Filosofi Dirimu

2 1 0
                                        


Cuaca berbohong padaku hari ini

Ia berkata hujan, kemudian mentari memunculkan diri

Ia berkata mendung, padahal terang mulai menyerang

Marah, diriku mengingatmu

Filosofi itu tak mau jauh meski rasa ini telah runtuh

Menggema di sudut ruang bernama hampa

Mencekam, di ujung rindu bernama sesak


Sejenak, nostalgia kembali menuntun mata hatiku

Menemuimu dalam ingatan tak berpintu

Memekakkan telinga bak samurai saling beradu


Kau hadir menyapa sastraku

Menggubah kalimatku dengan sajakmu

Meracuni kata-kataku melalui logat indahmu

Merengkuh setiap titik, mencumbu setiap bait

Lalu, suara ketenangan merebahkan dirinya

Bernapas lega di antara nyiur yang mendayu-dayu

Perlahan, menyentuh lubuk hati terdalam


Hingga ungkapan cinta tertutur dari bibirmu

Tanpa ada aba-aba, terungkap begitu saja

Waktu seolah terhenti ketika aku masih bergerak

Berpikir, meresapinya.

Sadarkah dirimu?

Bahwa telah lama kukosongkan hatiku dari orang sepertimu

Kemudian kau hadir seolah tanpa dosa

Tanpa gemetar mengucapkannya


Memang, kau ini gila.

Dan aku adalah sebeku-bekunya wanita

Sejak sajak hadirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang