Chika yang sedari tadi merasakan bosan di dalam kelas akhirnya dapat merasa lega karena kelasnya hari ini sudah selesai. Rasa rindu akan sosok Ara sudah sangat memenuhi pikiran dan hatinya. Perasaan baru kemarin mereka saling terbuka akan perasaan masing-masing, tapi Chika sudah sangat rindu akan sosok kekasihnya itu.
Saat Chika sedang membereskan alat tulisnya, tiba-tiba hp nya berbunyi dan terlihat notifikasi dari Ara kekasihnya.
Araaa ♡
Chik, aku di depan
Chika
Ha?
Araaa ♡
Di depan kelas kamu
Tapi agak kiri dikit
Takut dipanggil dosen kamu kalo bediri di depan pintu
Chika
Ngapain disana?
Araaa ♡
Jemput pacar lah mau ngapain lagi
Chika
Kok tau aku dah pulang?
Araaa ♡
Kak Eli dong
Chika
Bentar, aku keluar habis ini
Setelah mengabari Ara, Chika langsung menoleh ke Eli. Eli yang melihat Chika langsung mengedipkan satu matanya dan tersenyum. Tak lupa juga dia berbicara tanpa mengeluarkan suara. Chika yang memperhatikan Gerakan bibir Eli menangkap satu kata "langgeng". Chika langsung tersenyum kepada Eli dan berkata terima kasih tanpa suara juga seperti Eli. Setelah itu dirinya pergi keluar menghampiri Ara.
Benar Ara sudah berada di depan kelasnya sambil memainkan hp nya. Chika yang melihat Ara sedang fokus kepada hp nya berinisiatif untuk mengagetkannya.
"dorr..."
Ara yang mendengar suara Chika langsung pura-pura kaget. Dia sudah tau jika Chika sudah keluar, tapi dirinya tidak menghiraukan Chika.
"Eh kaget," ucap Ara pura-pura kaget sambil memegang dadanya.
"Ih ga seru,"
"Hehehhe, dari suara kaki kamu aja aku dah tau kalo itu kamu," gombal Ara.
"nyinyinyi,"
"Lah ngambek anaknya, yaudah ayo pulang ntar aku beliin es krim," ajak Ara sambil mengulurkan tangannya.
Chika tersenyum di dalam hati karena mendengar kata es krim, tapi dia masih konsisten dengan ngambeknya. Chika langsung berjalan ke depan tanpa memperdulikan uluran tangan Ara. Ara yang terbengong melihat aksi Chika langsung mengikutinya.
"Chik tangannya kok dianggurin," ucap Ara setelah sudah dekat dengan Ara.
"Ngambek ceritanya Raaa," ucap Chika sambil mulai menggandeng lengan Ara.
"Lah ini kok digandeng sekarang,"
"Kan tadi ngambeknya, sekarang kan mau dibeliin es hehehe,"

KAMU SEDANG MEMBACA
Always With You [END]
Teen FictionDapatkah Chika berhubungan baik dengan Ara adik tirinya? Atau malah sebaliknya? Ataukah malah memiliki sebuah rasa?