💜25💜

3 0 0
                                        

Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, kebetulan hari ini libur kuliah.

Kesempatan Ayla untuk tidur lama, saat Ayla membalikkan badanya ke arah kiri,ia kaget bukan main.

"Aaakkhhh kenapa Lo disini"ucap Ayla kaget

Ayla ingin beranjak dari kasur tapi ditahan dengan ferel, Ayla teriak karna ferel sedang memeluk nya dan Ayla bingung bisa-bisannya mereka tidur satu ranjang.

"Kamu mau kemana lanjut tidur aja kan ga kuliah"ucap ferel menarik Ayla lagi dalam pelukannya.

Ayla berusah untuk melepaskan dirinya dari ferel,tapi usaha nya gagal. Tenaga ferel lebih kuat darinya mau ga mau pun Ayla akhirnya pasrah.

"Kok gua bisa disini sih"gumam Ayla

"Kamu ga inget, kamu sendiri Loh yang ke kamar aku"ucap ferel.mendengar gumaman Ayla.

"Ga mungkin gua tadi malam tidur di kamar gua,ga mungkin gua tidur sambil berjalan"ucap Ayla membantah.

"Mana tau kan emang kamu tidur sambil berjalan"ucap ferel tertawa sambil masih memejamkan mata nya.

"Jujur Lo kan yang angkat gua ke kamar lu?"tanya Ayla

"Hmm"ucap ferel

"Nah kan ga mungkin kali gua tidur sambil jalan"ucap Ayla yang mengambil kesempatan untuk melepaskan tubuhnya dari pelukan ferel,tapi tetap gagal juga.

"Jangan kemana-mana bentar aja"ucap ferel menahan Ayla

Tiba tiba ferel mencium kening Ayla kemudian pipi setelah itu hidung Ayla,dan yang terakhir ferel mengecup bibir Ayla berkali-kali. Ayla kaget bukan main dengan tindakan ferel.

Setelah melakukan tindakan itu ferel makin memeluk Ayla lebih erat.

Tanpa disadar Ayla dan ferel pun mereka tertidur kembali dalam pelukan mereka berdua.

Hari pun sudah siang menunjukkan pukul 11. Ayla terbangun dan tidak melihat ferel disebelahnya. Ayla langsung pergi ke kamarnya dan membersihkan dirinya.

Saat Ayla hendak turun ke bawah,Ayla mendengar samar-samar ferel sedang menelepon di ruang tengah.

"Kenapa?"tanya ferel pada penelpon

"...."

"Ga mau gua"ucap ferel

"...."

"Ya udah, jam berapa? Di mana?"tanya ferel

"...."

'tu ferel mau kemana emangnya, nelpon nya sembunyi sembunyi gitu'batin Ayla.

Ayla langsung kembali lagi ke kamarnya,ia tidak ingin jika ferel tau dia menguping tadi.

Ayla mengintip dari kamarnya melihat ferel mengambil kunci mobil,tanpa meminta izin lagi ke Ayla kalo dia mau keluar.

Ayla pun diam-diam mengikuti ferel menggunakan taksi.

Sesampainya di sebuah restauran, Ayla melihat ferel bersama dengan perempuan Ayla tidak bisa melihat sih perempuan Dengan jelas. Posisi Ayla masih berada dalam taksi.

Tiba-tiba mata Ayla tertuju pada satu sosok yang sedang berdiri dipinggir jalan sekitaran restauran seperti sedang menunggu taksi.

"Kevin?"ucap Ayla

"Eh ay lu lagi ngapain disini"tanya Kevin

"Itu gua mau ke restauran itu mau makan,lu mau kesana ga yuk bareng biar gua traktir"ucap Ayla sebagai alasan.

"Hmm kebetulan gua belum makan,ya udah"ucap Kevin menerima ajakan Ayla.

Mereka berdua memasuki restauran dan mengambil tempat duduk membelakangi ferel dan perempuan itu.

Kevin masih belum menyadari jika ada ferel disitu, begitupun ferel masih belum menyadari jika ada Ayla dan Kevin di tempat yang sama.

Kevin memanggil pelayan untuk memesan makanan.

"Permisi mbak mau pesen"ucap Kevin

"Kamu mau makan apa ay"ucap Ayla

"Hmmm aku mau ini,ini sama ini"ucap Ayla sambil menunjuk makanan yang ia mau. Begitu pun dengan Kevin.

Disisi ferel...

Ferel merasa familiar dengan suara cowok dan cewek yang duduk membelakangi mereka. Ferel mendengar cowok tersebut memanggil 'ay'.

'apa itu ayla'batin ferel.

Ferel pun membalikkan badannya dan melihat apakah benar suara yang ia dengar itu Ayla. Dan benar itu Ayla dengan sosok yang sangat ia benci Kevin berdua dengan istrinya.

Ferel mengepalkan tangannya, tiba-tiba Laura memegang tangan ferel untuk menenangkan nya, yaa perempuan yang sedang bersama ferel itu adalah Laura.

Ferel langsung menepis tangan Laura. Ia sudah sangat emosi melihat Ayla dan Kevin begitu akrab. Akhirnya ferel berdiri dari tempat duduk nya dan menghampiri meja Kevin dan Ayla.

"Ayla km ngapain disini sama dia?"tanya ferel

Ayla hanya diam sambil melanjutkan makannya,dan Kevin hanya diam dia tidak tahu apa apa.

"Ayla jawab pertanyaan aku"ucap ferel mulai emosi.

"Lu ngapain disini?"tanya balik Ayla pada ferel.

Ferel diam seribu bahasa ia tidak tahu apa yang akan dijawabnya.

"Aku nanya duluan ay"ucap ferel.

"Ya gua disini mau makan sama sahabat gua,emang ga boleh?"ucap Ayla

"Ay gua pulang aja ya, makasih makanan nya"ucap Kevin ia tidak mau mencampuri masalah mereka berdua

"Eitts Vin mau kemana lu,blom juga selesai kita makan"ucap Ayla sambil menahan tangan Kevin

Ferel yang melihatnya makin emosi. Dan menarik tangan Ayla keluar dari restauran itu.

"Lepasin kenapa sih lu?ganggu gua aja lagi ngobrol sama sahabat gue"ucap Ayla

"Aku udah bilang jauhin Kevin aku ga suka kamu Deket sama Kevin"ucap ferel

"Kenapa kan Kevin sahabat gua dia baik juga kok,ga kaya lu munafik"ucap Ayla ketus.

Ferel kaget mendengar kata-kata Ayla yang terakhir.

Ferel pun menarik Ayla masuk kedalam mobil dan membawa Ayla pulang kerumah.

Sesampainya dirumah Ayla langsung keluar dari mobil ferel dan langsung berlari memasuki rumah dan langsung menuju ke kamarnya. Dan mengunci pintu kamarnya.

LOVE DESTINYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang