Pagi yang cerah dari Makassar menyadarkan Sean kalau dia sudah di hotel, padahal beberapa menit yang lalu masih mengeluh karena Jerico dan Ray yang tak bisa diam menertawakan video yang mereka tonton.
Matanya setengah membuka dengan rambut berantakan. Sedikit pening, dia duduk diatas ranjang sambil berusaha untuk mengembalikan kesadaran. Ponsel diatas nakas bergetar membuat layarnya menyala, pesan dari Sena. Satu nama itu membuat kesadaran Sean pulih kembali.
"Kak Sean!" Ketukan pintu ditambah teriakan dari luar kamar membuat lelaki itu menoleh. Sean kenal suara itu namun tidak yakin mengingat kali ini dia berada di luar kota.
Setelah membalas pesan Sena dan mengatakan baru bangun tidur, lelaki itu turun dari ranjangnya, sedikit menunduk didepan lingkaran kecil untuk melihat siapa yang memanggilnya. Keningnya mengernyit, dia tidak melihat apa-apa. Tangannya bergerak untuk memutar kenop pintu dan membukanya dengan cepat membuat orang yang sedaritadi berdiri didepannya jatuh membentur lantai.
"Aw—gila ya lo kak!"
"Ngapain lo disini?"
Lelaki itu bangkit berdiri dan menepuk-nepuk baju serta celananya, padahal tidak ada yang kotor. Matanya tajam menatap Sean seolah tak terima wajahnya mencium keramik.
"Lo ngapain disini?" Ulangnya lalu kembali duduk diujung ranjang.
"Liburan lah."
"Nggak usah ngaco, belum musim liburan."
"Kok lo tau, kak?"
"Lo pikir apa alesan Flicker ngadain tour konser sekarang?"
"Apa?"
"Ya karena belum musim liburan. Jadi yang nonton masih sewajarnya aja nggak membeludak." Jelas Sean, setidaknya itu yang dia dengar dari percakapan Zuri dan staff label.
"Tapi kalian kalo konser kan selalu malem, nggak ada hubungannya juga sama liburan anak sekolah." Lelaki ini memang terkenal pintar dan kritis. Sean selalu kewalahan untuk menimpalinya. "Udah deh jujur aja, lo punya dedek gemes ya dibelakang kak Sena?" Sambungnya.
"Sembarangan!" Satu lemparan bantal mendarat dengan kesar dikepalanya. "Mending lo jawab jujur. Kenapa lo bisa disini, Jun?"
Arjuna, orang lain lebih mudah memanggilnya Juna, lelaki mungil berlesung pipi manis yang akan timbul setiap kali dia menggerakkan bibir sekaligus anak dari direktur utama label yang menaungi Sean beserta teman-temannya itu hanya tersenyum tipis lalu mengambil beberapa makanan ringan yang ada diatas meja.
"Gue serius kak, lagi liburan. Mau nonton konser Flicker disini."
"Nggak ada kerjaan lo nyamperin sampe ka Makassar padahal bisa nunggu yang di Jakarta nanti, atau kalau nggak sabar lo ikut aja yang di Bandung. Lebih masuk akal. Oh atau jangan-jangan lo disuruh pak Joni yang buat mantau kita?" Curiganya.
"Dih ngapain juga ayah nyuruh gue begituan. Kalian tuh anak emasnya, ya percaya aja sama semuanya. Gue males nunggu konser di Jawa soalnya pasti penuh, jadi kesini aja."
"Lo kan bisa duduk di VVIP."
"Iya guenya bisa, tapi temen gue nggak. Mana asik nonton sendirian padahal lagi ditengah kerumunan." Timpal Arjuna.
"Emangnya lo kesini sama temen?"
"Calon pacar." Lesung pipinya semakin terlihat menusuk sat dia tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
CELEBRITY :: parksungso [✔]
Fanfiction[Fanfiction Original Character Park Sunghoon 'Enhypen' ft Park Soeun 'Weeekly'] Mereka saling mencintai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain. Hidup bahagia dengan penuh ketenangan adalah impian sederhana yang nyatanya tak direstui semesta. Pasaln...
![CELEBRITY :: parksungso [✔]](https://img.wattpad.com/cover/281600273-64-k607279.jpg)