Puing yang berserakan ini penuh akan retakan
kenangan menjadi teman kursi kenangan
Yang berbalut tepat di buku bagian depan
Aku mengenalnya hanya untuk ketiadaan
Memiliki bukan merupakan cara terbaik
Perihal kecewa terlihat semakin menarik
Saat terjaga, aku mendengar deru ombak
Karamnya menerjang badai di lautan jarak
Dan butiran pasir membalutku dengan rasa
Udara masih ada, tapi langit tak seperti biasa
Membias kecewa dengan sikap yang berbeda
Dengan bodohnya aku kembali menelan luka
Sisa air mata kini sahabat setia depan jendela
Retorika cinta, hidup di belantara fatamorgana
Bersambung untuk harapan cerita selanjutnya
Tapi tetap saja teka teki ini membunuh nyawa
WhatsApp, 09 Januari 2022 || 07.40 WIB
Oleh: IS
Tangerang, 08 Desember 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Rasa - PUISI
Poésie[Update mood boster] Semua berawal sejak aku tak bisa mengutarakan isi hati ku pada semua orang Hingga aku mengumpulkan nya dari kata menjadi kata-kata Dan.... Ini hanyalah sekelebat utaian rasa itu Tak berujung sebuah kisah melainkan sebuah karya S...
