Yoshi mencoba mencari dari mana asal teriakan Hyunsuk. Setelah keluar dari goa, Yoshi berniat mencari keberadaan yang lain. Namun, ia malah mendengar teriakan Hyunsuk yang memanggil Yoonbin.
"Kim Junkyu, sialan lo!" Yoshi mengeratkan pegangan pada belatinya.
Yoshi terus berjalan. Hingga ia melihat Haruto yang tengah menggabut di tepi sungai dengan keadaan melamun. Lantas Yoshi menghampiri Haruto.
"Haruto,"panggil Yoshi dari seberang sungai.
Haruto yang merasa terpanggil pun mengedarkan pandangan.
"Bang Yoshi!?"pekik Haruto secara tak sengaja.
Yoshi mengisyaratkan untuk diam. Ia menyeberangi sungai untuk menghampiri Haruto.
"Lo dari mana?"tanya Haruto saat Yoshi sudah duduk di sebelahnya. "Bang Ben di dorong Junkyu sampe jatoh ke bawah. Noh, bang Hyunsuk lagi nangis."lanjutnya memberitahu sembari menunjuk tempat Hyunsuk menangis tersedu-sedu di tepi tebing.
"Doyoung di bunuh Junkyu."ucapan Yoshi yang tiba-tiba membuat Haruto tersedak air liurnya sendiri.
"Uhuk! Uhuk! Jinjja!?"ekspresi Haruto menggambarkan jika dirinya sangat terkejut.
"Iya, ini salah gue. Bego banget ninggalin Doyoung berduaan sama Junkyu pas tidur. Padahal gue udah tau Junkyu pengkhianatnya."sesal Yoshi dengan pandangan lurus menatap aliran air sungai.
"Jadi, sekarang apa rencana lo?"tanya Haruto memastikan. "Bang Hyunsuk juga ngasih kepercayaan sama lo."imbuhnya dengan melirik Hyunsuk sebentar.
Ada perasaan sedih saat melihat Yoonbin terlempar begitu saja ke bawah. Namun, apa yang bisa Haruto lakukan? Dia tidak secerdas Yoshi yang akan cepat tanggap dengan keadaan.
"Gue udah tau lokasi Junkyu. Lo ikut kaga?"ajak Yoshi kepada Haruto.
Haruto menimbang sebentar ajakan Yoshi. Pikirnya 'jika tidak bisa menyelamatkan Yoonbin, setidaknya bisa membalaskan dendam Jihoon kepada orang yang telah mengubah tubuh Jihoon.'
"Oke, gue ikut."pada akhirnya Haruto setuju dengan ajakan Yoshi.
"Nanti malem gue balik kesini, lo jangan telat!"ucap Yoshi mengingatkan sebelum ia pergi dari hadapan Haruto.
"Semoga aja keputusan gue bener."gumam Haruto dengan hati yang teguh. "Sorry, Jun. Bang Hyunsuk lebih berjasa di hidup gue daripada tumpangan mansion bejat punya lo."finalnya sebelum berjalan ke arah Hyunsuk yang masih setia duduk di tepi tebing.
"Tapi ga semudah itu, Haruto. Lo bakal nyesel!" -unknown.
.
.
.Jihoon masih setia memandangi Doyoung yang sudah terbujur kaku di tempatnya. Tubuh Doyoung mulai mendingin seiring dengan pucatnya wajah tampannya.
Jika bisa, Jihoon ingin mematahkan kepala Junkyu dengan tangannya. Namun, ia harus menghemat tenaga untuk melawan satu pengkhianat lainnya (yang di tatap Jihoon pas lagi pelukan sama Junkyu). Jadi, ia serahkan Junkyu kepada Yoshi. Toh Junkyu juga gampangan orangnya, lebih mudah dan menghemat tenaga. Sedangkan pengkhianat yang lain, lebih licik dan cerdik. Bukankah itu saatnya Jihoon menggunakan kecerdasannya yang sudah lama terpendam? Tunggu saja tanggal mainnya. /semirik😏
'Kematian lo bakal terbalas, Doy. Lo yang tenang disana.'
.
.
.Mashiho dan Asahi tengah berbincang ringan di bawah pohon sembari menikmati ikan bakar hasil kerja keras Mashiho dan Junghwan.
"Eh Sa, bang Jihoon, bang Yoshi, bang Junkyu, sama Doyoung kemana ya?"tanya Mashiho tiba-tiba membuat Asahi seketika berhenti bergerak.
"Loh! Sa! Lo kenapa!?"panik Mashiho saat melihat tubuh Asahi tak bergerak sedikit pun. Seperti robot kehabisan baterai.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Virus is Beginning | Treasure13
Misterio / Suspenso[ HIATUS!. ] "kita ngga perlu bersuara buat bertahan hidup. makhluk itu ngga bisa melihat, tapi indra pendengarannya tajam" "RUN!! LET'S RUN!!!" MOHON UNTUK MENJADI PEMBACA YANG BIJAK (( SLOW UPDATE!!! )) treasure 13 and others kpop idol start : 08...