🍃 i'm Lisa, not a Cinderella - 1 -

18.6K 1.5K 618
                                    

- Blank Space Teaser Video -



Kehidupan Lalisa Kim, tak ada yang berubah. Tetap berada di titik yang sama dalam Dua belas tahun lamanya.

Menginjak usia yang ke Dua puluh Tiga tahun ini, segala angan dan rencana yang telah ia susun dengan rapih, masih saja menjadi sebuah hal yang belum sanggup ia gapai. Tentang harta warisan peninggalan kedua orang tuanya, Lalisa Kim belum mampu menggenggam apa yang telah menjadi haknya secara penuh.

Jika berkata tentang usia legal, tentu usia Lalisa terbilang telah legal. Namun, surat wasiat yang turut tertera dalam harta warisan peninggalan kedua orang tuanya itu, mau tak mau membuat Lisa harus mampu bertahan sedikit lebih lama lagi, meskipun keadaan terasa semakin menyesakkan. Bahkan, membuat posisinya kian terancam.

Kepergian tiba-tiba kedua orang tua Lisa dalam kecelakaan pesawat Dua belas tahun silam, membuat Tuan dan Ny. Kim harus meninggalkan Lisa di usia belia. Tak hanya meninggalkan sang puteri yang saat itu masih berusia Sebelas tahun, namun juga turut meninggalkan sebuah perusahaan utama dengan beberapa cabang, sekaligus harta melimpah.

Lalisa adalah seorang puteri tunggal yang tidak memiliki saudara. Dan karena saat itu usia Lalisa masih sangat kecil, hal itu membuat hak asuh gadis itu jatuh kepada adik perempuan dari sang ibu. Namun yang meyesakkan adalah, Lisa harus tinggal bersama paman, bibi dan seorang anak gadis mereka di rumah Lisa. Sebuah keluarga yang menumpang dan pada akhirnya bertindak layaknya tuan rumah. Haha, memuakkan.

Mengingat kembali kepingan-kepingan memori yang hinggap di dalam benaknya, Lalisa menghela napas panjang. Kendati semua ini telah berjalan selama Dua belas tahun, namun tetap saja rasanya teramat sangat sesak.

Tok tok tok,

Sebuah ketukan pintu perlahan, membuat Lalisa mendongakkan kepalanya. Hingga sekejap kemudian, pintu ruang kerja gadis itu terbuka dengan sesosok wanita berpenampilan formal, yang merupakan sekretaris Lalisa. Shin Yura.

"Permisi nona Lisa." Shin Yura berucap sopan kala presensinya kini telah berdiri tepat di hadapan meja kerja Lalisa.

Lalisa berdecih. "Kita hanya berdua Yura. Berhenti berbicara formal." Dengus Lisa.

Shin Yura terkikik. Wanita yang berusia satu tahun di bawah Lisa itu, lantas menghela napas sebelum akhirnya mendudukkan diri di salah satu sofa yang terdapat di ruangan Lalisa.

"Ayolah Lisa, kau masih muda. Jangan tekuk wajahmu seperti itu. Kau terlihat menyeramkan." Goda Yura.

"Ck! Diamlah Yura. Daripada kau terus menggodaku, berikan apa yang aku minta. Kau mendapatkannya bukan?" Lisa kembali berucap, iris legam wanita itu menatap lurus kedua mata sang Sekretaris.

Sempat terdiam beberapa saat, Yura kembali berucap. "Oh, apa yang kau maksud adalah data diri pengusaha muda Jeon Jungkook? Jika iya, aku telah mendapatkannya." Yura bersuara seraya mengangkat salah satu tangannya. Dimana di sana, terdapat sebuah benda kecil berwarna gelap. Sebuah Flashdisk.

"Kerja bagus Yura." Seulas senyum tersungging di bibir Lisa. Gadis itu lantas berdiri dan beranjak menuju Sekretaris yang juga seorang sahabatnya itu, berniat meraih flashdisk dari tangan Yura. Namun belum sempat niat Lisa terlaksana, dengan cepat Yura kembali menggenggam erat flashdisk itu. Sebuah hal yang seketika membuat Lisa mengernyit heran.

BLANK SPACE [DI NOVELKAN] ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang