1.1

26 2 1
                                        

Karena gerakan tubuh selalu mengungkapkan hal yang paling jujur

——

Terasa ringan.

Tubuhnya tidak pernah berbohong kala laki-laki itu bahkan menikmati apa pun yang sedang ia lakukan saat ini.

Piringan hitam dan segala kelengkapan di depannya adalah alasan untuk semua itu.

Tangan kanan memegang mic sedang tangan kiri ia angkat ke atas. Tubuhnya tidak berhenti bergerak. Melompat bersamaan dengan mereka yang kini berkerumun di depannya.

Mendadak di hari terakhir ia menikmati liburan karena sebuah kejadian tak disengaja, dirinya mendapat panggilan dari salah satu Day Club ternama Las Vegas. Ia bermain di sana sekarang.

"One ... Two ... Go! Let's go!" Sorakan tidak terhindarkan. Musik yang semakin mengeras menambah kemeriahan suasana siang itu. Meski tidak ada permainan cahaya, hentakan pada setiap nada memperjelas bahwa keadaan semakin ramai seiring berjalannya waktu.

Meja Dj mengarah langsung pada hamparan kolam yang luas. Seluruhnya telah terisi oleh orang-orang yang memang sedang menikmati liburan mereka atau berkunjung karena tahu ada Dj favoritnya tampil.

Suitan bersahutan kala musik meredup hingga ke volume terendah, disusul tepukan tangan beberapa kali dari Loritz di udara seolah mewakili euphoria yang semakin menjadi.

Kembali fokus pada piringan hitam dan launchpad di depannya, mic laki-laki itu apit pada saku celana belakang.

"Blue Republic! Let me see you ... see your hands in the air!" Musik kembali pada hentakan yang lebih keras dari sebelumnya. Mereka semua di dalam Day Club tersebut terbawa oleh suasana. Melompat di dalam kolam renang atau bahkan sang Dj sendiri pun tengah melompat kegirangan di balik meja permainan miliknya.

Tidak ada satu orang pun di sana yang melewatkan euphoria tersebut, termasuk Sea yang tengah duduk di salah satu kursi mini bar—spot terbaik menghadap meja Dj di Day Club itu.

Beberapa menit terlewati tanpa musik berhenti meski sedetik. Satu lagu ke lagu yang lain. Mixed dengan beberapa lagu yang memang bukan milik Loritz. Mereka semua menikmati waktu dengan telinga yang dimanjakan seolah alam bawah sadar menikmati kebebasan diri begitu saja.

Musik kembali turun pada volume satu, hampir tidak ada suara namun ada ketukan khas dari seorang Dj Loritz.

Hampir dua puluh detik pada nada yang sama, volume musik mengalami kenaikan akibat nada dari Launchpad. Seseorang telah menunggu untuk keluar dari persembunyian, menunggu empat detik lagi, "We don't have to do something great-" Suara yang menjadi favorit Sea mengalun di sana dengan nada satu ketukan yang sama beberapa kali sebagai latarnya.

"Please welcome Honey Blue everybody!" Teriak Loritz dengan tangan yang masih berkontribusi mengatur piringan hitam dengan tangan kiri juga mic di tangan kanan. Lagu milik Honey Blue sudah Loritz mixed secara cepat beberapa menit setelah seorang dari Blue Republic menghubunginya pagi tadi dan mengatakan bahwa penyanyi tersebut juga hadir.

Mengisi ketenangan pada nada setelah beberapa lirik dinyanyikan oleh si pemilik lagu dan volume musik meningkat di detik ke sepuluh. Kembang api bersahutan keluar dari sarangnya. Meski tidak terlihat warnanya, kepulan asap serta bekas dari bentuk kembang api tetap menawan dengan birunya langit sebagai latar belakang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 27, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Eleutheromania Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang