Happy reading guys jangan lupa bahagia eh vote maksudnya xixi😘
Seperti biasa setelah bangun tidur Mischa pergi ke kamar mandi untuk melakukan ritual seperti biasanya, mandi.
Setelah selesai Mischa memakai seragam yang sudah disiapkan semalam, Mischa memperbaiki tatanan rambutnya dengan telaten diarasa sudah rapi Mischa duduk dimeja riasnya dan memakai pelembab diwajahnya, jangan lupakan sentuhan akhir memakai pelembab bibir agar bibirnya tidak kering maupun pucat karena masih pagi.
Dirasa sudah siap Mischa mengambil tas dan memasukan beberapa buku sesuai jadwal yang sudah ditentukan, lalu pergi ke dapur untuk sarapan.
"Selamat pagi Bi Iffah." Sapanya dengan senyum
" Selamat pagi juga non, sini non sarapan bibi sudah buatkan roti bakar isiannya kayak biasa coklat strawberry." Balas Bi Iffah ramah dan menyuruh anak majikannya untuk sarapan
Huftt lagi dan lagi Mischa sarapan sendiri tidak seperti dulu ntahlah apa yang sedang terjadi saat ini Mischa hanya bisa berdoa dan berusaha agar semuanya baik-baik saja.
Setelah menghabiskan sarapan Mischa sedari tadi ingin menanyakan sesuatu dan akhirnya dia pun bertanya.
"Bi ehmm... Mama ada kabar mau pulang atau gimana gitu?"
"Mungkin nyonya nanti sore pulang kalo tuan bibi gak tahu non sabar aja ya mungkin ada hal yg memang benar-benar tidak bisa ditinggal." Bi Iffah menjawab seraya tersenyum, kasihan juga Nona nya ini hampir kurang lebih dua tahun jarang sekali kumpul bersama keluarganya .
"Oh gitu ya Bi, emm yaudah kalo gitu Mischa berangkat ya Bi assalamualaikum." Setelah mencium tangan Bi Iffah Mischa melangkah keluar tapi baru saja beberapa langkah Bi Iffah memanggilnya kembali.
"Non Mischa."
"Iya ni ada apa? Ada yang salah ya sama penampilan ku?"
"Enggak juga sih tapi tumben non gak pakai kacamata."
"Ouh iya yaampun aku lupa bi ,bentar Mischa cari dulu di tas." Yaampun kenapa dirinya sampai lupa memakai kacamata hufttt untung saja bi Iffah mengingatnya , setelah ketemu Mischa memakai kacamatanya terlihat cantik dan imut.
"Nah udahkan bi? Kalo gitu Mischa berangkat ya dadahh."
Bi Iffah tersenyum lalu memanjatkan doa agar anak dari majikannya itu selalu dilindungi sang maha pencipta.
DIGARASI💨💨💨
"Hah gw pakai motor aja dah."
Setelah menaiki motornya dan tidak lupa mamakai helm saat ingin berangkat Mischa lupa kalo dia tidak memakai celana dan paha mulusnya benar-benar terlalu terekspos.
"Wahh gila lupa gw kalo gak pakai celana balik lagi kerumah males." Gerutunya kesal tapi detik berikutnya akhirnya dia mendapatkan ide agar memakai jas almamater nya saja .
" Masih agak kelihatan sih tapi gak papa lah masih mending dari pada tadi, wokehh cus kita berangkat."
💨💨💨
Sampai disekolah semua orang yang berada di parkiran maupun koridor utama memperhatikan kedatangan Mischa termasuk Revan dkk yang sedang nangkring di motor masing-masing pun menoleh.
Apalagi Calisto matanya membulat sempurna seperti ingin keluar dari tempatnya saja dan jangan lupakan mulutnya yang menganga lebar sama seperti hal nya dengan yang lain apalagi kaum lelaki .
Kecuali Revan hanya sedikit memperlihatkan ekspresi nya saja dan kembali datar.
"Anjirr gilaa pagi-pagi gini gw udah dikasih asupan nikmatnya dunia maafkanlah hamba." Ujar Calisto dramatis dan mendapatkan tatapan tajam para sahabatnya apalagi Revan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Please Take Me With You
Teen Fiction"malam ini rasanya aku sudah terjatuh rasanya sakit rasanya sudah tidak ada harapan untuk mengembalikan keadaan sperti semula kenapa disaat aku merasa bahagia harus ada dan datang rasa yang membuat ku ingin menghilang saja dan satu hal aku tidak...
