First Meeting (WeiLan)

204 12 0
                                        

𝑾𝒓𝒊𝒕𝒕𝒆𝒏 𝒃𝒚 𝑺𝒉𝒆𝒏 𝑾𝒆𝒊 & 𝒁𝒉𝒂𝒐 𝒀𝒖𝒏𝒍𝒂𝒏 ryeskytten

☺︎︎☺︎︎☺︎︎

Prompt Day 1

(First Meeting)

***

Sore itu, tidak seperti sore-sore biasanya. Zhao Yunlan pulang dan melihat mangkuk makanan Da Qing masih penuh.

Tidak biasanya Da Qing tidak menyentuh ikan asin kesukaannya.

"Kucing gendut!"

"Da Qing!"

"Kemana kau?"

Zhao Yunlan pun mencari-cari Da Qing ke seluruh ruangan. Namun, tidak terlihat jejak sang kucing hitam..

Walaupun terkadang Da Qing sering bermain di lingkungan sekitar, ia tidak pernah melewatkan waktu makan — apalagi ikan asin kesukaannya.

Hal ini membuat Zhao Yunlan mulai khawatir — ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Da Qing. Terutama setelah mendengar beberapa kasus penemuan kucing yang dilempari batu atau terlindas kendaraan di berita.

Ia pun bergegas keluar dari apartemennya untuk mencari Da Qing.
.
.
.
Zhao Yunlan mengunjungi Pak Tua Wu, kakek kelontong yang sering memberi Da Qing makan.

Saat melihat Zhao Yunlan, Pak Tua Wu yang sedang menyesap kopinya tersenyum dan melambaikan tangannya.

"Hei, aku baru saja mendapatkan kopi ini dari temanku. Ayo kemari cobalah."

"Aku sedang mencari Da Qing, ia kesini?" tanya Zhao Yunlan.

"Da Qing? Tadi siang dia datang, tapi sudah pergi dari tadi."

.
.

Zhao Yunlan mengunjungi beberapa tempat yang mungkin didatangi Da Qing. Namun, lagi-lagi ia mendapatkan jawaban serupa — jawaban yang mengecewakan.

Toko olahraga Lao-Chu: "Tidak lihat."

Toko obat Zhu Hong: "Da Qing? Hari ini dia tidak datang."

Abang Warnet Lin Jing: "Banyak sekali kucing yang datang setiap harinya, mana ku tahu dia datang atau tidak."

Asisten perawat Xiao-Guo: "E.. a.. kucing.. tidak ada.."

Penjaga perpus Wang Zheng: "Tidak, hari ini ada inspeksi, jadi kucing tidak boleh masuk."

Kekhawatiran Zhao Yunlan memuncak. Jika Da Qing tidak ada dimana-mana, kemana bisa ia pergi?

Ia mencari di selokan, di pohon, di bak sampah.. Namun tetap tidak terlihat ujung ekor Da Qing.

Zhao Yunlan terus mencari, mencari, dan mencari tanpa hasil.

.
.

Waktu menunjukkan pukul 17.35

Terdengar alunan merdu musik klasik dari sebuah toko disudut jalan Universitas. Alunan nada lembut menguar membawa ketenangan bagi siapa saja yang mendengar.

Rona senja menghiasi sore itu, angin dingin bertiup lemah menggoyang ranting menjatuhkan daun-daun keringnya, hinggap dibahu seorang pemuda berkacamata yang kebetulan lewat disana.

Shen Wei baru saja akan kembali ke apartemen, setelah seharian harus bergelut dengan rutinitas hariannya di tempat kerja. Seperti biasa Shen Wei selalu melalui jalanan yang sama dengan berjalan kaki, mendengar alunan nada yang sama, bertemu dengan orang-orang yang juga tak lagi asing di sepanjang perjalanan.

December PromptsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang