Ambivalen,,,,,
Setelah berkutat dengan banyaknya pekerjaan dan pikiran yang berkecamuk akhirnya bagas memutuskan pulang agar mengistirahatkan tubuhnya yang memang sudah terlampau lelah.
Bagas meraih ponsel serta surat lamaran anala lalu bergegas keluar menuju lift khusus yang memang tersedia.setelah sampai dilantai dasar bagas bergegas keluar dan langsung disambut oleh Rahman supir serta asisten pribadinya,, bisa dibilang Rahman adalah satu-satunya orang yang bisa dia percaya saat ini.
Rahman lalu membungkuk dan menyapa Bagaskara.
"Pagi tuan, apa hari ini kita langsung ke rumah atau menjenguk nyonya terlebih dahulu?." Tanya Rahman dengan gerakan membuka pintu mobil.
"Kita pulang, hari ini tunda semua jadwal yg ada. " Jawab Bagaskara sembari memasuki mobil namun sebelum sepenuhnya masuk bagas menyodorkan surat lamaran yang ada ditangannya.
"Hubungi dia,besok dia sudah harus datang jam 9 pagi".ucap Bagaskara tegas sambil menyodorkan map berisi surat lamaran anala
Dan mendapat anggukan singkat Rahman lalu masuk ke kursi pengemudi dan bergegas mengendarai mobil tersebut ke tujuan selanjutnya, yaitu rumah Bagaskara.
Setelah beberapa saat Bagaskara dan Rahman sampai dikediaman bagas, rumah yang terlampau megah nan luas jika diingat rumah ini hanya diisi oleh Bagaskara dan satu pembantu serta Rahman.
Rumah dua tingkat dengan arsitektur yg indah serta gerbang megah nya membuat siapapun akan berdecak kagum ketika melihat keindahan yang rumah ini sungguh kan.Bagaskara keluar dari mobil langsung masuk tanpa menghiraukan Rahman serta pembantu yang sudah sedari tadi membungkuk tanda hormat.
Pemandangan pertama yang dapat dilihat dari isi rumah ini adalah ruang tamu besar berisi sofa-sofa indah dengan meja kaca bundar di tengah, lalu di area samping kiri terdapat 3 atau 4 kamar yang berjejer rapi, dibagian belakang terdapat dapur besar dengan meja makan panjang nan lebar berjejer dgn kursi-kursinya tidak lupa dihalaman belakang terdapat kolam renang besar dengan taman mini di sekeliling nya, bagian kanan terdapat tangga yang menyambung kan langsung lantai satu dengan lantai dua rumah mewah ini dan menjadi tujuan utama Bagaskara saat ini.Bagaskara naik dengan agak tergesa-gesa menyusuri setiap anak tangga yang ada lalu sampai disebuah kamar dengan nuansa hitam dan diisi kasur king size dengan seprai abu-abu dan berbagai fasilitas mewah lainnya.
Bagas dengan cepat masuk lalu menutup pintu asal, dengan gerak santai dia melepas jas nya lalu melemparnya ke sembarang arah,bagas mulai membaringkan tubuhnya kesembarang arah lalu terlelap begitu saja, entah karna kantuk atau lelah yang berlebihan membuat Bagaskara terlihat sangat lelap dalam tidurnya.
Rahma memutuskan menyusul Bagaskara ke kamarnya, Rahman membuka pintu kamar bagas perlahan lalu disuguhi dengan pemandangan yg cukup menyayat hati, pasalnya dengan rambut berantakan serta pakaian yang lusuh ditambah wajah Bagaskara yang terlampau kusut dan pucat membuat Rahman ibah pada anak itu.
Bagaimana tidak?,anak diusia bagas seharusnya menikmati hidup dan sibuk dengan masa mudanya namun bagas mengemban tugas ini jauh lebih awal, diusia 16 tahun tepatnya saat bagas masih dibangku kelas 3 SMP dia sudah disibukkan dengan segala aktivitas kantor serta jadwal yang padat, sungguh usia yang sangat muda dan tak muda dijalankan namun bagas dengan telaten melakukan semuanya.
Rahman masuk perlahan dan meraih jas yang sempat Bagaskara lempar tak beraturan, lalu mendekat ke arah Bagaskara dan memperbaiki cara tidur bagas dan menyelimuti nya, Rahman lagi-lagi merasa sangat iba kepada anak ini dan sebelum benar-benar pergi Rahman menyempatkan diri mengelus surai hitam milik bagas lembut.
" Tidurlah bagas, semoga kau terbangun dalam keadaan tak pernah ada dalam mimpi buruk ini".ucap Rahman pelan sembari mengelus surai hitam bagas dan berlalu begitu saja meninggalkan Bagaskara dengan mimpinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
AMBIVALEN
Fantasy"Mau merayu Tuhan bersama ku? " "Kau merayu Tuhan mu dan aku merayu Tuhan ku. "