Sha POV
Selama aku ada di Indonesia ini, aku benar benar menghabiskan waktu untuk Keluarga saja.
Di akhir Tahun nanti, aku akan berangkat ke Korea Selatan untuk persiapan Major Seoul 2020.
Apapun hasilnya di Major Seoul nanti, Team Liquid akan mengumumkan keluarnya diriku dengan alasan masalah Keuangan.
Padahal, aku sangat tahu persis mengenai keuangan mereka yang berada ditingkat kekayaan karena banyak Sponsor yang masuk.
Akan tetapi, karena mereka sudah berkata itu, aku hanya bisa mengiyakannya dan akan berjuang untuk terakhir kalinya di Pro Scene CSGO.
Setelah mengobrol bersama Orang Tua, aku memutuskan untuk fokus Bekerja saja yakni berbisnis.
Pada hari Kamis tanggal 12 Desember ini, aku mememani Keponakanku lagi karena Mas Yusuf sedang ada Pasien di Rumah Sakit.
"Sha, kamu nanti mau kerja dimana?" tanya Kakak Iparku.
"Belum tau mbak. InsyaAllah ada 2 Pilihan sih, Kuliner atau Jualan Rempah rempah" jawabku.
"Kamu jual lewat Online gitu?"
"Iya, promosi lewat Instagram, habis itu aku bikin Websitenya"
"Oalah, rempah rempah apa aja tuh?"
"Rempah rempah asli Indonesia terus ada produk khas Indonesia lainnya lah. Jadi kayak Tokoku sendiri tapi jualnya Online"
"Sama siapa rencananya?" tanyanya.
"Ada Temen yang punya Kebun rempah rempahnya. Itu sahamnya mau kubeli 60% buat di Ekspor" jawabku sambil memainkan pipi keponakanku yang lucu ini.
"Kalau Bisnis Kuliner?"
"Ya fokus buka 1 Restoran dulu aja. Nanti kalau Alhamdulillah lancar, baru buka yang kedua"
"Ohh iya, kenapa nggak mau lanjut di Dunia Game lagi?" tanyanya setelah minum es teh.
"Udah ngerasa cukup mbak. Nanti kalau ada Game baru yang keren, InsyaAllah terjun lagi" ucapku.
"Ya udah deh, gitu aja. Mbak cuma pingin tau pemikirannya adik ipar yang gak hadir di Akad Nikah dulu"
"Ya maaf, aku pingin hadir tapi nggak bisa karena Perintah Mama"
Setelah Sholat Ashar, aku pergi ke Jawa Tengah karena tiba tiba ingin mempercepat Bisnis Rempah rempahku.
Pagi harinya jam 7 setelah Sholat Dhuha ini, aku pergi ke Rumahnya Temanku yang ada di Pati untuk membahas pembelian 60% saham Perusahaannya.
Perusahaannya sendiri berada di Bidang Perkebunan Rempah rempah, Pertanian, dan Peternakan Sapi saja.
Aku sendiri kenal dengannya sejak tahun 2015 melalui CSGO dan sampai sekarang hubungan kita berdua masih sangat erat selayaknya sahabat.
Disitu kita membicarakan masalah harga sahamnya yang naik menjadi 70 Miliar rupiah.
Saham Perusahaan yang kubeli bukanlah keseluruhan melainkan Hasil Perkebunan dan Peternakan yang memang khusus untuk di Ekspor.
Meskipun Imran masih 22 Tahun, ia bisa mengurus perusahaannya berkat didikan Ayahnya sejak kecil untuk menjadi Pemimpin
Dari berbagai uang yang kudapatkan, hasilnya kubagi menjadi 3 yakni Sedekah, Investasi atau Modal, dan juga untuk diriku sendiri.
Dan sekarang, aku menjual semua Investasiku di Google, Samsung, dan LG untuk modal beli Investasi baru lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Champions Esport
FantasíaMuhammad Sha Lakia, ia lahir pada 10 Desember 2002 namun sudah memiliki berbagai Prestasi di Tahun 2019. Prestasi yang ia dapatkan sendiri berasal dari Turnamen Game yang ia jalankan yakni CSGO. Awalnya, Sha dikenalkan ke dunia Esport CSGO oleh Kaka...
