Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♡ liked by waruruto, sonofseungyoun and 44 others dikatain bocil sama om2
kimkoala *abang2 jeongwaw jualan di kantin dong sonofseungyoun cilor apa cilok? kimkoala @sonofseungyoun eh lo anaknya bang uyon? sonofseungyoun bapak gue namanya cho woodz bukan bang uyon kimkoala @sonofseungyoun heh dulu pas bapak lo masih ngekost di jatinegara, kita manggilnye uyon! jeongwaw buset cho woodz pernah ngekost?! sonofseungyoun "udah gede makin belagu lo q." -papi kimkoala @sonofseungyoun buset dah malah dilaporin
jaehyukece bocil ga bisa minum yah jeongwaw penelitian membuktikan banyak minum mengurangi usia sampai 10 tahun. jaehyukece bener2 lo
jeongwaw @waruruto waruruto kenapa? jeongwaw @shimjangies shimjangies iyaa wooo?? waruruto anjir waruruto @shimjangies mending kamu block jeongwoo sekarang shimjangies @waruruto HAHAHAH jeongwoo gak follow aku kok!! tenangg!! jeongwaw panik gak panik gak? paniklah masa enggak yhaa
Setelah asyik membalas komentar-komentar di akun keduanya, Jeongwoo mendapati Haruto yang menatapnya horor.
"Apa?" Tanya Jeongwoo
"Jelasin." Pinta Haruto menunjukkan ponselnya
"Wih, handphone sekolah lo udah balik? Cepet banget seminggu..."
"Jangan alihin pembicaraan. Ini kenapa bisa lo difollow Yoon?"
"Ya masa gak boleh?" Jawab Jeongwoo, "Do, bapak lo beneran pernah ngekost?" Tanya Jeongwoo kepada Dohyon yang baru datang ke kelasnya, biasanya ingin mengajak Jinwoo dan Harry main bola.
"Mungkin, ya. Gak tau juga, dia gak pernah cerita." Jawab Dohyon polos
"Jangan alihin pembicaraan." Peringat Haruto
"Ry, anak sekolah lain gak ada yang cari perkara gitu?" Tanya Jeongwoo kepada Harry, mengabaikan ucapan Haruto sepenuhnya.
"Gak ada. Lo suka bener tawuran, heran gue." Ucap Harry geleng-geleng, padahal dia yang ketua geng, tapi Jeongwoo yang paling semangat turun ke jalan.
"Gue suka aja liat orang tersiksa." Ucap Jeongwoo
"Udah pernah disiksa?" Tanya Haruto
"Belum..." Jawab Jeongwoo
Haruto meraih kerah Jeongwoo, "Mau gue siksa?"
"Boleh?"
Haruto berdecak kesal, "Woo yang bener kenapa sih!"
"Apa?"
"Gue tanya kenapa bisa lo followan sama Yoon?!"
"Yoon anaknya baik terus gue mah follow dia, tapi dia bilang dia gak enak soalnya isi secondnya gak bagus, akhirnya gue tawarin buat follow gue aja, dan dia mau. Selesai! Kenapa? Takut gue ngambil Yoon?"
"Lo kira Yoon barang apa ambil-ambil segala?"
"Cemburu?"
"Buset, siapa tuh cemburu?" Sahut Jinwoo yang sedang mengambil minum di tempat duduknya, tepat di depan kursi Haruto dan Jeongwoo
"Ini, si Haru---"
Haruto menarik tangan Jeongwoo, membawanya keluar dari kelas. Tidak ada pembicaraan yang berlangsung, hanya ada ekspresi kesal Haruto yang menarik Jeongwoo dengan ekspresi datar.
Sampailah pasangan muda-muda itu di tempat parkir sekolah.
"Disini ngomongnya." Ucap Haruto
"Ngomong apa? Kurang jelas?"
"Gue gak ngerti maksud lo ngelakuin semuanya tuh apa..."
Jeongwoo terkekeh, mencolek dagu Haruto, "Ya biar lo ngambek lah."
"Gak lucu."
"Enggak ngelawak."
"Kalau Yoon tau gimana? Lo sendiri yang bilang Yoon anak baik."
"Seharusnya bukan Yoon yang lo takutin, tapi Jungwon."
"Hah?"
"Jungwon tuh firasatnya kuat banget, udah gitu dia ngeliat gue nyolek dagu lo lagi." Ucap Jeongwoo sambil menunjuk jauh ke belakang pundak Haruto, "Gak tau dia denger apa gak."
Haruto berbalik dan menemukan Jungwon sedang berjalan ke arahnya dengan setumpuk buku di tangannya.