01 . Awal Bertemu

9.4K 286 1
                                        

Menulis cerita hidupnya di buku diary, menceritakan pahit hidupnya kepada orang-orang terdekat, berparas anggun dan saat tersenyum terlihat manis.

Benar sekali, dia adalah Ellaphyra. Gadis dengan senyuman cantiknya, saat dia tersenyum pasti akan menarik perhatian orang di sekitarnya.

Banyak laki-laki sudah menyatakan perasaan padanya, tetapi selalu ia tolak dengan alasan 'tidak ingin berpacaran terlebih dahulu'.

Ya mungkin itu alasan klasik untuk jaman sekarang yang di mana orang pacaran sudah dianggap normal.

Tapi jangan salah, bukan laki-laki di sekolahnya yang menyatakan perasaan padanya, tapi saat baru kenal pun begitu, di sekitar rumahnya pun begitu. Memang agak aneh, tapi semuanya bisa teratasi saat kamu memiliki wajah cantik, bukan?

Ellaphyra bersekolah di sekolah favorit, karena  jarak rumahnya terbilang lumayan dekat dari sekolahnya.

"Phyra!" dan benar sekali, Ellaphyra kerap di panggil Phyra oleh teman dekatnya maupun keluarganya. Tapi sayangnya juga, ayah kndungnya dan ibunya sudah lama berpisah saat dia masih berusia 5 tahun. Kini, ibunya sudah menikah dengan ayah tirinya yang kini bekerja diluar kota.

"Kenapa, Bia?" tanyanya dengan mengerutkan kening penasaran.

"Anter lihat murid baru yuk," Bia menarik lengan Ellaphyra dan menggandengnya.

"Mu-murid baru?"

"Heem... tepatnya sih, dia kakak kelas kita."

"Cowok?!" Ellaphyra melepaskan tangan Bia yang menggandengnya.

"Ihh bukan, dia cewek." setelah mengucapkan itu, ia seolah sedang berhalusinasi tidak karuan.

Sialnya kenapa ia berkhayal sesuai yang tidak seharusnya ia pikirkan? Terlebih itu adalah seorang perempuan.

Bia menarik lengan Ella, langkahnya semakin cepat karena murid lainnya ikutan berlari untuk mengintip kakak kelas pindahan itu.

Ella yang tidak tahu menahu apa-apa hanya tersenyum kecut melihat siswi seumuran dirinya berlari karena saking penasarannya.

Hal biasa bukan jika ada murid pindahan menjadi berita heboh satu angkatan? Tetapi kadang ada perbincangan ke kelas atas maupun bawah.

"Ah sialan."

Ella mengjinjitkan kakinya karena tubuhnya yang pendek tidak dapat melihat jelas apa yang sedang terjadi di depannya.

Dia memaksakan diri untuk maju lebih depan agar melihat ada apa di depan, tetapi karena ada desakan dari belakang, dirinya tersungkur ke depan.

Murid lain yang tadi berisik sekarang diam dan menatap ke bawah, ke arahnya jatuh. Itu memalukan.

"Phyra..." ucap Bia dengan lirih tetapi tidak berniat untuk menolong temannya.

Sebuah uluran tangan asing melayang di depan mata Ella. Ella terdiam sejenak menatap tangan itu, mulutnya mengoceh tidak jelas lalu menerima uluran tangan itu.

Saat dirinya mendongak, orang itu memang seseorsng yang asing, sedang memegang erat tangannya. Orang itu menarik lengan Ella untuk menyuruhnya bangun.

Mulutnya terbuka sembari berbentuk huruf O. Apa ini orang yang temannya ceritakan pada dirinya?

Ella yang sudah berdiri berhadapan langsung dengan perempuan tinggi di depannya, ia hanya memamerkan deretan giginya yang rata.

Nyengir tanpa merasa berdosa.

Ia menunduk dan menyadari bahwa tangannya masih di genggam oleh perempuan itu. Itu membuat dirinya begitu grogi.

Ia mendongak lagi melihat ke perempuan itu.

 Free Thought [ REVISI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang