10. ikhlas nya dia.

7 5 1
                                        

_aku tau rasa nya ikhlas setelah bertemu dengan dia orang yang tepat_
-Fano-




#####

"Kamu tadi kesini naik apa?" 

"Naik taksi,  Btw,  kamu kapan ujian kenaikan kelas? " Tanya Karyn sambil berjalan beriringan dengan Arga dalam jarak yang aman.

"Dua bulan lagi. " Jawab Arga sambil berpikir ia akan melanjutkan study nya dimana. 'Apa ia ikut bimbel saja supaya fokus saat sudah kelas 12 nanti. Atau ia minta ajarin Karyn.. Tapi Karyn mau ngk ya jadi mentor gue'

"Sudah ada pilihan jurusan?  Universitas mana?,  belajar yang benar biar orang tua kamu bangga" Ujar Karyn dengan menatap serius ke arah Arga.

'Emang sih udah mau kelas 12 tapi untuk pilihan jurusan dan univ Arga masih bimbang, ia butuh pencerahan seperti nya Karyn cocok untuk pencerahan masa depan gue. Hahah' batin Arga berperang dengan pikiran nya.

Dalam beberapa detik mereka diam kemudian Arga ingin menyahut perkataan Karyn namun tidak jadi dikarenakan mereka sudah sampai di ruang rawat Fano.

"Assalamu'alaikum" Salam mereka pada dua orang yang ada di dalam ruang inap tersebut.

"Waalaikumsalam. Masuk mbak mas" Jawab Cila yang bernama lengkap Celline arfasya

"Suster Celline apa kabar? " Tanya Karyn dengan sopan. Sebab hanya suster Celline yang merawat pria itu selama ini. Karena Karyn jarang menjenguk bukan karna tak mau atau takut pada perkataan pria itu tapi karna skripsi nya yang sebentar lagi mau selesai.

"Baik mbak,  kalau begitu saya permisi ya mbak mas" Ucap Cila tanpa melirik pasien yang sedari tadi menatap nya tanpa henti.

"Suster disini aja,  kupas kan apel dan suapan ke aku" Ujar Fano dengan kosa kata yang sudah aku kamu bukan saya anda lagi.

Karyn dan Arga yang mendengar itu sangat terkejut, terlebih lagi Karyn sebab pasal nya baru aja kemarin dosen nya atau mantan dosen nya itu mengancam nya.  Dan kini ia berubah.  Seketika Karyn merasa seperti sudah melakukan kebaikan sebelum nya sehingga kabar baik ini datang kepada nya.

"Ayah bapak kemana kok ngk nampak? " Tanya Arga yang heran dengan ayah nya pak Fano, dari gelagat yang mengaku ayah nya Fano itu membuat Arga curiga namun ia belum memastikan itu sehingga dia diam saja.

"Ayah? " Tanya Fano dalam hati karna ayah nya sudah tidak ada didunia ini bagi nya. Ayah yang sudah menelantarkan nya di panti asuhan. Jangan Tanya ibu nya karna dari surat yang ditemukan pemilik panti sang ibu telah tiada karna melahirkan dia..

"Dia pergi keluar kota ada urusan bisnis" Jawab Fano yang berpikir itu mungkin ayah angkat nya tapi kenapa ayah angkat nya datang ia tidak tau. Selama ini ayah angkat nya selalu mengabari ia kemana pun beliau pergi. Aneh-pikir Fano tapi ia tidak ambil pusing.

###

"Bos,  ada berita terbaru.  Dia menyukai suster yang bernama Celline dan menurut mimik wajah nya ini berbeda dengan perempuan sebelum nya.  Seakan akan kali ini ia ingin serius." Lapor anak buah pada bos nya yang sudah memasang wajah mengerikan karna laporan nya itu.

"Dasar Goblok.  Hanya karena suster miskin itu ia merelakan berlian.  Awas aja kalau dia jumpa sama saya.  Maka tidak ada lagi Fano yang kedua seperti dia didalam organisasi ini" Ujar bos organisasi yang diikuti Fano dulu namun sekarang anak itu jarang datang untuk kepentingan organisasi.

Mendengar perkataan bos nya membuat anak buah sang pengirim pesan itu ngeri sendiri.

"Siap kan anggota untuk menculik wanita itu dan anak ingusan itu" Titah bos nya dengan mutlak

"Wanita itu maksud bos suster nya atau si berlian nya? "

"Suster nya bodoh.  Setelah dapat maka ancam dia dengan apapun.  Mengerti?? "

"Mengerti bos" Sahut anak buah nya sambil menelpon rekan nya guna menjalankan misi mereka.

"Dia pikir dia siapa sehingga dengan berani nya menukar arah rencana. Jangan harap bahwa dia akan selamat dalam hidup nya" Batin bos organisasi tersebut.

###

"Aku mencintaimu.  Maaf sudah lancang mencintai mu tanpa seizin mu tapi ketahui lah aku sudah meminta izin pada Tuhan mu"

Suara lantang itu membuat Karyn gugup,  malu,  dan terkejut.  Bagaimana ngk gugup kalau orang itu merupakan Arga si anak SMA,  Bagaimana ngk malu kalau ia mengutarakan nya di cafe Hits ini.  Dan bagaimana ngk terkejut kalau ia mencintai nya dengan kurun waktu yang cepat.

Tanpa melihat Karyn berujar,  "Bila kau serius maka datang lah ke rumah ku" Setelah mengatakan hal itu ia pergi dari cafe Hits itu meninggal kan pria yang tersenyum senyum mendengar jawaban pujaan hati nya.

"Perempuan nya sok alim ya,  kenapa ngk langsung Terima aja.  Kalau aku jadi dia udah aku sikat tuh.  Udah ganteng suara nya bagus.  Apa lagi coba yang mau di tunggu"

Tanpa sadar tangan Arga tergepal  erat mendengar cibiran orang lain untuk pujaan hati nya.

"Perhatian,  perempuan tadi bukan sok alim yang sudah kalian pikir kan.  Tetapi menurut saya dia memang alim dan takwa kepada Tuhan nya,  sehingga ia tidak mau berpacaran.  Karena itu dia meminta saya datang ke rumah nya. Wanita yang baik adalah wanita yang menjaga harga diri dan martabat nya didepan laki laki.  Walaupun laki laki itu merupakan cinta mati nya."

Setelah mengatakan apa yang ia kata kan,  dengan segera ia melangkah pergi dengan senyuman bahagia.

"Makasih ya Allah,  sudah mencairkan hati yang beku dalam diri nya." Batin Arga

#####

*apa yang kau tabur,  itu yang akan kau tuai*

By. Desi_dly12

Jangan lupa Vote ya teman"

ARKA   {Arga & Karyn}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang