Dikelas Ane tengah melaksanakan pelajaran Matematika.
Matematika termasuk pelajaran menyebalkan bagi setiap murid. Membuat semua orang mengantuk. Dan apalagi jika gurunya killer.
Ane sedari tadi hanya menguap dan memejamkan matanya sedikit.
Karena rasa kantuknya semakin besar akhirnya dia berniat untuk izin ke toilet.
Dia menengok kearah Maura "mau temenin gue ke toilet yuk" celetuk Ane sedikit berbisik takut didengarkan oleh guru didepan
Maura lalu menatap Ane "gak ah gue mager banget" balas Maura
Ane mencebikan bibirnya kesal "yaudalah gue sendiri aja" sahut Ane ketus
Maura yang melihat wajah Ane sedikit kesal terkekeh pelan. Bukan dia tidak ingin menemani Ane hanya saja sekarang dia sedang menonton film favoritnya di Wetv.
Ane lalu meminta izin guru dan keluar kelas.
Saat ini Ane tengah berjalan-jalan dilorong sekolah.
Suasananya benar-benar sepi, mungkin karena semuanya masih ada jam kelas. Kecuali yang sedang berolahraga dilapangan.
Dia sudah selesai dari toilet dan berniat untuk kembali ke kelas.
Namun saat dia ingin melewati belokan lorong, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang.
Dia terpekik tertahan saat tahu siapa orang yang menariknya.
Orang itu menarik tangan Ane lembut.
"Kita mau kemana Zeus...." tanya Ane pelan
Yaps benar, yang membawa Ane adalah Zeus.
Namun Zeus hanya diam saja tak berniat menjawab pertanyaan Ane.
Ane yang diacuhkan hanya menggerutu kesal.
Setelah itu Ane dan Zeus berada di depan sebuah ruangan pribadi yang ada disekolah ini.
"Ayo masuk" ucap dingin Zeus
Ane hanya mengangguk patuh.
Mereka masuk dan disana terdapat keempat teman Zeus.
Siapa lagi kalau bukan Arven, Stevan, Marcel, dan Regan.
Mereka sibuk dengan ponsel masing-masing.
Zeus melangkah kearah teman-teman nya, tak lupa tangannya masih menggenggam tangan mungil gadisnya.
"Matiin rokoknya" perintah Zeus dingin kepada Marcel
Marcel lalu menatap kearah Zeus dan mengerutkan keningnya "kenapa Ze?"
Zeus lalu menatap Ane sebagai kode yang dipahami oleh Marcel "ohh ternyata ada ibu boss" celetuk Marcel sedikit keras yang membuat teman-teman nya langsung menatap kearah mereka bertiga
"Sini-sini duduk neng cantik" goda Marcel kepada Ane
Wajah Ane memerah malu.
Berbeda dengan Zeus yang menatap tajam Marcel.
Marcel yang ditatap seperti itu menyengir "santai-santai boss jan galak-galak"
Zeus hanya memutar bola matanya malas.
Dia lalu membawa Ane duduk disampingnya.
Ane merasa gugup saat berada diantara mereka semua. Dia menundukkan kepalanya.
"Santai aja jangan gugup" celetuk Stevan yang melihat kegugupan gadis itu
Ane hanya mengangguk samar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Changed Soul
FanfictionMungkin cerita transmigrasi udah terdengar klasik tapi cerita disini mungkin beda dari yang lain! Bercerita tentang seorang gadis cantik bergelimang harta bernama Zeanna Aurencia Hilton yang bertransmigrasi ke tubuh gadis panti asuhan. Terdengar kon...
