🎶 TIME SLIP 🎶

1K 208 30
                                    


Every great thing that my heart wants. Is right here when I close my eyes


================================







"Oke latihan hari ini selesai!" suara bernada perintah itu bergaung di ruangan besar yang dikelilingi cermin dan dipenuhi lampu terang itu. Empat gadis yang berdiri di tengah ruangan berseru gembira karena akhirnya kaki mereka yang rasanya seperti sudah mau copot itu bisa diistirahatkan. Mereka langsung mendudukan tubuh mereka di lantai ruang latihan sambil mengatur nafas dan memukul-mukul pelan paha mereka yang seperti mati rasa itu.

Joohyun menjadi yang pertama bangun dari istirahat peregangan kakinya. Ia bergerak menuju ke sofa yang berada di pojok ruangan dan mengambil beberapa barangnya di sana.

"Yorobun, aku pergi dulu ya." Ijinnya sambil memasukkan ponselnya ke dalam totebag yang sudah ia sangkutkan di bahunya.

"Dengan si Beruang?" tanya Wendy yang langsung diangguki oleh pemimpinnya itu.

"Kamu menginap lagi?" kali ini Joy yang bertanya sambil mengikat rambut panjangnya.

"Unnie.. Joohyun unnie memang tinggal disana, kalau dia tidur di dorm itu baru namanya menginap" yang merespon justru si Member termuda. Tawa jahilnya membuat Joohyun memuar bola matanya.

"Aku akan pulang ke dorm. Aku hanya pergi sebentar." Joohyun menjawab pertanyaan Joy.

"Kalian mau pergi kemana?"

Joohyun mengangkat bahunya pada petanyaan Wendy, "Entah.. tapi Seulgi sudah menunggu di luar gedung. Aku pergi yaa.."

"Hati-hati." Balas Wendy dan juga Joy berbarengan.

"Bawakan makanan!!" dan itu tambahan pesan dari Maknae. Joohyun hanya mengangkat tangan tinggi-tinggi dan memberikan isyarat 'OK' dengan jarinya sebelum keluar dari ruangan.

Gadis cantik itu melangkahkan kakinya di koridor yang sudah sepi sambil memakai masker mulutnya. Dia memang tidak akan keluar dengan Idol pria, namun dia juga tidak ingin orang-orang mengenalinya saat ia bersama Seulgi. Dia ingin menjauhi gadis itu dari perhatian publik.

Senyum si Kelinci merekah dari balik masker putih yang ia kenakan. Kakinya yang tadi melangkah santai berubah menjadi lebih cepat demi menghampiri sosok yang mengenakan hoodie hitam dan topi coklat itu. Dia menabrakan tubuhnya ke dalam dekapan si gadis bermata sipit yang sudah menyadari kehadirannya dari kejauhan.

"Jangan berlari seperti itu. Kalau Unnie jatuh dan terluka, bayangkan berapa uang yang harus asuransi keluarkan untukmu nanti?" nasihat Seulgi disertai tawa kecilnya. Sedangkan Joohyun hanya mendengus sebal karena gadis itu tidak pernah absen menggodanya di setiap pertemuan mereka.

"Kamu sudah lama menunggu?" tanyanya.

"hum setara dengan memutar album barumu sebanyak 5 kali."

Joohyun membulatkan matanya, "Selama itu? Kenapa tidak menelepon atau menunggu di dalam? Kamu pasti bosan menunggu sendiri?"

"Tidak juga, aku ditemani seorang gadis yang sangat cantik jadi tidak begitu masalah jika harus menunggu lama" Seulgi menggerakkan dagunya mengarah ke papan iklan yang memuat wajah seorang gadis yang ia puji 'cantik' tadi.

"Oh." Hanya itu respon yang Joohyun berikan sebelum pergi meninggalkan si Monolid yang tertawa melihat tingkahnya.

"Kamu cemburu?" tanya Seulgi sambil berusaha menyamai langkah cepat gadis yang lebih tua darinya itu.

ALBUM - ASEUL ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang