Semenjak kejadian itu Muaz tidak lagi menampakkan batang hidungnya di kafe tersebut meski lidahnya sangat cocok dengan menu yang tersedia di kafe itu mengingat kelakuan Andini yang membuatnya malu.
Berbeda dengan Azzal tiada hari tanpa menemui Adillah di kala istirahat siangnya kecuali jika dirinya ke luar kota, karena kini dirinya sudah menetap di Surabaya membantu Kakaknya Muaz mengurus anak cabang perusahaannya hingga enam bulan berlalu dan tanpa Azzal dan Adillah sadari hubungannya sudah selama itu.
Sampai saat ini hubungan mereka bisa dikatakan adem ayem tanpa adanya masalah yang berarti, meski masih ada sedikit keraguan dihati Adillah namun sejauh ini Adillah melihat cinta di mata Azzal untuknya dan perasaanya terhadap Azzal juga semakin mendalam, selama enam bulan ini sudah banyak kenangan indah yang mereka lukiskan menyempatkan waktu senggang untuk menikmati hari-hari mereka berdua.
Seperti saat ini Azzal mengajak Adillah ke Jakarta untuk menemui ke empat orang tuanya guna mempererat hubungannya dengan Adillah, Azzal kini yakin dengan dirinya sendiri untuk melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius meski beberapa minggu yang lalu terjadi insiden yang selalu mengganjal pikirannya.
"Assalamu'alaikum," sapanya ketika memasuki rumah kedua orang tuanya di Jakarta.
"Wa'alaikumussalam," jawab seseorang dari dalam rumah.
"Dillah...!!!" Pekik Sasha melihat sahabatnya yang kini sudah berdiri di hadapannya. Ya, yang menjawab salam tadi adalah Sasha yang kebetulan dia berada di rumah Ayahnya.
Sasha lalu berhambur memeluk Adillah yang sudah setahun ini tidak bertemu.
"Jahat banget sih Dill baru nongol, kangen tau." Oceh Sasha masih memeluk Adillah.
"Aku sama kangennya sama kamu Sha, tapi kan kamu tahu sendiri kesibukanku sekarang mengalahkan wanita karier," balas Dillah.
"Mama gak di peluk nih?" Timpal Mama Zanna yang baru saja keluar dari ruang tengah.
Mendengar suara Mamanya Sasha, Dillah melepaskan diri dari pelukan Sasha.
"Mah... kangen," ucapnya berhambur kepelukan Mama Zanna yang selama ini dia anggap sebagai orang tuanya.
"Mama juga sayang, yuk kita masuk ke ruang tengah semua pada ngumpul di dalam" ajak Mama Zanna menarik Adillah masuk ke ruang tengah.
Sebenarnya mereka memang menunggu kedatangan Azzal yang membawa Adillah karena sebelumnya Azzal sudah menceritakan hubungannya dengan Dillah dan rencananya membawa Adillah bertemu dengan keluarganya.
"Wah calon mantu Bunda sudah datang," seru Bunda Ambar menarik Adillah kepelukannya.
Adillah yang mendapat perlakuan seperti itu menjadi malu dan salah tingkah, kini wajahnya sudah memerah, untungnya dia berada dipelukan Bunda Ambar.
Setelah Bunda Ambar melerai pelukannya, Adillah menghampiri Ayah Abrisam dan Papa Abrar menyalimi dan mencium tangan mereka.
"Papa gak nyangka ternyata kamu dan Azzal menjalin hubungan Nak," ucap Papa Abrar mengelus kepala Adillah.
Ada rasa haru menggelitik hati Adillah kehangatan keluarga yang tidak pernah dia dapatkan dari keluarganya sendiri kini dia rasakan di keluarga kekasihnya, air matanya sudah menggenang namun sebisa dia menahannya agar tidak tumpah.
"Duduk sini Dill di dekat Mama," ajak Mama Zanna.
Adillah pun bergegas duduk di samping Mama Zanna dan kembali memeluknya tanpa bisa menahan keharuannya lagi tumpahlah sudah air matanya yang sedari tadi menggenang.
"Kamu kenapa, Nak?" tanya Mama Zanna.
"Kangen aja Mah," lirihnya.
"Kamu gak diskiti kan sama Azzal?"
KAMU SEDANG MEMBACA
PEMILIK HATI (END)
RomanceCerita ini spin off dari LOVE IN SILENCE Jika hati telah memilih, disitulah dia akan singgah untuk bertahta, namun jika hati yang terpilih itu memiliki hati yang lain, maka perlahan hati yang memilih itu akan mundur perlahan tanpa menoleh. Tetapi ak...
