1.0

30 4 0
                                        

Apa kamu percaya bahwa di hidup ini tidak ada yang kebetulan?

——

Suasana hati Loritz tidak berubah sejak semalam. Hari ke empat di Las Vegas dan memiliki janji makan malam dengan kedua orang tuanya di sebuah restoran mewah pusat kota. Hal itu pun terasa mencekik. Perihal pernikahan masih menjadi topik penting di waktu itu. Semalam sungguh menyiksa.

Berakhir dengan Amber yang mengangkat kedua tangannya ke atas dan berkata, "Mama berhenti mencampuri urusan kalian berdua!" Mata paruh baya tersebut memancarkan kekecewaan mendalam. "Pun jika nanti kalian memutuskan bersatu dalam ikatan suci atau malah berpisah ... Mama tidak akan ikut campur lagi."

Membuat kecewa Amber adalah salah satu yang Loritz hindari. Namun untuk yang satu ini, ia tidak bisa untuk berhenti membuat kecewa.

Makan malam itu berakhir dengan Amber yang meninggalkan tempat tersebut dengan makanan sisa di piring. Gio menyusul dengan mengatakan bahwa Loritz maupun Sea harus membunjuk Amber untuk yang satu ini di kemudian hari.

Mereka berdua kembali ke rumah dengan diam menyelimuti mobil. Daniel dan supir bahkan diam seolah menjadi patung dadakan. Kaku sekali.

Tidak ada ucapan selamat malam meski keduanya berakhir di kamar yang sama. Tidur saling bersisihan punggung. Dalam diam keduanya berpikir tentang kelangsungan hubungan mereka.

——

"Aku akan ke Sky Record, apa kamu mau ikut?" Loritz memandangi punggung sang kekasih yang tengah membuat sarapan. Kedua orang tuanya sudah kembali ke Phoenix kemarin malam setelah family dinner yang memuakkan di sebuah restoran mewah tengah kota.

Sea termangu beberapa saat sebelum menanggapi Loritz. Ia salah mengira tentang kediaman sang kekasih sejak kemarin malam.

Memutar tubuh untuk menghadap sang lelaki, "Sepertinya tidak ... aku ingin berkunjung ke kafe dekat sini."

"Sendirian?" Perempuan itu mengangguk. "Ya, aku bisa berjalan dengan maps sebagai petunjuk arah tentu saja. Hanya sepuluh menitan dari sini, kemarin aku sudah mencari tahu di internet." Perempuan itu berbalik untuk menyelesaikan menggoreng telur guna membuat omelet sosis sederhana.

"Tidak apa-apakah?" Si lelaki kembali bertanya. Meski dirinya masih saja duduk tenang tapi tidak bisa dipungkuri ada rasa enggan melepas kekasihnya pergi sendiri apalagi Sea baru pertama kali ini di Las Vegas.

Perempuan itu mengangguk, "Tidak akan ada yang mengenaliku sebagai kekasihmu apalagi tentang Type Sea," Sea berbalik sekali lagi dengan senyum di wajahnya ia kembali berbicara menenangkan. "I'm okay Babe."

Mengedikkan bahu sembari mengambil gelas kopi, ia meminumnya. Ia bisa tiba-tiba gugup jika menyangkut Sea. Sudah berulang kali terjadi dan hanya bisa menyimpulkan itu adalah konsekuensi dari 'terlalu mencintai.'

"Kamu pergi dengan siapa?"

"Sopir dan Daniel. Tim sudah banyak yang ada di sana..."

"Aku mengira kamu memang sedang ingin menikmati waktu libur mendadak ini." Perempuan itu sudah meletakkan omelet ke atas piring.

"Kekasihku meminta lagu baru asal kamu tahu." Laki-laki itu memasang main-main wajah jengkelnya yang membuat Sea seketika tertawa renyah.

"Yea, I am ... bersama Honey Blue?"

Eleutheromania Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang