"Belum puas lo hancurin kita? Mau apa lagi?"tanya Yoonbin dingin kepada seseorang didepannya.
"Gue nyesel, ternyata mereka lebih peduli sama gue dibanding dia. Gue jadi ngerasa bersalah udah bunuh dia."sesalnya dengan kepala tertunduk.
"Orang kayak lo ga pantes dapet maaf, Kim Junkyu. Lo terlalu kejam sama Doyoung yang gatau apa-apa. Baru nyesel sekarang? Beberapa hari yang lalu kemana? Mati suri lo!?"kesabaran Yoonbin sudah habis. Ia tau pasal Doyoung yang dibunuh Junkyu. Entah bagaimana bisa tau, biarkan itu menjadi rahasianya.
"Kasih gue kesempatan.. gue mohon."mohon Junkyu yang sudah berlutut dihadapan Yoonbin.
"Lo pikir, dengan lo mohon-mohon ga jelas ke gue kek gini bakal bikin gue luluh? Enggak, Jun. Bahkan sampe lo rela sujud di kaki mayat Doyoung pun gua ga bakal ke makan omong kosong lo."ucap Yoonbin penuh penekanan.
"Segitu bencinya lo ke gue? Gue juga korban!"
"Lo liat muka gue."suruh Yoonbin yang dituruti Junkyu.
"Keliatan peduli gak?"lanjutnya bertanya dengan ekspresi yang sama. Datar.
"Terserah, Ben. Yang jelas, gue udah tau apa rencana dia. Dan dengan taunya gue, gue bisa selamat."ucap Junkyu.
"Ya bodo amat. Apa urusan gue?"cuek Yoonbin kembali menghampiri keenam remaja yang memperhatikan adu bacot nya dengan Junkyu.
Keenam remaja itu hanya diam menonton, tanpa ada niatan ingin tau masalah keduanya.
"Ayok, disini ga aman."ajak Yoonbin, dan mereka mulai berjalan kembali menyusuri hutan. Meninggalkan Junkyu yang masih berlutut.
"Ha Sialan Yoonbin. Kenapa lo ga mati aja? Dan lebih anjingnya lagi, kenapa juga gue ga mati pas lompat tadi?"geram Junkyu dengan rahang mengeras.
"Dia yang jebak gue, kakaknya yang ubah Jihoon jadi kek gitu, gue cuma ditugasin ngurus Doyoung sama bang Hyunsuk, tapi yang kena cuma Doyoung, bang Hyunsuk masih jadi penghalang dia. Ckckck, teman macam apa yang mengorbankan temannya sendiri untuk kepentingan pribadi?"decak Junkyu merasa miris dengan seseorang tersebut.
Junkyu bangkit, dan melihat Yoonbin beserta keenam remaja itu pergi menjauh. "Jujur, gue nyesel, Ben. Gue bakal bantu kalian keluar dari sini. Walaupun tanpa Doyoung, setidaknya ada sepuluh orang yang gue selametin dari dia, atau mungkin gak ada? Dosa gue banyak banget kalo sampe biarin kalian mati di tangan dia."
Junkyu pergi entah kemana, yang jelas tujuannya hanya untuk menenangkan pikiran. Ia terlalu lelah dengan segalanya. Ia juga menyesal telah membunuh orang setulus Doyoung.
"Maafin gue, Doy. Sebagai hukuman, gue bakal bantu yang lain keluar dari sini, walau nanti nyawa gue taruhannya."
.
.
.
Malam hari, Yoshi kembali menghampiri Haruto di sungai tempat mereka membuat kesepakatan.
"Gimana? Aman kan? Ga ada yang curiga?"tanya Yoshi begitu sampai di samping Haruto.
"Aman, tapi gue ga jamin kalo ga ada yang curiga gue ilang tiba-tiba."ujar Haruto dengan ekspresi cemas.
"Yaudah santai aja. Ayok! Keburu bulannya pindah posisi!"ajak Yoshi dan mulai bergerak.
Haruto mengikuti langkah Yoshi yang tergesa. Ia sedikit heran sebenarnya, mengapa Yoshi begitu tergesa? Tapi pikirannya berpikir positif, bahwa Yoshi tergesa karena takut kehilangan jejak Junkyu.
"Bang, pelan dikit ga bisa apa? Banyak ranting, njing."umpat Haruto yang tak di indahkan oleh Yoshi.
Yoshi segera menarik lengan Haruto untuk lebih dekat dengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Virus is Beginning | Treasure13
Misterio / Suspenso[ HIATUS!. ] "kita ngga perlu bersuara buat bertahan hidup. makhluk itu ngga bisa melihat, tapi indra pendengarannya tajam" "RUN!! LET'S RUN!!!" MOHON UNTUK MENJADI PEMBACA YANG BIJAK (( SLOW UPDATE!!! )) treasure 13 and others kpop idol start : 08...
