(26) Gin

2K 206 2
                                        

"Gin," panggil Sugawara yang baru saja masuk ke ruang guru.

Gin menoleh dan langsung menghampiri ayahnya.

"Papa," ucapnya berjalan meraih Sugawara.

Sugawara menggendong Gin yang tampak tersenyum melihat ayahnya datang.

"Gin mau makan gak?" tanya Sugawara mencubit pipi Gin.

Anak satu tahun itu mengangguk. Dikecupnya pipi Gin.

"Habis ini kita makan ya."

"Oh iya. Arigatou Haruno-san dan Ichibara sensei. Sudah jagain Gin selama aku ngajar."

Sugawara membungkuk hormat.

"Tidak apa-apa, Gin juga tidak rewel. Jangan sungkan seperti itu, aku juga senang menjaganya, seperti cucuku sendiri," ucap Ichibara.

Wanita paruh baya itu tersenyum.

"Tidak masalah kok, Sugawara-san," ucap Haruno.

"Kalian baik sekali. Arigatou."

"Gin, nanti main lagi ke sini ya!" ujar Ichibara mencubit pipi Gin.

Anak itu tersenyum.

"Nanti bibi bawain permen yang beeesaarr."

Ichibara membentuk lingkaran besar dengan tangannya, membuat Gin tertawa.

"Aaw, lucunya."

Ichibara tampak gemas dengan Gin, wanita paruh baya itu menangkup wajah Gin dan mencium kedua pipinya.

"Hahaha. Gin sepertinya menyukai sensei," ucap Sugawara.

"Pastinya dong."

Sugawara tertawa renyah.

Gin menarik kerah baju Sugawara, seperti sudah tidak sabar untuk makan.

"Aduh iya sayang," ucap Sugawara menatap Gin yang terus menarik kerah bajunya.

"Leher ayah sakit nih, bajunya ditarik-tarik."

"Mamm," ucap Gin.

"Iya, sebentar ya."

Sugawara berjalan ke mejanya, mengambil kunci mobil dan peralatan Gin.

"Saya mau pergi makan siang dulu ya sensei." Pamitnya.

"Iya, makan yang banyak ya Gin," tutur Haruno.

"Biar tumbuh tinggi," sahut Ichibara.

Sugawara tertawa renyah. Keduanya pun berjalan menuju parkiran mobil.

***
See you next chapter!
#skrind🦊
Cr foto : twitter @potepoteHQ

Become His Wife? | Sugawara Koushi X ReaderCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang