Pria tua itu sibuk mengamati beberapa foto hasil bidikan mata-matanya. Pria tua itu meremas foto itu. Amarah dan kecewa menjadi satu.
"Harusnya kubunuh saja bajingan itu sejak lama," ucap Kang Frederick yang tak lain adalah ayah dari Kang Erica.
"Tuan. Jangan gegabah. Tuan Yang memegang kartu As anda," ucap kaki tangan Kang.
"Kau harus memikirkan cara menghancurkan Yang. Jangan melibatkan Erica. Erica adalah emas berhargaku!"
"Baik tuan Kang."
-----
Kang Sol A dan Yang Jong Hoon tiba di area pemakaman. Mereka berdua berjalan tanpa ada pembicaraan apapun. Sepuluh menit berjalan, mereka melihat seseorang tengah berdiri di depan makam Nona Shim.
Yang Jong Hoon tampak tidak asing dengan postur orang itu. Ia lantas menarik Kang Sol dan berlari mendekati sosok orang yang berdiri di depan makam itu.
"Erica!" teriak Yang Jong Hon. Pria itu mengatur nafasnya, begitupun dengan Kang Sol A yang tampak bingung.
Sosok itu menoleh, perlahan ia tersenyum ketika benar bahwa Erica ada disana.
Yang Jong Hoon lantas memeluk mantan istrinya. "Appa, nyonya ini siapa?"
Seolah tersadar. Kedua orang itu melepas pelukannya. "Ini eoma kamu nak? Wanita ini ibumu," ucap Yang Jong Hoon memperkenalkan ibu kandung Kang Sol A.
Erica menatap Kang Sol. Wanita cantik itu mendekap dan memeluk Kang Sol A dengan erat.
"Aku eoma-mu, nak. Rasanya senang melihatmu tumbuh dengan baik. Emilly putriku." Erica begitu terharu. Penantiannya akhirnya terwujud. Hari ini menjadi hari yang membahagiakan untuk mereka bertiga. Ketiganya berpelukan. Melepas rindu yang sekian lama tak terbendung.
"Aku mencintai kalian. Aku bersyukur sempat bertemu kalian." Tangis Erica mulai pecah. Ia tak percaya hari itu tiba. Mereka bertemu satu sama lain.
"Eoma. Aku kangen eoma." Kang Sol A memeluk ibunya. Gadis itu enggan melepaskannya.
Cukup lama berpelukan, akhirnya meraka baru ingat tujuan mereka kemari. Mereka lantas menghadap makam Nona Shim Ryu. Sembari berdoa, mereka mengucapkan terima kasih karena merawat Kang Sol A dengan baik.
--------
Setelah mereka dari pemakaman, Yang Jong Hoon, Erica, Kang Sol A bergegas menuju restoran. Mereka akan makan siang bersama. Merayakan hari ini.
"Eoma, mari bersulang untuk hari ini," ucap Kang Sol A.
Erica tertawa. Putrinya benar-benar cantik seperti dirinya. Wajah yang imut sepertinya dan perpaduan wajahnya dan juga mantan suaminya.
"Emilly, ku dengar kamu mahasiswi ayahmu? Apa kau belajar dengan baik, nak?"
"Aku berusaha meski aku nggak begitu pintar, eoma."
"Ngomong-ngomong, kenapa memanggil putri kita Emilly?"
"Karena aku suka, oppa. Namanya kan Emilly Kang Sol."
"Aku kira hanya Kang Sol." Yang Jong Hoon tampak sedikit bingung.
"Biasakan kita memanggilnya Emilly kalau kita sedang berkumpul, okay."
Baik Kang Sol A dan Yang Jong Hoon menurut saja. Asal Erica senang, hal itu tak jadi masalah.
"Oppa. Kau harus segera mengurus surat perwalian putri kita."
"Aku akan sudah mengurusnya kemarin. Baru selesai mungkin minggu depan," ucap Yang Jong Hoon
Erica merasa lega. Setidaknya jika status putrinya sudah jelas maka ia akan baik-baik saja.

KAMU SEDANG MEMBACA
How Do You Feel?
FanfictionKang Sol A, tidak menyadari bahwa dirinya adalah putri salah satu profesor dikampusnya. Sedangkan sang profesor baru mengetahui jika Kang Sol A putrinya, adalah dari pesan misterius. Akankah Kang Sol A mengetahui rahasia yang mereka sembunyikan sela...