AMBIVALEN $6$

169 34 7
                                    

Ambivalen......

Ternyata benar bahwa tidak semua rasa suka akan berarti cinta dan cinta tidak akan mampu menyatukan perbedaan, kebencian yang dipaksakan juga akan berakhir dengan cinta.sudah banyak yang membuktikan bahwa keterpaksaan tidak akan berakhir baik dan keikhlasan mungkin bisa lebih dipercaya dalam hal ini. Ntahlah mungkin itu yang mampu menafsirkan rasa yang anala rasakan saat ini.

Sinar sang Bagaskara membuat kehangatan disetiap penjuru pagi ini, begitu pula pagi anala yang cukup ceriah.

Anala sudah siap dengan segala keperluan nya, anala keluar dari kamarnya menuju dapur dan disambut kedua orang tuanya yang sudah lebih dulu duduk dimeja makan Sederhana rumah mereka.

"Selamat pagi ayah ibu. " Ucap anala berjalan menuju kursi lalu duduk tepat di samping sang ibu.

"Pagi an,kau terlihat bersemangat sekali pagi ini. " Ucap sang ibu disertai senyum nya.

"Tidak juga bu, bukankah aku harus tetap semangat?, lagipula pekerjaan ku cukup menyenangkan jadi tak ada alasan untuk anala mengeluh atau tidak bersemangat(kecuali bertemu Bagaskara) ucap anala dlm hati "

"An, tadi pagi ada seseorang yang datang membawa sepeda mu, apa terjadi sesuatu semalam.? "Tanya sang ayah membuat anala menoleh dan sedikit bingung,,, tunggu apa Rendy benar-benar memulangkan sepeda nya? Sungguh tak diduga, anala kira sepeda nya akan tetap terparkir di depan restoran tapi ini? Rendy benar-benar membuat anala terkejut.

Anala segera menetralisir rasa bingung nya lalu menjawab pertanyaan sang ayah

" Tidak terjadi apapun yah jangan khawatir, kebetulan anala bertemu dengan teman sekolah anala dulu dan dia dengan senang hati memberi tumpangan. "Jawab anala

" Maksudmu ira?,kenapa kau tidak mengajaknya masuk an."Ibunya kembali bersuara

Anala hanya menggeleng pelan lalu menjawab

"Bukan bu, dia Rendy teman sekelas anala dulu, kami berdua tidak sengaja bertemu di restoran tempat anala bekerja, lalu kami mengobrol singkat dan dia menawarkan tumpangan akhirnya anala menyetujui.dia juga terlihat buru-buru tadi malam jadi dia tidak sempat mampir. "Jawaban anala membuat kedua orang tuanya mengangguk tanda mengerti.

Anala dengan segera menyantap sarapan nya dan selang beberapa saat anala melirik jam ada di tangannya dan sudah menujukan pukul 7 lewat artinya anala harus sampai di restoran sebelum jam 8.

" Sepertinya anala harus berangkat sekarang bu. "Ucap anala beranjak dari duduknya dan menyalami kedua orang tuanya lalu kembali bersuara

" Anala berangkat Assalamu'alaikum. "Ucap anala lalu dibalas oleh kedua orang tuanya dan dengan segera melenggang pergi meninggalkan kedua org tuanya.

Anala sudah menaiki sepeda nya belum sempat mengayuh sepeda nya, pergerakan anala terhenti oleh suara ponselnya dan dengan cepat anala meraih ponselnya, tunggu ira? Kenapa ira menelpon sepagi ini? Apa ada sesuatu?, anala dengan cepat menjawab telpon tersebut

" Assalamualaikum ra tumben kau menelpon sepagi ini, apa ada masalah.? "Ucap anala dan langsung mendapatkan balasan dari orang disebrang telpon yaitu ira

" Waalaikumsalam an, aku menelpon ingin meminta bantuan mu, bisakah kau menemaniku nanti malam.? "Jawab ira si sebrang telpon

" Aku bisa menemani tapi aku akan pulang jam 8 malam, apa kau tak keberatan.? "Anala kembali menjawab

" Tak masalah, aku akan menjemput mu nanti malam ditempatmu bekerja. "Balas ira

" Oh baiklah aku akan menunggu mu nanti malam, Yasuda aku harus menutup telpon nya Ra karna aku harus berangkat kerja sebelum terlambat, assalamualaikum. "Ucap anala dengan segera dijawab ira

AMBIVALENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang