🌼Part |10🌼

3K 216 37
                                        

Hari terus berganti menandakan waktu terus berjalan hingga di pagi ini di salah satu ballroom Hotel berbintang kini di padati oleh tamu dari berbagai kalangan Pebisnis dari dalam dan Luar negeri, juga keluarga besar kedua mempelai tidak lupa juga di hadiri oleh beberapa artis ternama.

Pernikahan mewah yang akan di gelar hari ini, karena sesuai permintaan mempelai akad dan resepsi disatukan hari ini saja tanpa adanya resepsi malam lagi.

Pak Zahir dengan wajah muram dan kesedihannya memasuki salah satu kamar Hotel tersebut dengan langkah gontainya menghampiri putrinya yang sangat cantik dengan riasan pengantinnya berbalut kebaya yang sangat indah di tubuhnya.

Retno dan juga Ayu menyusul masuk ke dalam kamar itu menyembunyikan raut kesedihan mereka di depan Adillah.

"Papi kenapa lesu gitu?" tegur Adillah yang masih duduk di kursi rias.

Ayu memberi kode kepada MUA yang masih merapikan peralatannya agar memberi mereka ruang untuk berbicara.

Air mata Pak Zahir sudah menggenang di pelupuk matanya melihat betapa cantiknya putrinya ini, putri yang selama ini dia abaikan sanggupkah dia menyakiti hati putrinya lagi?

Setelah para MUA keluar dari kamar itu tanpa mama Retno dan mami Ayu duga, Pak Zahir duduk bersimpuh di hadapan putrinya dengan air mata yang sudah mengalir.

"Papi.. mengapa seperti ini Pih?" tegur Dillah yang semakin bingung membantu Papinya untuk berdiri.

"Sayang ... maafkan Papi Nak, maafkan Papi," Isaknya.

"Pih tidak ada lagi yang perlu aku maafkan, apa maksud Papi ngomong seperti ini?" ucapnya bingung menatap Mami dan Mama sambungnya meminta penjelasan namun mereka berdua hanya bungkam.

"Papi hanya meminta ridhomu Nak setelah ini apa pun yang kamu lakukan akan Papi terima, habis ini bencilah Papi sebanyak yang kamu mau, marahlah sama Papi sebanyak yang kamu mampu," Isak Pak Zahir yang terputus-putus.

"Sebenarnya apa yang terjadi Pih, Dillah mohon jangan seperti ini Ridho apa yang Papi Maksud?" bingung Adillah.

"Apakah pernikahan ini batal?" tanya Dillah dengan suara yang sudah bergetar.

"Tidak sayang, Pernikahanmu tidak batal sebentar lagi akadnya akan di mulai," sela mami Ayu.

Baru saja Pak Zahir mau menjawabnya terdengar pintu kamar di ketuk dari luar, Adillah pun memaksa Papinya untuk segera berdiri, sedang mama Retno melangkah untuk membukakan pintu si pengetuk tadi.

"Bapak ada?" tanyanya.

"Iya silahkan masuk?" balas mama Retno

"Maaf Pak, mempelai Prianya sudah tiba.

"Baiklah sebentar lagi saya akan turun," jawab Pak Zahir.

Sebelum meninggalkan kamar itu, Pak Zahir menarik putrinya kedalam pelukannya, kembali dia menitikan air matanya atas rasa bersalahnya, belum kering luka yang dia torehkan kepada putrinya dia menambah lagi dengan luka yang baru.

"Maafkan Papi Nak, maafkan Papi setelah ini terserah apa yang ingin kamu lakukan terhadap Papi," ucapnya lagi melerai pelukannya dan berlalu keluar dari kamar itu, membuat Adillah merasa khawatir dan takut telah terjadi sesuatu.

"Mih.. Apa yang terjadi dengan Papi?" tanya Dillah yang kini perasaannya tidak enak.

"Maafkan kami Nak," ucapnya memeluk putrinya membuat Adillah semakin khawatir.

"Mah.." tanyanya lagi ke Retno.

"Kamu yang tenang ya sayang, jangan berpikiran yang macam-macam sebentar lagi Papi akan mengucap Ijabnya," Jawab mama Retno dengan tenang meski hatinya merasa miris dan khawatir.

"Kami tinggal dulu yah setelah ijab qabul selesai kami akan menjemputmu," pamit Retno yang tidak sanggup lagi berada di kamar itu melihat puterinya.

Kini Adillah di hinggapi rasa takut pikirannya berkecamuk, ingin rasanya menghubungi Sasha namun Ponselnya di pegang oleh Mamanya selama dia menjalani masa pingit sampai sekarang dan dia lupa memintanya tadi.

"Ya Allah semoga tidak terjadi sesuatu," gumamnya berusaha menenangkan perasaannya dan detak jantung yang kian berdetak tidak menentu.

Usai menikahkan puterinya dan ucapan para saksi berkata SAH, Pak zahir merasakan sesak didadanya, wajahnya sudah memucat memikirkan nasib putrinya, memikirkan bagaimana putrinya kembali marah dan membencinya memikirkan bagaimana kehidupan puterinya kelak.

"Pak Zahir, tidak apa-apa?" tegur Pak Abrisam yang juga ikut khawatir.

"Iya Pak, saya baik-baik saja hanya sedikit tegang tadi menikahkan puteri saya dengan putra anda," elaknya.

Tidak lama berselang mama Retno dan mami Ayu kini menggandeng tangan Adillah berjalan menuju ke tempat ijab dimana mempelai prianya menunggu.

Adillah yang diapait oleh Mami dan Mamanya sangat deg-degan menunduk mengimbangi langkah keduanya, Para tamu menatap takjub kearahnya tanpa melepaskan pandangan mereka.

"Ternyata putri Pak Zahir sangat cantik, saya baru melihatnya," ucap salah satu tamu undangan.

Namun disisi lain terlihat nampak kesedihan dan kekhawatiran di wajah dua keluarga Hadinata dan Pramudya, terutama Sasha yang sudah menitikan air mata memeluk suaminya.

Dibantu oleh Maminya Adillah kini sudah mendudukkan dirinya di samping mempelai pria masih menundukkan kepalanya membuat Pak Zahir semakin merasa bersalah.

Hingga penghulu mengisyaratkan agar Adillah mencium tangan laki-laki yang kini sudah sah menjadi suaminya, Adillah pun memutar badannya menghadap suaminya baru saja Adillah ingin meraih tangannya tiba-tiba dia di kejutkan dengan pemandangan yang membuat dirinya terhempas ke dalam lubang yang tak berujung.

Shock adalah kata yang cocok untuk adillah saat ini, air matanya kini sudah mengalir membuat penghulu jadi kebingungan.

"Silahkan Mbak suaminya disalim!" serunya namun tidak dihiraukan oleh Adillah.


Mohon maaf, part ini sudah dihapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin mendapatkannya cerita lengkapnya silahkan beli ebooknya yang sudah tersedia di Google Playstore dan Playbook. Link pembelian ada di bio profil wattpad ini. Jika ada kendala dalam pembelian, tidak perlu sungkan untuk bertanya ke penulis maupun penerbit melalui DM.


Untuk pembeliannya Klik aja Play store terus klik ebook atau buku yang berada di sudut bawah ya, setelah itu klik UYHIZ dan judul bukunya.

https://play.google.com/store/books/details?id=0yZHEAAAQBAJ

PEMILIK HATI (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang