PART 9

48 5 0
                                        

“Sooyoung-ah kau dimana?” tanya Ryeowook cemas

“Aku sekarang si rumah sakit” jawab Sooyoung dengan suara parau.

“Neo micheoseo? Myeotsiya?”ia terlihat sedikit marah.

“Ara..Ara.. mian Ryeowook-ah .Aku baru saja masuk rumah sakit tadi siang, aku terserang thypus”

“Kenapa kamu baru memberitahuku sekarang? Siapa yang menjadi penggantimu?” ia terlihat murung dan menggaruk kepalanya.

“Bagaimana dengan Kiki-ah?”

“Mwo?? Siapa yang barusan kau katakan?”

“Kiki-ah. Dia memiliki range vocal yang luas. Ayolah ryeowook-ah beri dia kesempatan. Aku yakin kita akan menang dan dia tidak akan mengecewakan kita”

“Keundae..”

“Jebal Ryeowook-ah”

“Uhmm.. nde”

*MUMU POV

Pagi ini salju masih menyelimuti Seoul, saat ini suhu mencapai -18o C, suhu yang cukup gila dan ketika puncak musim panas sekitar pertengahan Juli suhu Seoul mencapai 400  C.

Pada saat itulah aku merasa kalau Jakarta adalah kota terbaik di dunia, karena aku tidak perlu merasa kepanasan ataupun kedinginan. Pagi-pagi sekali aku sudah berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan, sedangkan kedua sahabatku Nurfa  dan Kiki masih betah berlama-lama di dalam buaian selimut tebal nan hangat.

Sebenarnya kalau mau jujur, aku lebih akan mengikuti jejak kedua sahabatku. Secara hari ini hari minggu, hari dimana seluruh umat manusia menikmati akhir pecan.

Namun tidak untuk minggu ini, karena hari ini aku ada kegiatan social di salah satu panti asuhan di kota Anam. Aku dipilih oleh senat universitas untuk mewakili kampus di baksos yang rutin di ikuti setiap tahunnya.

“Aaah.. akhirnya selesai juga” ucapku setelah menata semua makanan di meja makan. Setelah meyakinkan diri bahwa semua beres aku menulis sebuah note dan bersiap menuju kampus.

Karena udara diluar cukup dingin aku lebih memilih menggunakan celana panjang dan coat merah D&G dengan 6 kancing yang menutup rapat tubuh juga ada fur di sekitar leher. Aku juga memakai sarung tangan hitam untuk melindungi tanganku dari suhu beku ini.

Perjalanan kali ini cukup jauh, Anam adalah sebuah kota kecil yang indah dan ramai dengan toko-toko. Disana ada satu panti asuhan “Anam Kids Care” yang selalu dijadikan tempat untuk berbagi dengan anak yatim piatu.

Kota Anam juga dikenal dengan sebagian warganya yang berasal dari luar korea, banyak warga Negara Indonesia yang tinggal disana. Mereka juga biasanya membuka resto dengan menu makanan khas Indonesia.

Inilah tempat yang paling pas bagi warga Negara Indonesia untuk bernostalgia dengan makanan khas Indonesia. Dan jangan heran jika kalian mendengar orang-orang yang berbicara dengan logat Jawa maupun Sunda. Walaupun mereka sudah lama tinggal di Korea mereka masih fasih berbahasa daerah.

Jujur aku sangat senang bisa berpartisipasi dalam acara social seperti ini, apalagi jika acara seperti ini bisa dibarengi dengan makan-makan makanan Indonesia sepuasnya hihihi..

Sebelum berangkat kesana aku mampir kesebuah toko untuk membeli beberapa mainan yang mungkin saja bisa aku berikan ke anak-anak panti asuhan. Setelah menempuh perjalanan selama satu jam akhirnya sampailah aku di depan panti.

Panti asuhan ini tidak jauh dari jalan utama, dengan gaya bangunan klasik, tempat ini terlihat cukup luas, bersih dan tertata rapih. Di halamannya sudah berdiri posko amal dan beberapa meja dan kursi panjang untuk tempat berkumpul anak-anak panti.

When I Meet YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang