[ 𝐌 ] Apakah kalian pernah mendengar tentang sebuah kisah, dari dongeng Cinderella? Dimana, Cinderella adalah seorang gadis yang hidup bersama seorang ibu dan kedua saudara tirinya. Dan tentu saja hidup Cinderella begitu sengsara, sebelum akhirnya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • •
Pagi ini mentari bersinar cerah, menelusupkan bias hangatnya melalui celah-celah gorden sebuah ruangan dimana terdapat dua presensi berlainan jenis yang masih terlihat terlelap di balik selimut hangatnya.
Terbuai dalam mimpi indahnya, sebuah lengan yang mendarat tiba-tiba di pinggang mungilnya , seketika membuat kedua mata Lalisa mengerjap perlahan. Gadis itu lantas menggeliat perlahan dan...
"Awh!"
Lalisa memekik spontan, sebelum akhirnya mendesis lirih menahan sakit. Gadis itu lantas membangunkan diri tepat setelah menyingkirkan perlahan lengan Jungkook yang melingkar lembut di pinggang mungilnya. Dan sontak pergerakan Lisa, membuat Jungkook turut mengerjapkan mata. Sepertinya, tidur lelap pria itu telah terusik.
"Kenapa?" Jungkook turut membangunkan diri kala ia mendapati Lalisa -- sang istri -- yang telah mendudukkan diri lengkap dengan sebuah ringisan di wajahnya.
"Sakit," rintih Lisa. Kedua tangan wanita itu bergerak ke arah bawah. Membuat selimut yang menutupi tubuhnya, seketika tersingkap begitu saja.
Dengan kedua mata yang masih belum terbuka sempurna, arah pandang Jungkook mengikuti pergerakan tangan Lisa. Dan sekejap berikutnya, sebuah cengiran tanpa dosa seketika tersungging di paras tampannya.
"Ah, tak apa. Nanti juga akan membaik dengan sendirinya." Jawab Jungkook enteng.
Mendengar ucapan Jungkook, Lalisa mendecih. Bagi Lisa, pria ini benar-benar gila. Bagaimana tidak? Semalam adalah pengalaman pertama bgainya. Namun, Jungkook justru menghajar dirinya tanpa henti. Ya... Rasanya memang nikmat sih, tapi imbasnya, pangkal paha Lisa kini terasa nyeri luar biasa.
Belum usai dengan desisan lirih menahan sakit, kedua mata Lisa seketika membola kala ia mendapati Jungkook kembali menarik selimut dan menyamankan posisi.
"Kenapa tidur lagi?!" Suara Lisa sedikit meninggi, merasa kesal dengan tingkah Jungkook.
"Ish! Tanggung jawab Jungkook! Ini benar-benar sakit." Lisa merengek, tangan gadis itu bergerak, mengguncang tubuh Jungkook yang bahkan telah kembali memejamkan matanya itu.
"Iya, aku akan tanggung jawab. Aku kan suami mu. Jika kau hamil, itu juga anakku." Jawab Jungkook kembali, tanpa membuka matanya sedikitpun.
Ucapan Jungkook lantas membuat Lisa terdiam. Sorot mata wanita itu memincing tajam, merasa kesal dengan tingkah suami nya itu. Hingga akhirnya, tak lagi memperdulikan atensi pria yang kembali berbaring itu, Lisa mulai meringsut perlahan menuruni ranjang.
Dengan tertatih, Lisa meraih bathrobe miliknya semalam yang kini tergeletak tak berdaya di sisi ranjang. Seolah tak memperdulikan rasa sakit di area pangkal pahanya, wanita itu mulai melangkah perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Persetan dengan Jungkook! Sungguh, Lisa merasa kesal di buatnya.