Ara menghentikan mobilnya di depan supermarket yang tidak jauh dari rumah Chika. Chika heran mengapa anak ini berhenti di supermarket, mungkin dia ingin membeli sesuatu batin Chika.
Ara keluar dari mobilnya dan pergi menuju supermaket tanpa berbicara dengan Chika sepatah kata pun. Chika yang melihat hal itu hanya diam dan menunggu Ara, dia masih tidak enak dengan Ara karena sudah membentaknya.
Setelah beberapa saat Chika melihat Ara yang sudah keluar dari supermarket sambil membawa kantong plastik menuju mobil. Chika terud memperhatikan Ara sampai masuk ke dalam mobil. Ara tetap tidak tidak berbicara kepada Chika. Hal itu membuat Chika kesal dan akhirnya membuka suara terlebih dahulu.
"Beli apa?" tanya Chika lembut karena masih merasa tidak enak dengan Ara.
Ara tidak menjawab dan langsung membuka es krim yang dibelinya dan memakannya. Chika melihat hal itu langsung bedecak kesal. Bagaimana tidak kesal, dirinya melihat Ara yang yang sedang memakan es krim kesukaanya. Kebetulan macam apa ini yang sangat membuat Chika begitu kesal.
"Beli satu aja Raa?" tanya Chika.
"Iya, kenapa?" tanya balik ara dengan suara yang sudah sengaja dia buat sedatar mungkin.
"Ihh aku kok ngga dibeliin sih," jawab Chika kesal dengan nada yang sangat menggemaskan.Ara menahan rasa ingin mencubit pipi kakaknya itu karena sangat menggemaskan baginya. Namun Ara berhasil menahan rasa itu. Setelah beberapa saat Ara memberikan kantong plastik yang berisi es krim kesukaan Chika itu.
"Nih buat kamu semua Chik," ucap Ara sambil memperlihatkan senyum menenangkannya.
"Hah? Buat aku?" jawab Chika kaget.
"Iyaa buat Chika semua es krimnya," ucap Ara yang senyumnya semakin lebar karena baru ini Chika menggunakan kata aku kamu ke dia.Chika terkejut dengan perlakuan Ara, tapi dirinya lega karena senyum menenangkan milih adik tirinya ini sudah terlihat lagi di wajanya. Tetapi bagaimana dengan kebetulan yang aneh ini? Bagaimana bisa seorang Ara yang baru dia temui hari ini tahu jika es krim yang diberikanya adalah es krim kesukaannya dan lagi dengan jumlah yang cukup banyak. Tetapi Chika tidak ingin larut dengan pikirannya dan mulai memakan es krim yang diberikan Ara itu.
"Makasih ya raa," ucap Chika dengan nada yang gembira karena dirinya mendapatkan es krim kesukaannya.
Ara hanya tersenyum melihat tingkah lucu Chika. Dirinya menjadi mengingat moment pada saat pertama kali bertemu Chika. Iyaa Ara pertama kali bertemu Chika di kampus tempat sekolah Chika sekarang. Pada saat itu Chika masih semester 1 yang mana dirinya masih berstatus sebagai maba, meskipun seksrang juga masih maba karena Chika masih semester 2. Kenapa Ara ada di kampus Chika? Ya karena Ara pada saat itu mengikuti lomba dance cover yang diadakan di kampus Chika berada. Sejak saat itu dirinya mulai belajar dengan giat agar masuk ke kampus yang sama dengan Chika dan mengajaknya berkenalan.
Es krim? Mengapa Ara tau es krim kesukaan Chika? Itu karena dia memiliki informan di dalam kampus itu. Dia adalah Eli kakak kelasnya semasa SMA. Meskipun Eli dan Chika berbeda jurusan, tapi ada satu mata kuliah dimana mereka menjadi satu kelas. Eli menceritan semua yang dia tau tentang Chika. Meskipun tidak banyak informasi yang Eli temukan tapi ada beberapa informasi yang berhasil Eli dapatkan ya salah satunya es krim itu. Karena kata Eli setiap selesai kelas pasti Chika membeli es krim yang sama dan itu sudah ia amati selama hampir satu semester ini. Membayangkan itu membuat Ara menjadi ingin memiliki kakak tirinya ini seutuhnya.
Ara tersenyum tipis karena mengingat kembali takdir yang terjadi kepadanya. Orang yang selama ini ingin dia miliki akan menjadi kakak tirinya.
"Tuhan, jika ini memang kehendakmu aku akan terima. Tapi tolong biarkan aku membahagiakan tuan putriku ini." Pinta Ara kepada tuhan didalam hatinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Always With You [END]
Fiksi RemajaDapatkah Chika berhubungan baik dengan Ara adik tirinya? Atau malah sebaliknya? Ataukah malah memiliki sebuah rasa?