01 [ Jodoh pilihan ayah ]

9.4K 488 6
                                        

Di keesokan harinya, Aisyah menepati ucapannya kemarin untuk datang ke rumah sakit menemui ayah dan meminta maaf atas segala perbuatan yang selama ini Aisyah lakukan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di keesokan harinya, Aisyah menepati ucapannya kemarin untuk datang ke rumah sakit menemui ayah dan meminta maaf atas segala perbuatan yang selama ini Aisyah lakukan. Sebab Aisyah benar-benar menyesal dan tidak ingin terlambat untuk mengatakan maaf kepada ayahnya.

"Ayah.."

Laki-laki yang disebut ayah oleh Aisyah hanya bisa menyambut putrinya dengan senyuman hangat. Kemudian mengisyaratkan sang putri untuk duduk tepat di samping ranjangnya.

Belum semenit Aisyah duduk di dekat ayah, Aisyah meneteskan air mata. Membuat ayah tiba-tiba merasa khawatir.

"Kenapa?"

Aisyah menghapus sisa air matanya. Kemudian menatap ayah sambil tersenyum. "Aisyah cuma kangen sama ayah. Maaf ya Aisyah jarang jenguk ayah di sini."

Ayah hanya bisa merespon dengan senyuman sambil mengusap kepala Aisyah dengan lembut.

"Gimana kabar ayah?"

Ayah tetap tersenyum sambil mengatakan, "Ayah baik-baik saja, ayah sehat. Tunggu ayah pulang, ya, Aisyah. Nanti kalau ayah pulang, kita jalan-jalan lagi kemanapun yang Aisyah inginkan."

Bukannya senang dengan jawaban sang ayah, justru Aisyah semakin sedih karena Aisyah tahu ayahnya sedang berbohong demi tidak membuatnya bersedih.

Aisyah hanya merespon dengan anggukkan, seolah ia percaya dengan ayahnya.

"Oh iya, kata bunda, Aisyah sudah selesai dengan Fano ya?" tanya ayah yang dibalas anggukkan kepala oleh Aisyah. "Alhamdulillah.. Sudah, ya, Aisyah, jangan menjalin hubungan lagi."

Asyah hanya diam. Sedangkan ayah pelan-pelan melirik ke arah bunda, kemudian bunda mengangguk. Hal itu membuat Aisyah bingung.

"Ada apa?"

"Aisyah.. Selama ini ayah cuma punya satu anak, yaitu kamu. Jelas ayah menginginkan yang terbaik untuk anak ayah. Ayah sudah sakit-sakitan. Ayah nggak bisa jaga kamu dan bunda selamanya. Jadi apa boleh ayah minta sesuatu sama kamu?"

Aisyah menganggukkan kepalanya.

"Anggap aja ini permintaan terakhir ayah. Ayah mau suatu saat ayah pergi, ada yang jaga Aisyah. Ayah mau menjodohkan Aisyah dengan anaknya teman ayah."

Aisyah membulatkan matanya karena kaget. Lalu ia meminta penjelasan pada sang bunda tentang perkataan ayah. Karena Aisyah pikir mungkin ayah hanya bercanda. Tapi bunda malah mengangguk yang berarti perkataan ayah benar, tidak ada unsur bercanda.

"Ayah.. Aisyah baru satu minggu putus sama Fano, sekarang ayah jodohkan Aisyah dengan seseorang yang jelas Aisyah nggak kenal?"

"Kalau Aisyah setuju, akan ayah atur pertemuan kita."

Aisyah menggelengkan kepalanya berulang kali. "Kalau ayah menyuruh Aisyah untuk berhenti pacaran, Aisyah lakukan demi ayah dan bunda. Tapi kalau untuk perjodohan, Aisyah jelas menolaknya. Kuliah Aisyah belum selesai, cita-cita Aisyah belum terwujud. Terus kalau Aisyah menikah nanti, apa kata teman-teman Aisyah?"

[✓] IMAMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang