Tok..Tok..Tok
"Siapa yang bertamu sepagi buta ini" gumam ibu Salma sambil berjalan menuju membukakan pintu.
Ibu Salma adalah ibu kandung nya Lesti dan bapak Subroto adalah bapak kandung nya Lesti.
Ceklek
Ibu salma terkejut dengan kedatangan anak nya sepagi buta ini apalagi membawa koper besar dengan derai air mata, "Lesti, sayang"
"I–ibu... Hiks.. Hiks.."
"Ya Allah nak Ada apa? Hah?" ucap ibu saat Lesti langsung memeluknya
"Siapa buk" tiba tiba suara bariton bapak, membuat ibu Salma melepaskan pelukan dan menoleh menatap bapak Subroto suaminya.
Bapak berajalan mendekat, "Loh! Lesti" bapak kaget ternyata yang datang anak semata wayangnya. dia kira bocah bocah iseng yang menggangu tidur mereka, karena biasanya pagi pagi buta begini banyak bocah iseng yang mengetuk ngetuk pintu, pas dibuka tidak ada orang yg ada cuma selembar kertas dengan bertulisan Good morning. Itu lah yang selalu dilakukan bocah bocah kecil itu di daerah ini. untuk menyapa pagi, dari rumah kerumah buat menghormati yang lebih tua dari mereka.
Dan bapak sangat terkejut melihat Lesti menangis yang masih dipelukan ibu
"Ini kenapa?Ada apa ini bu? Anak kita kenapa?" tanya bapak bertubi tubi dijawab ibu dengan gelengan.
Ibu mengkode pada bapak dengan lirikan mata, bapak yang paham langsung melihat kearah kodean ibu. Koper? Lesti pulang membawa koper? Ada apa ini?
"Ayo bu bawa Lesti masuk dulu, biar bapak yang bawa barang barang nya" ujar bapak diangguki ibu
Lesti dituntun ibu masuk kedalam dengan masih dipelukan nya. sedangkan bapak membawa koper koper lesti masuk ke dalam.
Setelah sudah berada di dalam rumah ibu Salma mendudukan Lesti di kursi ruang tamu, saat ibu berdiri buat mengambil kan air Lesti menahan dan langsung memeluk ibunya lagi dengan gelengan mengisyaratkan agar ibu tidak kemana mana.
"Biar Bapak aja, ibu temenin Lesti aja disini" ucap Bapak lalu langsung kedapur mengambil air untuk Lesti anak nya itu.
Bapak kembali dengan membawa secangkir air putih memberikan pada Salma untuk membantu Lesti meminum air itu, dan bapak Subroto ikut duduk dihadapan anak dan istrinya.
Ibu membantu Lesti untuk minum, "sayang, minum dulu ya"
Lesti meminum air dua tegukan.
"Sayang, kamu kenapa datang pagi pag–" tanya ibu
"Emang Lesti eng–enggak bo-boleh datang ke–si–ni" potong Lesti sesegukan.
"Bu–bukan gitu sayang, maksud ibu kenapa kamu datang pagi pagi terus nangis gini?" Tanya ibu lagi dengan selembut mungkin.
Lesti masih saja menangis, hiks.. hiks..
"Kamu berantem sama suami kamu?" Bukan ibu yang bertanya melainkan bapak.
"Mas Raka jahat pak, selama ini dia selalu pukulin aku siksa aku hiks.." jawab Lesti
Bapak dan ibu kaget mendengar Lesti berucap bahwa dia dipukuli suaminya.
"APA!!" Teriak bapak
"Kurang ajar itu anak! Berani beraninya dia perlakukan kamu seperti itu!!" Geram bapak
"Tenang pak" ibu berusaha menenangkan
"Dan dia juga udah cerai in aku" tutur Lesti lagi
"Dari dulu bapak udah gak suka sama tu anak, tapi kamu tetep aja mau menikah sama dia, dan sekarang liat. apa yang terjadi" kata bapak
"Ma–afin Lesti pak, udah enggak nurut apa kata bapak hiks"
"Besok kita ke pengadilan. Kita bakal TUNTUT laki laki brengsek itu!" Ucap bapak menekankan kata tuntut.
"Yasudah jangan menangis, buat apa kamu nangisi laki laki seperti itu"
"Bapak ibu, bersama mu" bapak mengusap air mata anak nya yg menangisi pria gila itu.
"Sekarang kamu istirahat ya sayang" suruh bapak
"Bu, bawa Lesti ke kamar" sambungannya dibalas anggukan ibu.
"Ayo nak" ajak ibu sambil membantu Lesti berdiri dan menuntunnya kekamar karna badan Lesti lemas akibat terus menangis.
–Trauma dan Cinta–
KAMU SEDANG MEMBACA
TRAUMA DAN CINTA [END]
FanfictionTerpaksa menikah dengan pria kejam demi melunasi hutang ayahnya.
![TRAUMA DAN CINTA [END]](https://img.wattpad.com/cover/285348734-64-k630653.jpg)