Mereka sampai di Korea dan langsung pergi ke rumah kakek nya yang berada di sana. Di mana adik adik mereka di sana juga tinggal bersama
"Tunggu, pak kita ga salah alamat?", Tanya Abela, karena ia kaget melihat bangunan tempat kakek dan adik adiknya tinggal seperti sebuah apartemen sewa?
"Ini ga salah lokasi kan Weh?", Tanya Yoona yang juga tidak percaya kakek dan adik nya tunggal di wilayah seperti itu, bagaimana bisa?
Mereka pun masuk dan naik ke lantai empat lalu berhenti pada nomor unit ke 2508. Memencet bel dan menunggu pintu untuk di buka
"Ne?", Seseorang anak perempuan membukakan pintunya. Dan itu adalah Azela, ia langsung memeluk Grizelle karena sangat merindukan kakaknya itu
Semua langsung datang berkerumun memeluk kakak masing masing, tapi tidak dengan Abela
Kemana Lyla?
"Kemana Lyla?", Tanya Abela melihat adik perempuannya tidak ikut bersama untuk menyambut kakak mereka.
"Lyla..."
***
Mereka berkumpul di ruang tamu, kakeknya memilih untuk di kamar agar mereka mengobrol bersama. Sedangkan Lyla tetap tidak ikut bersama mereka
"Kakak mau tanya, apa yang terjadi sama Lyla? Karina.. kamu bilang Lyla baik baik aja.. kamu tertua di sini", ucap Abela
"Aku belum tau masalah pastinya kak, kami bertiga juga khawatir dengan keadaan Lyla.. tapi setiap kita tanya dia selalu jawab kalo dia baik baik aja. Kita juga kesusahan untuk nyari beritanya.. kita beda gedung sekolah kak", jawab Karina.
"Okey, terus gimana Lyla di pandangan kalian bertiga.."
"Lyla berubah kak.. dia jadi sering mengurungkan diri di dalam kamar. Dan.. ga di pernikahan satu dari kami masuk ke kamarnya, bahkan saat makan dia ga pernah ikut.. makanan selalu di antar ke kamarnya tapi ga ada satu pun yang di makan", jawab Diana.
Abela mengusap wajahnya dan menghela nafas, "kalian bener bener gak tau apa yang terjadi dengan Lyla selama di sekolah?", Tanya Abela lagi.
"It.."
"Ga ada kak, udah aku jelasin tadi kita susah buat nyari benar keadaan Lyla", Karina memotong ucapan azela saat mau menjelaskan tentang kejadian Lyla beberapa Minggu yg lalu.
"Apa kakak masih khawatir dengan keadaan aku? Setelah lima tahun bahkan kakak baru datang ke sini dan berpura pura khawatir dengan keadaan aku? Itu basi kak.. kalo kakak emang udah ga perduli dengan aku, no problem.. aku bisa jalanin hidup aku sendiri.. aku di sini di ajarkan mandiri dan harus kuat mental.. gak seperti kakak yang selalu di manja dan di berikan uang lalu dengan identitas keluarga dari seorang pengusaha kaya raya.."
"Aku pernah berfikir kalo jadi kakak kayaknya enak.. tapi sekarang engga.. aku hanya memerlukan orang orang yang benar benar menyayangi ku.. yang selalu ada di samping aku, yang selalu bisa di ajak bicara saat aku sedang susah, seseorang yang bisa mengerti perasaan aku. Kakak bisa pergi sekarang kalo kakak merasa ke sini terbebani", Lyla berbicara dari atas pada Abela. Semua kaget mendengar apa yang Lyla ucapakan, gimana bisa anak itu berbicara begitu kasar?
"Gak ly, kamu jelasin sama Kaka.. kamu ada masalah? Kakak selalu telfon dan chat kamu tapi ga pernah ada balasan dari kamu, dan sekarang kamu mau nyalahin kakak?", Tanya Abela.
Lyla tersenyum tipis, "ya, benar.. aku memblokir nomor Kaka dan seluruh akses media sosial yang berhubungan dengan orang di sana, karena apa? Karena kalian semua tidak pernah perduli dengan keberadaan aku!! Papa! Apa pernah dia nanya kabar aku kak!? Enggak! Mama! Dia juga selalu sibuk saat aku telfon.. kakak juga sama! Kenapa aku harus terlahir di keluarga seperti ini!? Aku iri dengan azela! Aku iri dengan Karina! Dania!"
"Okey!! Kakak mengaku salah!! Terus apa yang bisa kakak lakuin agar kamu maafin kakak? Apa kamu perlu uang? Kakak udah bilang berapa kali untuk tidak mempermasalahkan untuk uang, kamu tinggal bilang dan..."
"GAK! AKU GA BUTUH ITU! aku bisa bekerja dan menghasilkan nya sendiri.. apa kakak benar benar ga paham apa yang aku maksud? Waw! Hebat! Aku rasa gak ada gunanya papa memberikan kakak sekolah yang mahal tapi ga bisa mengerti perasaan seseorang, kalian semua itu egois! Memikirkan kepentingan kalian sendiri"
"Jaga mulut kamu! Memang siapa yang membiayai kamu untuk bersekolah di sini!? Papa! Siapa lagi huh!? Jaga mulut kamu kalau berbicara, dia menyekolahkan kamu di sini agar lebih baik!"
"Mwo!? Papa? Membayarkan sekolah? HAHAHAHA", Lyla tertawa tetapi air mata jatuh mengenai pipinya
"Apa kau bisa mengatakan hal yang lebih kejam dari itu?? Kakak benar benar ga tau? Ku pertegas lagi KAMI DI SINI DI AJARKAN MANDIRI! Gak ada kata meminta duit pada orang tua, kalau kami bisa menjalankan nya sendiri kenapa harus meminta bantuan pada orang lain? Aku membayar sekolah dengan uang ku! Aku bekerja setelah sekolah sampai larut malam, karena apa? Kami di sini tidak memiliki ekonomi yang baik.."
"Aku tau kok Karina, Diana, azela dan kakek berbohong kalau kami di sini harus di ajarkan berhemat. Tapi aku pernah mendengar bahwa kami di kirim kesini karena kami di buang secara halus! Kakek ga pernah menerima uang sepeser pun dari orang orang di sana, jadi kami bekerja untuk kebutuhan kami.."
"Lihat, rumah ini.. sangat tidak layak bukan? Kalian pasti kaget. Rumah ini tidak baik untuk kalian, jadi lebih baik keluar dan jangan tinggal di Sini"
Abela menangis, dia tidak habis pikir gimana bisa kedua orang tua nya menelantarkan adik dan kakek mereka? Ia mengusap air matanya
"Aku ga perlu sandiwara kak"
"Kakak akan tetap tinggal di sini, kamu paham? Kakak akan berbicara langsung sama papa dan nenek.. kakak bener bener ga tau keadaan kalian di sini", Abela.
"Tidak perlu terimakasih, kami bukan pengemis yang harus di kasiani oleh rang seperti kalian. Sekarang keluar"
"Gak! Sekali engga ya engga!"
"Keluar atau aku yang pergi!!?", Balas Lyla lebih tinggi. "Ly, kenapa kamu jadi kayak gini sama kakak? Kakak beneran sibuk, apa kamu pikir kakak di sana hidup enak ga di kekang? Banyak aturan di dalam rumah, ly! Cara kita di uji berbeda!"
"Benar, kakak di uji namun dengan nama baik yang sangat bersinar di kalangan masyarakat. Abela Aurelia seorang penyanyi yang sangat cantik dan memiliki suara merdu, itukan? Kalo kakak ada di posisi aku kakak ga akan kuat, gimana rasanya..."
"Apa kamu merasa kamu yang paling tersakiti di antara kita!? Ly, kita punya kehidupan masing masing.. batas kebahagiaan dan kesediaan orang berbeda. Oaky! Mungkin kalo kakak di posisi kamu ga bisa, tapi itu hidup, kita harus jalanin", Abela.
"Kalo kakak balikin nasib Kaka. Orang orang mengenal kakak sebagai orang yang paling bahagia di dunia, seseorang yang sangat beruntung! Itu yang di lihat dari luar! Berbeda dengan apa yang kakak rasain". "apa kamu pikir menjadi seseorang yang selalu di sorot media itu menyenangkan? Engga Ly! Banyak orang orang jahat di sekeliling kakak, gak bisa punya privasi sendiri!", Abela.
"Itu pilihan kakak, itu mimpi kakak kan? Sekarang udah terwujud.. jadi kenapa kakak mengeluh? Papa banyak membantu kakak.. tapi engga dengan aku"
"Iya salah kakak, kakak senang tapi kakak sedih. Why? Kakak susah untuk ketemu mama papa! Bahkan kamu, kakak ke sini karena Oma yang mengajukan surat izin untuk pergi ke sini selama seminggu! Tapi kakak kecewa liat kamu begini sama kakak"
"Haa, aku ga bisa menceritakan semua hal yang aku alami sama Kaka.. aku minta kakak pergi", ucap Lyla Dengan nada rendah.
"Cerita llyyy"
"Gak bisa, karena kakak selalu ngoming kamu masih segitu udah sakit? Dan balabla.. kakak ga akan pernah tau kalau ada benar di posisi aku. Aku cape kak, aku minta kakak pergi.. sekarang please..", ucap Lyla Dengan pelan.
"Kakak akan pergi tapi besok kakak akan datang lagi, sampai kamu mau cerita sama kakak", ucap Abela.
"Terserah kakak, yang jelas sekarang ga ada hubungan persaudaraan di antara kita. Anggap aja kita ga pernah saling kenal.. itu permintaan terakhir aku sama kakak", Lyla membawa keluar koper mereka berempat.
"Ly apa apaan si? Gak kayak gini juga dong", ucap Diana. "Kalian kalo mau ketemu kakak kalian silahkan, tapi jangan di rumah ini.. aku ga bisa ketemu atau mendengar suara mereka", Lyla pergi dari hadapan mereka semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Komplek Elit
Teen FictionKOMPLEK ELIT, bukan berarti sebuah komplek yang berisikan orang orang kalangan menengah ke atas. Komplek ini memiliki test khusus agar bisa menjadi bagian dari komplek tersebut. Mereka juga memiliki beberapa peraturan yang nantinya jika ada seseoran...
