Mungkin cerita transmigrasi udah terdengar klasik tapi cerita disini mungkin beda dari yang lain!
Bercerita tentang seorang gadis cantik bergelimang harta bernama Zeanna Aurencia Hilton yang bertransmigrasi ke tubuh gadis panti asuhan. Terdengar kon...
Sekarang Ane tengah berjalan pulang dari supermarket. Tenang aja, mansion sama supermarket cuma berjarak beberapa km saja hehehe.🙂
Tadinya Ane ditawari untuk diantarkan Vikran atau bodyguard namun dia tidak mau. Dia lebih memilih menggunakan Abang gojek.
Dan betapa sial nya dia saat ingin pulang hp nya lobet jadi tidak bisa memesan taksi online.
Mana hari sudah malam pula, ingin sekali dia marah, tapi marah sama siapa? Kalian gitu juga gak sih kalau kesel karena keteledoran sendiri tapi pengen marahnya ke orang lain, kalo gua sih gitu hahaha.
" Astaga ini masih lama banget anjir jarak mansion " monolog Ane kesal
Sekali-kali kakinya menendang batu atau kaleng.
" Tau gitu mending dianterin deh, oala asu kesel banget anjirrrrrrr " cerocos Ane sendiri
Tin
Tin
Terdengar suara klakson motor dari arah berlawanan.
Ane mengernyitkan keningnya saat pemotor itu berhenti tepat dihadapannya.
Siapa gerangan? Mana terlihat cool, sialan jiwa fakgirl nya meronta-ronta ingin keluar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pemotor itu turun dari motornya, lalu melepas helm hitamnya.
Ane menganga lebar melihat ketampanan pria ini, mana outfit nya hitam semua.
" Hai Arven! " sapa Ane girang lalu mendekat kearah motor Arven
" Ngapain disini? " tanya datar Arven
Ane menjawab " Ish gua tuh dari supermarket nah terus gabisa pulang, alhasil jalan aja gini "
" Mau gua anterin? " tawar Arven
Ane mengangguk semangat, kapan lagi dibonceng sama cogan.
" Eh, tunggu-tunggu lo mau kemana nih? Bajunya serba hitam " tanya Ane
" Markas " singkat Arven
" Lo ganteng ya, coba aja gua belom pacaran sama Zeus pasti gua gebet juga lo, andai aja lo mau jadi simpanan gua hahaha " ucap Ane tidak tahu diri diakhir dengan tawa
Arven yang melihat Ane tertawa tersenyum tipis.
" Lo mau gebet gua? " tanya Arven sambil mengerutkan keningnya
" Iya hehe " balas Ane menyengir
Arven lalu mendekatkan wajahnya diwajah cantik Ane, jarak mereka tinggal 1 jengkal saja " Gua bisa jadi yang kedua atau keberapa sekalipun " ucap pelan Arven lalu memundurkan wajahnya
Ane masih tidak konek dengan ucapan Arven " H-hah maksudnya gimana ya? " tanya Ane tidak paham