Kini prosesi lamaran akan dibuka oleh MC dengan mengucapkan selamat datang dan berterima kasih atas kehadiran semua pihak. Setelahnya MC memberikan susunan acara lamaran secara singkat serta bercerita sedikit mengenai kedua calon mempelai. Kemudian, sang pembawa acara ini akan menanyakan maksud kedatangan keluarga laki-laki ke rumah keluarga perempuan.
Memasuki inti acara, perwakilan dari keluarga laki-laki akan mengutarakan tujuan kedatangannya, yakni untuk melamar sang mempelai perempuan.
Sebelum mengucapkan sepatah kata Azzal menarik nafas perlahan membuang rasa groginya lalu mengutarakan maksudnya kepada Adillah.
Pembawa acara pun mempersilahkan keluarga perempuan untuk memberikan jawaban.
Kini giliran Adillah yang merasa deg-degan, dengan mengucap Bismillah Adillah menjawab lamaran Azzal dengan menerima lamaran tersebut.
Resmi sudah lamarannya di terima, pihak mempelai laki-laki menyerahkan seserahan kepada keluarga mempelai perempuan. dilanjutkan dengan proses tukar cincin.
Setelahnya menentukan tanggal pernikahan yang telah disepakati kedua belah pihak dua bulan dari sekarang.
Usai sudah acara lamaran yang berlangsung dengan hikmad pembawa acara menutupnya dengan pembacaan doa supaya rencana pernikahan dapat berjalan dengan lancar.
Acara pun dilanjutkan dengan sesi foto-foto bersama. Setelah itu, pihak keluarga perempuan akan mempersilahkan seluruh tamu dan anggota keluarga yang hadir untuk menyantap hidangan yang telah disediakan.
Lagi-lagi Andini berdecih, "Orang miskin kok belagu ngadain acara semewah ini, morotin orang aja," gumamnya yang tidak sengaja di dengar oleh Bu Ayu.
"Maaf maksud anda apa ya, mengatakan itu?" ucap Bu Ayu dengan lantangnya mengalihkan perhatian orang-orang.
"Anda siapa?" tanya balik Andini dengan angkuhnya.
"Muaz yang melihat itu meletakkan piring makanannya yang belum habis dan meneguk segelas air lalu beranjak menghampiri dua orang tersebut di susul oleh yang lainnya.
"Maaf ini ada apa ya?" tanya Muaz yang khawatir jika istrinya membuat ulah lagi, disusul oleh Pak Zahir dan juga Pak Abrisam.
Adillah yang juga ngobrol berempat bersama Azzal, Azzam dan Sasha mengalihkan perhatian mereka ke arah suara Maminya yang lantang, mereka pun juga bergegas mendekat.
"Dia mengatakan jika keluarga kita belagu mengadakan acara semewah ini dan hasil dari morotin, entah siapa yang dia maksud kita porotin," tunjuk Bu Ayu ke wajah Andini.
"Memang benarkan semua ini dibiayai oleh Azzal," balas Andini yang tidak mau kalah.
"Muaz tidak habiz pikir dengan kelakuan isterinya, dia pun mewakili isterinya untuk meminta Maaf kepada keluarga besar Pak Zahir.
"Saya mewakili Andini isteri saya meminta Maaf yang sebesar-besarnya pada keluarga Pak Zahir. Maafkan isteri saya Bu," ucapnya yang menahan geram dan malu.
"Apa yang kamu lakukan Andini, dimana letak sopan santunmu, kamu benar-benar tidak punya etika," geram Pak Abrisam.
"Ay.. Ay Ayaahh, gugupnya. Tapi memang benar kok coba pikir dari mana mereka mendapatkan uang membayar semua ini," cicitnya.
"Andini..!!!" bentak Muaz.
"Kamu membentak aku Mas?"
"Minta maaf kepada meraka," suruh Muaz namun tidak di tanggapi oleh Andini.
"Minta maaf Andini,"
"Sudah.. sudah.. tidak apa kok Nak" lerai Pak Zahir.
"Jadi dia menantu anda Pak Abrisam?" tanya Pak Zahir yang bersikap santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
PEMILIK HATI (END)
RomansaCerita ini spin off dari LOVE IN SILENCE Jika hati telah memilih, disitulah dia akan singgah untuk bertahta, namun jika hati yang terpilih itu memiliki hati yang lain, maka perlahan hati yang memilih itu akan mundur perlahan tanpa menoleh. Tetapi ak...
