Ini bukan cerita tentang cewek yang diperebutkan oleh ketos dan ketua gank, tapi cerita tentang dyara yang takut tentang apapun yang berhubungan dengan cinta karena dua orang.
Rian dan argo.
Ini juga bukan cerita yang selalu sedih, di cerita ini d...
"Yasudah tak apa, yang penting kamu sudah merasakan apa itu pacaran"
Dyara hanya mengangguk lalu keluar kelas meninggalkan para sahabatnya yang sedang menatap dyara dengan pandangan sendu, termasuk sonya.
Di sisi lain dikantin.
"Ken! Rora udah bolos sekolah di sekolahnya rora demi kesekolah Ken loh! Masa Ken gak mau suapin rora?" Tanya rora
"Bukan gitu rora.. Tapi Ken udah punya pacar, jadi rora tolong ngertiin Ken okey?" Ucap ken
"Tapi kan rora sahabat kecil ken! Sedangkan pacar ken bisa dibilang cuman orang asing!" Ucap rora
"Kali ini aja deh rora makan sendiri ya? Lain waktu nanti ken suapin" Bujuk ken
"Gak mau! Rora maunya disuapin ken!!" Ucap rora meninggi hingga semua orang yang berada dikantin menatap meja rora dan ken.
"Oke rora bakal ken suapin" Pasrah ken
Dyara merekam semua itu lalu memegang telinganya, seakan ia memakai earphone. "Semua sudah saya rekam, awas saja kamu rorasu, saya singkirin kamu dari bumi." Ucap dyara lalu menyeringai,
"Anjay bahasa gue kece banget dah kek di pilem pilem mapia" Ucap dyara yang sedang bersembunyi dibalik warung gorengan yang berada didalam kantin
Dyara berjalan menghampiri meja ken dan rora.
"Wah, enak banget ya makan berdua, suap suap an pula" Ucap dyara
Ken terkejut atas kedatangan dyara begitupun rora.
"Lo siapa? Ganggu banget deh" Ucap rora
"Dia temen pac–
"Gue? Gue dyara, salam kenal ya!" Dyara menyela ken
"Ohh, gue aurora, terserah mau panggil apa"
"Gue panggil lonte mau?" Tentu saja batin dyara yang berbicara, tak mungkin dyara akan berbicara seperti itu, dia kan anak sholehah plus ramah
"Lo anak sekolahan mana? seragam lo beda sama seragam sekolah sini" Ucap dyara
"Sekolah Jalarion, sekolah elite kedua dikota Bandung" Ucap rora tersirat nada pamer