "RUN!! LET'S RUN!!!" MOHON UNTUK MENJADI PEMBACA YANG BIJAK (( SLOW UPDATE!!! )) treasure 13 and others kpop idol start : 08...