Dila,salsa,Dan Kevin menatap Ayla menunggu penjelasan dari Ayla.
"Okeoke gua jelasin".
"Jadi gua sama ferel sudah menikah"ucap Ayla
"HAH?!"ucap Dila terkejut
"Diem dulu gua jelasin,jadi orang tua gue sama orang tua ferel sahabat, mereka menjodohkan kami berdua,ya begitulah jadinya"penjelasan Ayla
Dila dan salsa terkejut bukan main.
"Gila ya lu,lu anggap kami berdua apa,lu ga undang kami ke pernikahan lu"ucap salsa.
"Gua bukan ga mau ngundang kalian berdua,gua hanya belum siap kalo orang mengetahui gua sudah nikah"ucap Ayla.
Kevin yang mendengar penjelasan Ayla tadi kaget,dan langsung keluar dari tenda tanpa mengatakan apapun.
"Gue terlambat"gumam Kevin yang berada diluar tenda Ayla.
Ferel mendekati Kevin yang sendirian berada diluar tenda Ayla.
"Gua bilang sama lu jauhin Ayla sekarang"ucap ferel pada kevin.
"Ga akan,gue tau Ayla terpaksa nikah sama lu,gue yakin Ayla ga cinta sama lu,jadi gue ga akan jauhin Ayla"ucap Kevin dengan tegas.
Ferel sudah sangat geram melihat Kevin,saat ferel ingin melayangkan tinjunya pada Kevin. Tiba-tiba panitia memanggil semua mahasiswa.
"Perhatian semuanya disini saya akan mengumumkan hadiah yang akan diberikan, dimohonkan semuanya berkumpul"Ucap panitia
Ferel yang ingin melayangkan tinjuannya pada Kevin gagal.
Ayla yang mendengar pengumuman dari panitia keluar dari tenda nya,Kevin dan ferel yang melihat Ayla,langsung membantu Ayla untuk berjalan.
Ferel mendorong Kevin untuk menjauhi Ayla.
"Gua sama salsa Dila aja,kalian berdua kesana duluan"ucap Ayla
"Ay lu sadar ga sih Kevin itu kayanya suka deh sama lu"ucap salsa pada Ayla
"Lu pikir deh semenjak lu dekat dengan Kevin,gimana sikap Kevin dengan lu?"lanjut salsa
Ayla yang mendengar ucapan salsa langsung berpikir dari awal ia dekat dengan Kevin,Kevin sangat perhatian padanya,Kevin selalu ada buat dia. Tapi dia tidak mungkin bisa bersama Kevin,yaa karna dia sudah jadi istri orang.
"Ah perasaan lu aja kali sal"tepis Ayla
Mereka bertiga menuju ke sumber suara
"Baiklah disini kami sudah menemukan satu kelompok yang memenangkan misi kali ini"ucap panitia
"Yaitu kelompok ferel dan kawan-kawan, hadiahnya kami memberikan kebebasan buat kelompok ferel untuk meminta makanan apa saja yang mereka ingin kan"ucap panitia
Mahasiswa lain yang mendengar itu mulai bersorak.
"Tenang-tenang kalian semua sudah kami siapkan makanan disebelah sana jangan khawatir"ucap paniti menenangkan mahasiswa yang lain
"Dan ingatt Bsok sore kita akan melihat sunset di pantai dekat sini"lanjut panitia.
Semua mahasiswa pun bersorak bahagia mendengar ucapan panitia.
Kelompok Ayla pun menemui panitia dan memesan makanan yang mereka inginkan.
Setelah itu mereka berkumpul di depan tenda Ayla.
"Ay gimana?masih sakit ga?"tanya Kevin
"Udah mendingan Vin"jawab Ayla Dengan senyuman.
Mereka bertujuh berkumpul sambil menunggu makanan mereka diantar panitia. Setelah 25 menit mereka menunggu akhirnya makanan mereka datang.
Ferel melihat dirinya dan Ayla duduk berjauhan langsung pindah tempat duduk disamping Ayla.
Salsa dan Dila yang peka pun langsung menjauh dari Ayla.
Fiko dan Fahri yang melihat kelakuan ferel hanya tersenyum geli.
Beda dengan Kevin yang memasang muka datarnya saat melihat pasutri tersebut.
Mereka mulai memakan makanan yang mereka pesan.
Ayla bingung melihat banyaknya makanan didepannya,dan mana yang terlebih dahulu ia makan, Kevin yang melihat Ayla kebingungan.
"Ay lu mau gua recommend makanan yang enak ga?ni lu harus makan ini"ucap Kevin sambil menyerahkan makanannya pada ayla.
Ayla mengambil dari tangan Kevin.
"Oke gua coba ya"ucap Ayla, setelah makanan tersebut masuk kedalam mulut ayla langsung membelalakkan matanya tanda ia menyukainnya,ia langsung mengacungkan jempolnya pada Kevin.
Setelah itu Kevin terus terusan memberikan makanan pada Ayla untuk Ayla coba.
"Vin lu ga makan?"tanya Ayla
"Iya ni gua makan kok"jawab Kevin sambil menatap Ayla tersenyum.
Ferel yang dari tadi diam saja melihat Kevin dengan Ayla mengepalkan tangannya tanda ia emosi.
'kevin lu udah gua peringatin masih aja'batin ferel emosi.
Ayla yang sadar melihat ferel mengepalkan tangannya dengan emosi. Langsung memegang tangan ferel untuk meredakan emosi sambil menatap ferel.
Ferel yang sadar tangan nya di pegang langsung menatap ayla. Ferel langsung membalas pegang tangan Ayla sambil tersenyum.
"Eh lu kalo mau mesra-mesraan jangan depan kita dong"ucap Fahri
Ayla yang mendengar ucapan Fahri langsung melepaskan tangannya dari ferel.
"Sewot amat lu"ucap ferel.
Dan mereka semua melanjutkan makan malam mereka.
Satu persatu dari mereka mulai memasuki tenda,Fahri dan Fiko sudah memasuki tenda begitu pun dengan salsa dan Dila, hanya tinggal Kevin, ferel dan Ayla yang tersisa.
"Vin lu ga masuk tenda?ga capek lu?"tanya Ayla.
"Iya gue ke tenda dulu ya ay"sambil mengusap kepala Ayla.
Ferel yang melihat itu ingin rasanya meninju Kevin. Tapi ditahan Ayla.
"Lu kenapa sih rel,dari tadi gua perhatiin"tanya Ayla
"Ya lu liat sendiri dia ngusap pala lu"jawab ferel.
"Ya kenapa, gapapa kali kan kami temenan"ucap Ayla.
Ferel yang mendengar ucapan Ayla, langsung menatap Ayla. Ayla pun langsung mengalihkan pembicaraan.
"Balik sana ke tenda lu"usir Ayla pada ferel
"Gua ga bakal balik kalo lu ga masuk tenda"ucap ferel.
"Gua masih mau di luar, menghirup udara segar"ucap Ayla.
" Ga lu masuk ay sekarang"ucap ferel
"Lu kenapa sih rel kok jadi ngatur-ngatur gini,biasa aja kali"ucap Ayla jengah melihat sikap ferel.
Ayla pun mengalah dan masuk ke tenda dengan dibantu ferel. Ferel pun juga balik ke tendanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE DESTINY
RomanceTakdir yang tidak disangka-sangka,dijodohkan dengan "dia",dan keduanya pasrah menerima perjodohan tersebut,dan hari-hari mereka sangat lah dingin,ada apa dengan mereka?apakah hari-hari mereka bisa mencair?
