"Will we meet again in another life? But not like us now. There we will be together forever, until death do us part."
^^^^
Rades mengejar Ella dengan sekuat tenaganya, sehabis melihat Ella yang akan menangis ketika melihat ia dengan temannya di tangga.
Rades tidak tahu kenapa adik kelasnya itu lari setelah melihatnya, di dalam hati, ia bertanya-tanya, mengapa ini?
"Ella!"
Melangkahkan kakinya dengan cepat mengejar adik kelasnya itu.
Dengan cepat, Rades menarik pergelangan tangan Ella dengan erat, menangkap gadis itu dengan khawatir akan terjadi hal yang tidak terduga.
"Apa sih, Kak?!"
"Lo kenapa, sih? Tadi lihat gue tiba-tiba lari?"
Ella memiringkan kepalanya, matanya menyipit dengan tajam ke arah Rades seolah memiliki arti tersendiri.
"Kenapa?" tanya Rades sekali lagi.
Gadis itu menghempaskan telapak tangan Rades dengan kasar, terlihat dari matanya yang berkaca-kaca ingin menangis, dan juga ingin marah besar kepada perempuan di depannya.
"Kakak bilang kenapa? Kenapa? Maksudnya apa?!"
Ella berdecis lalu membuang muka ke samping, melihat jalanan yang ramai sebentar, melihat beberapa pasangan yang sedang jalan maupun berboncengan dengan tangan yang bergandengan mesra.
"Huft," ia menghempuskan napas kasar, "kakak selama ini beneran nggak pernah sadar atau pura-pura nggak sadar aja, sih?"
Rades membisu di tempat sembari terus menatap lekat mata gadis di depannya, ia berpikir apa salahnya, apa karena tadi dia jalan bersama temannya? Apa karena yang lain?
Satu tetes air mata Ella keluar mengalir ke pipinya yang lumayan berisi. Lalu ia mengelapnya dengan kasar dan menatap lagi ke arah Rades.
"Gue nggak ngerti maksud lo apa, Ella." suara lembutnya mampu membuat Ella tersentuh, tetapi karena ketetapannya yang masih marah kepada Rades, dia tetap menatap dengan tatapan amarah.
Rades mendekat beberapa langkah ke depan Ella hingga jarak diantara mereka sedikit lagi tidak berjarak.
Lantas Ella dengan cepat mendorong dada Rades hingga perempuan itu mundur lagi beberapa langkah.
"Aku itu suka sama kakak!"
Rades menahan napasnya sambil menatap Ella yang sekarang sudah tersedu-sedu dengan air mata yang terus mengalir ke pipinya.
"Ma–"
Belum sempat melanjutkan kata-katanya yang ingin dia sampaikan, Ella sudah berbalik badan lalu berlari meninggalkan Rades yang masih berdiri mematung di tempat.
"Kenapa... ini terjadi ke kita?"
*****
______
Jangan lupa vote, comment, dan follow akunku sebelum membaca cerita-cerita yang lainnya !
22 Juni 2022
20 Februari 2023
KAMU SEDANG MEMBACA
Free Thought [ REVISI ]
RomanceHer. Entah sejak kapan aku mulai menyukainya. Entah sampai kapan rasa ini berada dibenakku. Aku mencintainya, tapi aku juga tahu ini tentang dosa. Ellaphyra, gadis cantik dan menggemaskan itu. Aku menyukainya, awalnya aku tidak tahu bahwa cintaku ti...
![Free Thought [ REVISI ]](https://img.wattpad.com/cover/295263009-64-k756944.jpg)