Flawless; everything never can be without you.
❝They're not perfect, but flawless.❞
ft. dodam || on-going.
[season 2 of 'rich ex']
↳ fluffy-romance, shortstory, bxb.
Doyoung yang ngambek itu bahaya. Kalau kalian mikir ngambek dia berarti mendiami Yedam, itu salah banget.
Ngambek ala Ganesha Doyoung Al Mahendra itu beda kasta. Lelaki bungsu Mahendra itu akan mengganggu Yedam seharian, Doyoung juga akan menyeret Yedam ke mall dan membelikan semua barang yang menurutnya lucu, tidak peduli dengan harga yang mungkin membuat ginjal kecil ini merasa terlecehkan.
Dan di sinilah keduanya, salah satu pusat perbelanjaan di tengah kota dengan Doyoung yang berjalan mengelilingi seisi mall sambil menggandeng erat lengan Yedam agar tidak kabur.
"Al capek~" rengek Yedam pelan, berusaha menarik atensi pemuda tersebut.
Sudah hampir dua jam ia ikut mengelilingi seisi mall dan lelaki yang berstatus sebagai tunangannya itu tetap tidak berhenti sama sekali.
Di belakang keduanya, telah ada dua lelaki lain yang juga ikut menemani mereka. Yedam menatap prihatin dua lelaki di belakangnya. Banyak banget kantung belanjaan Doyoung.
Mulai dari kantung kecil yang berisi slime sampai kantung besar yang terdapat brandLV.
Diborong semua.
Doyoung cemberut. Ia menuntun Yedam duduk di restoran sushi. Wajahnya tertekuk lesu membuat Yedam menghela nafas pelan. Tangannya terulur mengusap surai sang kekasih.
"Udah ngambeknya?"
Doyoung mencibik, "Kak Biru sih! Siapa suruh jalan sama Kak Hyunsuk?!"
Yedam memijat pelipisnya, "Astaga Al! Itu kan kakakmu sendiri?"
"Sama aja!" Makin cemburut deh.
Iya jadi selain Amara, Doyoung juga masih punya kakak yang ada di luar negri. Kebetulan kemarin orangnya mutusin buat balik dan minta Yedam bantuin dia gitu sekaligus reunian ala calon adik ipar dan kakak ipar. Tapi ya keblablasan deh sampai pajamaparty tengah malam dan ngebuat Doyoung yang diabain permintaan cuddle-nya ngambek.
Yedam mendengus geli, "Kalau masih ngambek aku hari ini nginap di klinik aja!" ancamnya bercanda.
Bibir Doyoung sontak melengkung ke bawah, "Jahat! Klinik Kak Biru Al bakar nanti!"
Yedam melotot, "Enak aja! Mahal tahu!"
Doyoung mengangkat bahu tak peduli, "Beli baru aja."
"Dasar orang kaya," cibir Yedam.
"Emang kaya."
Tangan Yedam gemas ingin nabok mulut Doyoung.
"Au ah males!" Gantian Yedam yang ngambek.
Capek.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.