09. Penjelasan Mischa

2 5 1
                                        

Jangan lupa vote komennya❤

Happy Reading 📖

Huahh... Hari ini adalah hari dimana hari terakhir gw disekolah. Sedih sih tapi kan mau gimana lagi? Dan gw bingung gw harus bilang apa sama mereka coba? Dari semalem gw udah mikirin cara buat ngomong Sama mereka .

Awalnya sih gw kira mudah tapi ya gitu nyali gw menciut seketika lihat mereka. Gw benar-benar gak mau pisah sekolah. Ya kalian bayangkan saja sudah bersahabat lama dan satu sekolahan pula gak tega woylah gw bilangnya hiks.


"Woy ngelamun aja kenapa Lo?"  Tanya Aris Sambil menyentil dahi Mischa.

"Awwch sakit ogeb main sentil² aja Lo." Sebal Mischa dengan lesu dan hal itu tak luput dari pandangan para sahabatnya.

Ya mereka heran sedari kemaren sahabatnya itu aneh seperti ada yg disembunyikan entahlah mereka tidak tahu.

Belakangan ini sahabatnya itu sering sekali melamun dan sering pura-pura ceria seperti hari ini mereka sedang beristirahat di kantin Mischa malah mengaduk-aduk saja makanannya.

"Lo kenapa cerita sama kita." Tegas Aris ,tumben sekali batin mereka.

"Ehmm tapi kalian jangan marah ya." Kata Mischa ragu dan tak ada yang menyahut karena tidak ingin basa basi. "Ok,ok sebenarnya gw ehmm mau... Mauh pindah sekolah." Cicitnya diakhir kalimat.

"Kalo ngomong yang bener Cha." Kesal Rena.

"Ihkk GW MAU PINDAH SEKOLAH PUAS LO PADA." Triaknya kesal

"Kenapa Lo pindah?" Selidik Rangga dengan menatap Mischa intens.

" Orang tua gw yang nyuruh gw gak tahu alasannya apa tapi, yang gw tahu mereka bilang ini buat kebaikan gw." Lirih Mischa

"Kapan Lo pindah." Tanya Rihan

" Hari Senin, 2 hari lagi."katanya lesu

"Kita dukung keputusan Lo bagaimanapun Lo gak bisa nolakkan?" Mischa hanya mengangguk mengiyakan." Jaga diri Lo baik-baik nanti disekolah baru ko kalo ada masalah bilang sama kita-kita ok."lanjut Rangga sambil mengacak rambut Mischa lembut.

"Heem iya pasti makasih kalian udah mau ngerti." Senyumnya tulus

💨💨💨💨💨💨💨💨

Kringgg......(bel sekolah)

"Udah dong jangan lesu kayak gitu yok balik kita main hari ini." Kata Rena sembari merangkul pundak Mischa.

"Iya iya udah ihk lepas berat tahu."

"Ihk Lo mah gak asik."

"Yok balik tuh panglima gw dah nungguin." Dan dibalas kekehan Rena .

Parkiran💨....

"Yok berangkat."

"Kali ini mau ikut sama siapa?" Tanya Felix

"Ehmm sama Aris aja deh. Yok ris"

"Nih pake helm dulu." Titahnya sambil  memberikan helm ke Mischa

"Pakein." Dengan mata berbinar dan diimut-imutkan

"Ishh udah-udah muka Lo jangan digitu-gituin."

"Yaudah yok berangkat Rena ikut sama Felix?" Tanya Mischa setelah duduk dengan nyaman dimotor Aris .

"Iya mumpung rada waras ni orang hehe." Tidak mau berdebat lebih panjang akhirnya mereka pulang .

Sampai didepan gerbang Mischa meminta pak satpam membukakan gerbang dan mereka masuk memarkirkan motornya lalu masuk ke dalam rumah.

"Assalamualaikum Mischa pulang." Tak ada Jawaban."pada kemana ya?"

"Yaudahlah ambilin cemilan aja sono." Suruh Rihan yg sudah duduk selonjoran dikursi not ahlakable emang:v

"Iya iya." Akhirnya Mischa kedapur setelah meletakkan tas nya terlebih dahulu.

"Noh cemilannya."

"Makasih." Ucap mereka serempak

" Eh btw Cha Lo emang mau pindah sekolah dimana sih?" Tanya Rena sambil menyomot keripik yang sedang Rangga makan.

"Woy elah kripik gw itu masih banyak juga." Kesal Rangga

"Heheh iya maaf, jadi pindah kemana Cha?" Tanya Rena lagi

"Kata bokap gw sih ke MJ.SCH kalo gak salah."

"What gila sekolah elit urutan ke-1 itu pasti banyak cogan." Mata Rena berbinar.

"Yeuh cogan aja lu." Hardik Felix

"Sirik aja." Rena memutar bola mata malas dan yang lainnya hanya terkekeh.

"Eh kalian mau nginep gak? Kayaknya orang tua gw gak bakalan pulang lagi deh heheh."

"Maaf ya bukannya kita gak mau tapi kali ini gak bisa mungkin lain kali." Ucap Rangga padahal dia tidak enak tapi mau bagaimana lagikan?

"Ouh yaudah gak papa kok santuy ajalah."

Berjam-jam mereka lalui tidak terasa, ternyata sekarang sudah jam 20:00 malam.

"Yaudah Cha kita pamit ya jangan sedih terus kita cuman pindah sekolah bukan negara maupun dunia."  Ucap Rangga menenangkan diiringi ejekan

"Ishh nyebelin Lo ahk."

"Ye kok ngamok sini." Belum sempat Mischa membalas Rangga sudah memeluknya erat yang Mischa Rasakan hangat rasanya nyaman Rangga sudah Mischa sebagai abangnya sendiri karena sedari dulu Mischa menginginkan kakak laki-laki yang selalu menjaga dan menyayangi nya.

" Uwuw phobia gw."  Ucap Rihan mendramatis

"Dasar perusak suasana Lo." Lalu Aris menumpuk Rihan

"Sakit anjirr."

"Udah-udah yok pulang udah malem, yaudah Cha kita pulang ya bubayyy."ucap Rena sambil melambaikan tangannya dan pergi pulang bersama yang lainnya.

Setelah para sahabatnya itu tidak terlihat oleh penglihatannya Mischa  dia memutuskan untuk masuk kembali ke dalam rumah .

"Huffft..... Sepi deh selalu aja kayak gini rasanya ada yg aneh 2 tahun kebelakang ini ayah sama mama jarang dirumah padahal dulu sesibuk -sibuknya ayah gak pernah tuh kayak gini mama juga lagi sekarang gak tahu kenapa sibuk terus."

"Ishh jadi ngomong sendiri  deh gw bibi kemana lagi eh iya lupa pulang kampung mungkin. Dahlah jangan pikir aneh-aneh mending gw mandi, makan terus ngedrakor ,ngegosting oppa deh uhuyyy dahlah ."

Dan yaa Mischa melakukan apa yang dikatakannya tadi.



BEST REGARD : Chaca_gracya💨👀

04 Juni 2021

Bubay



Please Take Me With YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang