25. Terungkap

13K 1.1K 116
                                        

" Hmpttt.... " racau seorang gadis yang mulutnya terbekap oleh kain. Siapa lagi kalau bukan Ane.

Sekarang ini dia sedang berada di sebuah ruangan yang minim penerangan dengan tubuh yang terikat di kursi.

Dia melihat-lihat suasana disini.

Keningnya mengerut, saat ia melihat seorang pria yang sama diikat dikursi juga seperti dia.

Dia tidak bisa melihat jelas pria itu. Pria itu sedari tadi menunduk terus.

Namun tiba-tiba pintu terbuka, menampakkan beberapa orang berbaju hitam dengan satu orang yang diduga ketua mereka.

Ketua mereka mendekat kearah Ane, lalu membuka bekapan kainnya.

" Huftt... " ucap Ane bernafas lega

"Jangan seneng dulu, karena sebentar lagi lo bakalan abis! " ucap ketua itu tajam

Ane menatap ketua itu dengan marah " KAMU! KAMU GILA YA?! KENAPA CULIK-CULIK AKU SIH ASTAGA NAGA! " Teriak Ane kesal

" Berisik! " Ketus pria itu

" Seterah aku dong " sewot Ane

Ketua itu mengacuhkan Ane. Dia mendekat kearah pria yang diikat itu. Ah, ternyata pria itu pingsan. Pantas saja menunduk terus.

BUGH

Pukul ketua itu ke perut pria yang diikat itu.

Mau tak mau pria yang diikat itu juga bangun dan merintih kesakitan.

Pria itu menatap musuh kearah orang yang menculik mereka " SIALAN LO ANJING! " teriak pria itu menggelegar

Namun ketua itu hanya diam dan berjalan ketempat dibarisan para bodyguard nya.

Ane menggelengkan kepalanya melihat adegan itu " Antimenstrim banget ya cara bangunin nya..." lirih Ane miris

Ane terkejut saat pria yang diculik itu ternyata adalah Abang kandungnya dulu, ZERO.

Ketua itu menatap remeh kearah dua tahanannya.

" Saatnya kalian bakal pergi ke neraka " ucap ketua itu tajam

" LO GILA ANJING! " Umpat Zero

" Emang gila kali dia mah " sahut Ane polos

" Kau?! " sentak pria itu kepada Ane

Ane melotot " Apa?! Lo pikir gue takut! Aduh sorry dorry makan permen, sorry gua enggak cemen ya! " sahut Ane melantur

Ketua itu hanya menatap Ane dingin.

" Apa lo lihat-lihat?! " Sentak Ane galak kepada ketua itu

Ketua itu hanya menyeringai.

Sedangkan Zero hanya menjadi penonton.

Batinnya menerka-nerka, siapa gadis berani ini yang ngomong blak-blakan gini?

Ketua itu mendekat kearah Ane. Dia memandang wajah cantik dihadapannya ini yang memasang wajah galak, namun terlihat gemas dimatanya.

" Gausa ngeliat gitu juga kali! Gue tau gue cantik! " celetuk Ane pede

Ketua itu mengangguk " Ya, kau cantik dan sepertinya pantas untuk menjadi penghangat ranjang ku " balas ketua itu santai

Ane melotot " GILA!! " umpat Ane kesal

Ketua itu berjongkok, lalu perlahan mendekatkan wajahnya kearah Ane.

Sedangkan Ane sudah bergetar ketakutan.

Zero yang melihat gadis itu ketakutan, seperti ada perasaan hati yang sedikit mengganjal. Ingin menolong, tapi dia juga terikat.

Changed Soul Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang