Semenjak ia berada di panti asuhan ini, pandangan Eunhyuk tidak bisa lepas dari sosok gadis yang memakai coat merah. Ia terlihat kagum dengan gadis itu, yang begitu cekatan dan terampil mengurus anak-anak. Ia juga membantu panitia lainnya menyiapkan sarapan.
Saat tersenyum, gadis itu terlihat manis. Senyumannya berbeda dari senyuman lain pada umumnya. Senyum nya terlihat tulus, membuat hati Eunhyuk tiba-tiba bergetar.
“Ia seorang pekerja keras, senyumnya juga tulus, ia berbeda..” gumam Eunhyuk.
Ia hanya mampu melihat gadis itu dari kejauhan, kesan pertama yang beberapa hari lalu ia tinggalkan dengan gadis itu tidak begitu baik, bahkan bisa dibilang buruk.
Sepanjang acara ia hanya memperhatikan gadis itu arah matanya mengikuti kemanapun gadis itu pergi sesekali senyumnya mengembang di kedua sudut bibirnya. Hingga akhirnya ia menyadari ada sesuatu yang ganjil.
Tidak hanya dia yang sedang memperhatikan gadis itu. Ada orang lain yang mengikuti gerak-gerik gadis itu. Ya.. dia sosok yang bersembunyi di balik pilar bangunan yang berada di koridor timur. Sosok misterius yang sepertinya bukan bagian dari acara ini. Sosok itu memakai pakaian serba hitam lengkap dengan kacamata dan topi putih.
Saat Eunhyuk lengah, sosok itu menghilang bersamaan dengan menghilangnya gadis itu. Eunhyuk berlari kecil menyusuri koridor-koridor panti hingga akhirnya ia melihat sosok misterius itu berjalan cepat keluar dari ruangan bayi. Saat ingin mengikutinya langkah Eunhyuk terhenti ketika melihat gadis itu tergeletak di lantai. Ia berlari mendekat dan membalikkan tubuh gadis itu.
“Yyya!! Mumu-yya sadarlah!!”
*NURFA POV
Pagi ini aku merasa malas untuk turun dari kasur, selimut dan bantal masih memiliki gaya gravitasi yang lebih besar dibandingkan lantai dan kamar mandi. Aku mengusap kedua mataku dan meregangkan tubuhku masih dengan posisi terlentang.
Aku juga mengusap bibirku dan mencoba mengingat tentang kejadian semalam. Perlahan bibirku mulai mengembangkan senyumnya. Aku menggigit jari telunjukku dan kembali tersenyum.
“Ini bukan mimpi kan?” gumamku.
Untuk memastikannya aku mengambil handphoneku dan memeriksa pesan masuk. Seingatku semalam sebelum tidur, Yesung oppa mengirimiku sebuah pesan manis.
Eottenan geunyang dangsin joyonghan bam balabnida. Naega wonhaeyeon man pyeonghwaleul wilhangeojanha. Nan dangsin-I haengbogemancho balabnida. Jal jala-agi..
(Yang ku harap mala mini hanya tenangmu. Yang kuinginkan saat ini hanya damaimu. Yang kuminta detik ini hanya bahagiamu. Selamat tidur sayang..)
“Ya ampun.. ternyata kejadian semalam itu benar-benar terjadi, sekarang aku adalah kekasih Yesung oppa. Vokalis utama band Storm yang sangat aku kagumi. Tuhaaaannnn..” gumamku dalam hati.
Aku meloncat kegirangan di atas kasur, mengacak-acak rambut,sprei, bed cover dan memeluk erat bantal guling. Sekarang kasurku hancur total, semuanya berantakkan tapi aku tidak peduli dan tetap dengan aktivitas absurd ku, meloncat.
Aku menggaruk kepala dan tersenyum sembari menutup muka membayangkan kisseu semalam.
Setelah puas melakukan itu aku keluar kamar dan masuk ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka, kurasakan udara dingin begitu menusuk tubuhku.
Setelah selesai, aku berniat untuk membangunkan Kiki dan Mumu. Tapi saat aku mengertuk pintu kamar Mumu, tidak ada jawaban. Saat aku buka ternyata kamarnya kosong.
Aku mencari nya di seluruh penjuru flat tapi nihil. Saat aku melewati kulkas, aku melihat sebuah note disana.
Gw ada acara baksos di Anam, sarapan udah gw siapin kalau kalian mau sarapan, jangan lupa hangatin dulu ok?
KAMU SEDANG MEMBACA
When I Meet You
Fiksi RemajaMenceritakan tentang 3 mahasiswa asal Indonesia yang belajar di Korea Selatan atas nama persahabatan. Kiki, cewe yang terobsesi dengan Kim Ryeowook, kaka tingkatnya di kampus. "Love at the First Sight" terjadi saat ia melihat Ryeowook di acara 'Nigh...
