Darahmu berkelana
Berdesir menyisiri lika-liku kehidupan
Mencari, di mana doa-doa dikirim
Melepasku, beban pikiran bernama dosa
Nyawamu membara
Di rerumputan di ujung bukit harapan
Meneguk anugerah-Nya tanpa siapa pengganggu
Tanpa siapa bertanya, tanpa siapa meminta
Ragamu riuh, Berkicau tak mau diam
Meminta ini itu tak ada hentinya
Padahal memberi masih bertanya "untuk apa?"
Tuhanmu telah menerimamu. Berterimakasihlah
Ia sebaik-baiknya penerima doa. Sadarlah
Kau pikir hidupmu tanpa ruh?
Kau pikir gerakanmu tanpa syaraf?
Tuhan menciptakanmu, Maka hiduplah
Carilah tempat di mana lenteramu berada
Carilah cahaya-Nya. Peluk ia. Jangan lepaskan
Tetaplah hidup, jangan redup
KAMU SEDANG MEMBACA
Sejak sajak hadir
PoetryDari sajakmu, lengkap tak lagi jadi syarat. Dari suaramu, merdu tak lagi jadi penentu. Dan dari sastraku, aku menemukan sesuatu yang telah lama menghilang.
