PART 8

48 5 0
                                        

Yesung memperhatikan Nurfa yang sedang tertidur di sampingnya. Ia tersenyum melihat wajah polos Nurfa.

Nurfa-ssi, maafkan aku yang membuatmu berada dalam kesulitan setiap kita bertemu. Aku tidak bermaksud seperti itu, jika kau tahu yang sebenarnya mungkin kau akan menertawakanku.

Kejadian-kejadian yang kita lewati selama ini semua adalah kesengajaanku untuk mendekatimu. Aku menghampirimu di toko music dan meninggalkan mobilku di tepi jalan saat natal hanya untuk bisa menaiki sepeda denganmu.

Aku juga berpura-pura membetulkan mobilku yang mogok hanya untuk mengantarmu pulang menaiki subway, karena aku takut kau terluka jika pulang sendiri larut malam sepert ini. Aku selalu menunggumu di kafe, tapi kau tak pernah datang.

Maafkan aku jika jika apa yang dulu kau katakan padaku tentang aku yang pergi begitu saja saat kau ada di depan kafe, karena aku tak melihatmu.  Aku sudah menyukaimu sejak pertama kali bertemu.

Aku cemburu melihatmu begitu akrab dengan Donghae.

Nurfa-ssi mianhae…

Datanglah padaku kapanpun kau siap dan aku akan mengungkapkan semuanya padamu.

Yesung lalu menaruh free ticket Mouse Rabbit di tas Nurfa dan mengecup puncak kepala nya pelan.

 

*KIKI POV

 

Hari ini tanggal 4 Januari adalah hari terakhir persiapan untuk lomba paduan suara di Seoul Hall Center. Ini adalah kali ke 5 KyungHee choir mengikuti lomba ini dan sudah 3 tahun berturut-turut kami menjadi pemenangnya. Kami berlatih sangat keras agar bisa mempertahankan gelar juara.

Lomba tahun ini berbeda dengan lomba-lomba sebelumnya, kali ini selain menyajikan perform group harus ada 2 perwakilan dari setiap grup. Sudah dipastikan bahwa Ryeowook oppa dan Sooyoung eonni yang akan mewakili KyungHee choir.

Aku sudah memberikan 2 tiket masuk untuk Mumu dan Nurfa, aku juga mengatakan pada mereka untuk datang lebih awal. Kami sudah berada di Seoul Hall Center sejak siang hari untuk melakukan gladi bersih.

Ryeowook oppa terlihat serius mengajarkan kami cara bernyanyi yang benar. Ia focus ke semua member choir hanya di sela-sela istirahat saja ia baru berlatih vocal untuk penampilan duet nya.

Ia akan menyajikan lagu Only Hope dari Mandy Moore. Suara nya sangat merdu dan lembut. Aku hanya tercengang melihatnya, dan mulai membayangkan ia bernyanyi di depanku sembari memegang tanganku dan di akhir lagu kami kisseu.

“Aaaissh, apa yang kau fikirkan Kiki-ah” rutukku pelan sembari menepuk kepala.

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore dan kami masih belum melihat kehadiran Sooyoung eonni. Di backstage wajah Ryeowook oppa terlihat tegang ia terus mengintip keluar dari balik tirai hitam yang merupakan sekat panggung.

30 menit berlalu dan ia belum juga datang, kami semua ikut cemas menunggu kedatangan Sooyooung eonni. Aku mencoba menelfonnya dan mengirim pesan tapi gagal, ia tidak pernah menjawabnya.

Acar 5 menit lagi akan dimulai dan KyungHee choir mendapat giliran ke 2 untuk perform. Ryeowook oppa semakin sering melihat jam yang melingkar di tangan kiri nya dan mengintip keluar. Ia juga terlihat seperti berusaha menelfon seseorang.

Ia berlari kecil menjauh dari panggung, aku diam-diam mengikutinya.

“Sooyoung-ah eodisoyo (dimana)?” ucapnya saat menjawab telefon. Ternyata yang ia hubungi adalah Sooyoung eonni.

“Neo micheosseo? Myeotsiya? (apakah kau gila? Jam berapa sekarang?)” Ia terlihat sedikit marah.

“Kenapa kau baru memberitahuku sekarang? Siapa yang akan menjadi pengganti mu?” Ia terlihat bingung dan menggaruk kepalanya.

When I Meet YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang