"Ayla ayo keluar,kamu belum makan apa-apa dari tadi,ini udah malam"panggil ferel
Ayla masih mengurungkan dirinya di kamar.
"...."tidak ada jawaban dari Ayla
"Ayla kalo kamu ga mau keluar aku buka ni pintu,aku punya kunci cadangan nya Lo"canda ferel memancing Ayla untuk membuka pintu.
"Oke aku hitunga ya, 1, 2, 3, 4,.."hitung ferel tiba-tiba Ayla dengan sukarela membuka kan pintu.
Tapi Ayla hanya membukakan pintu tidak mengeluarkan sepatah kata pun pada ferel dan ia langsung menuju kasurnya lagi dan mengambil handphone nya.
Ferel tanpa izin pun masuk dan langsung duduk di kasur tepat sebelah Ayla duduk.
Ayla masih mencuekin ferel dengan menatap handphone nya.
"Ayla kamu kenapa?marah sama aku?apa jangan-jangan kamu cemburu ya?"goda ferel pada Ayla
Ayla yang mendengarnya langsung menatap ferel hanya seperkian detik, Ayla langsung menatap handphone nya lagi.
"Bisa ga kamu singkirin dulu itu handphone"ucap ferel
"...."
"Ayla aku mau jelasin ini ke kamu, jadi aku harap kamu dengerin aku!"ucap Ferel tegas sambil mengambil handphone dari tangan Ayla.
Ayla masih diam dan ia sebisa mungkin tidak menatap mata ferel.
"Oke dengerin ya, aku tadi buru-buru makanya ga izini sama kamu,dan cewek tadi itu dia namanya Laura,dia cewek yang pernah aku sukai,tapi aku sudah tau gimana dia aslinya akhirnya aku memutuskan untuk melupakannya, tapi tidak dengan dia,dia masih saja menelpon aku untuk bertemu,dan tadi adalah pertemuan aku terakhir sama dia, dia bersikeras mau berpacaran dengan aku, dan aku langsung jujur saja dan bilang aku sudah menikah, ia kaget tidak percaya dan tiba tiba aku mendengar suara kamu dan lihat kamu dengan Kevin itu dan aku langsung saja memberitahu pada Laura bahwa perempuan yang sedang bersama cowok lain duduk di belakang aku itu istriku, akhirnya dia mengalah dan dia berjanji tidak akan mengganggu kehidupan aku lagi"jelas ferel panjang lebar
Ayla yang mendengarnya masih antara percaya dan tidak.
"ayla kamu dengar ga aku ngomong?"tanya ferel pasalnya ayla tidak menatap dirinya sama sekali.
"hmm"ucap ayla
"oke sekarang hak kamu mau percaya atau ga, setidaknya aku sudah menejelaskan dengan jujur"ucap ferel sudah lelah dengan sikap ayla.
ferel langsung beranjak dari kasur ayla, tiba tiba ayla menahan tangan ferel dan langsung menarik ferel kedalam pelukkan nya. ferel pun membalas pelukan ayla.
"kenapa?"tanya ferel mendengar ayla menangis
"gua ga mau cinta gua bertepuk sebelah tangan lagi sama lu, cukup itu dulu" ucap ayla mengingat rasa suka dia sama ferel pada masa smp.
ayla mungkin lebay, tapi itu lah kenyataan nya dulu dia hanya memendam rasa suka itu selama 3 tahun, sekarang laki laki itu sudah menjadi suaminya dan ia tidak mau melepaskannya.
"hah?"bingung ferel
"nggak kok ya udah ayo makan, nanti gua cerita" ucap ayla mengalihkan pembicaraan
mereka berdua pun turun kebawah dan makan bersama.
"ayla please, tidur dikamar aku yaa?"mohon ferel.
"kalo gua jawab ga pun lo bakal ngelakuin hal sama kaya kemaren"ucap ayla mengingat kemarin ia tiba tiba dikamar ferel.
ferel pun hanya tersenyum.
"oke aku tunggu kamu dikamar aku ay"ucap ferel tegas
setelah ayla membersihkan semua di dapur ayla pun langsung menuju ke kamar ferel.
"sini"ucap ferel sambil menepuk kasur menyuruh ayla duduk disebelahnya.
ayla langsung naik ke atas kasur dan duduk di sebelah ferel.
"ayla tadi kamu mau cerita?cerita apa?"ucap ferel penasaran
"ah enggak lupa gua"ucap ayla menghindari pertanyaan ferel. dan langsung berbaring membelakangi ferel.
ferel baring mengikuti ayla dan langsung memeluk ayla dari belakang.
"cerita aja, aku dengerin kok" ucap ferel sambil mengeratkan pelukannya.
"lu tau di antara kita berdua siapa yang suka duluan?"tanya ayla pada ferel.
"aku, kan aku yang suka kamu duluan ay"ucap ferel. ayla tersenyum.
"kenapa?"tanya ferel
"sejujurnya gua yang pertama kali suka sama lu"ucap ayla membalikkan badanya menghadap ke ferel. ferel memasang muka bingungnya setelah mendengar ucapan ayla. ayla terkekeh melihat ekspresi ferel.
"oke dengerin ya"ucap ayla
"lu inget ga smp kita sekelas bareng?berapa tahun"tanya ayla
"inget,kita sekelas 3 tahun "ucap ferel masih dengan muka bingungnya.
"oke bagus,gua lanjut yaa asal kan lu tau gua suka sama lu dari kelas 7, gua kira rasa suka gua hanya sementara, tapi setelah kelas 8 kita sekelas lagi rasa suka itu ga hilang dan makin tambah jadi, tapi lu sama sekali cuek kaya gua itu ga ada dikelas itu,kaya lu ga mau berteman sama gua pokonya lu sama gua jauh banget, setelah itu kelas 9 kita sekelas bareng lagi dan rasa suka itu masih ada dan masih sama ga pudar,tapi setelah gua denger lu suka sama cewek di kelas sebelah, sebenarnya gua aga iri dengan Tu cewek karna lu suka sama dia,lah gua yang suka sama lu di toleh aja ga, tapi waktu kelas 9 selain lu ada lagi yang ganteng jadi dikelas 9 ada 2 cowok yang gua suka, lu sama dia, setelah itu kemudian kita lulus SMP dan kita beda SMA rasa suka gua sama lu masih ada tapi dengan seiringnya waktu rasa suka itu sudah ga ada lagi dan gua udah lupa dengan lu, tiba-tiba lu ada di universitas Yang sama kaya gua, tapi gua bodo amat toh gua ga suka sama lu lagi, tiba-tiba ada perjodohan ini kaya akhirnya cinta gua yang gua pendam sendiri bertahun tahun terbalas kan"ucap Ayla panjang lebar
Ferel yang mendengar cerita Ayla tersenyum menatap Ayla dan langsung memeluk erat Ayla sambil mencium kening Ayla.
"Siapa cowok yang kamu suka selain aku di SMP?"tanya ferel cemburu.
"Ada deh rahasia"goda Ayla tersenyum
Ferel makin mengeratkan pelukannya pada Ayla dan sesekali mencium bibir Ayla. Ayla membalas pelukan ferel tak kalah erat nya dan mereka berdua pun tertidur dengan berpelukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE DESTINY
RomanceTakdir yang tidak disangka-sangka,dijodohkan dengan "dia",dan keduanya pasrah menerima perjodohan tersebut,dan hari-hari mereka sangat lah dingin,ada apa dengan mereka?apakah hari-hari mereka bisa mencair?
