Rades menarik pergelangan tangan Ella sampai ke kamar mandi, setelah sampai kamar mandi Rades, mengunci pintunya dari dalam.
Hal itu membuat Ella kebingungan dengan perilaku Rades. Iya, dia tahu dirinya salah karena itu juga tidak sengaja dan refleks. Tetapi, dirinya tidak tahu apa yang akan dilakukan Rades terhadapnya.
Tiba-tiba Rades membuka satu per satu kancing baju seragam nya yang membuat Ella tersentak.
Mau apa perempuan ini?
"Kak?"
Rades melirik sebentar lalu melanjutkan membuka baju hingga bajunya kini terlepas dari badannya.
Dengan sengaja ia langsung lemparkan ke Ella. Tentu dengan sigap Ella langsung menangkap baju Rades.
"Cuci."
Ella masih tidak menggubris perkataan Rades, ia masih terpaku pada ekspektasinya sekarang. Dia kira Rades hanya memakai pakaian dalam tapi ternyata tidak, Rades memakai kaos.
"Cuci?"
Rades mengangguk.
"Gimana kalau nyucinya nanti pulang sekolah aja?" tanya Ella dengan nada rendah.
Ia menoleh untuk melihat wajah Rades. Sudah jelas wajah Rades sekarang seperti kesal sekali kepada Ella.
Lidahnya keluh tidak bisa berkata-kata lagi. Ella tidak tahu mengapa ia sangat merasa bersalah sekarang.
Dengan kasar Rades merebut lagi seragamnya dari tangan Ella yang membuat tangannya tergores kasar oleh baju Rades.
Segera Ella menepiskan tangannya dan meringis kesakitan.
"Aw sakitt, Kak! Pelan-pelan dong," teriak Ella, sambil memegangi tangannya yang menjadi seperti ini. "Kasar banget! Ishh," lanjutnya.
Dan tanpa mereka ketahui diluar ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan Ella dan Rades.
Mulutnya terbuka lebar ketika Ella bilang bahwa dirinya kesakitan, gejolak hatinya menjadi sangat panas kali ini.
"Mereka lagi ngapain, sih?" gumamnya.
Pikirannya sekarang pergi kemana-mana. Memikirkan hal yang aneh-aneh tentang Ella dan Rades.
Tok tok tok
"Heh, buka dong pintunya!" teriak Angel sembari menggedor-gedor pintu kamar mandi.
Ella dan Rades yang berada di dalam terkejut dengan suara ketukan yang sangat keras dari balik pintu toilet. Sekarang keduanya saling menatap kebingungan.
Rades segera membuka kunci pintu yang ia bawa lalu membuka pintu toiletnya untuk melihat siapa yang membuat keduanya terkejut.
Setelah pintu terbuka, terlihat sosok perempuan dengan wajah yang murung memperhatikan keduanya.
Ella yang tahu Angel adalah nenek lampir sekolah, kini was-was, takut terkena masalah karena yang ia tahu Angel mengenal Rades.
Kilatan matanya sangat tajam dan berbeda saat menatap ke arah Ella. Seolah Ella adalah mangsanya. Dengan susah payah Ella menelan salivanya untuk menghilangkan ketegangan.
"Angel?" tanya Rades.
"Kamu abis ngapain di sini sama orang itu? Kamu kenapa lepas baju?" pertanyaan itu begitu menjurus kepada inti permasalahan.
"Bukan urusan lo."
"Aku itu nanya, Rades. Jawabnya jangan kayak gitu dong..." Ella mendengar nada bicara Angel yang di imut-imutkan.
Ia menjadi sedikit geli dan memilih untuk pergi meninggalkan keduanya.
Sebelum dirinya pergi Rades sudah terlebih dahulu meraih tangannya dan memberi kode untuk tidak pergi dari sini.
Itu tentu membuat Ella bingung karena takut kepada nenek lampir yang suaranya seperti toa.
Angel melihat Rades meraih tangan Ella langsung berdecak kesal dan memilih memutar bola matanya jengah.
"Minggir." Rades menyingkirkan tubuh Angel yang menghalangi jalan mereka. Tidak lupa Rades memberikan kunci kamar mandi kepada Angel untuk dikembalikan kepada penjaga sekolah.
"Ehh Rades, Rades tunggu dong Rades!" teriak Angel kembali yang sama sekali tidak dihiraukan oleh Rades.
Disisi lain Ella tersenyum menang karena Rades mengabaikan Angel, ia berusaha menyembunyikan senyumannya agar tidak ketahuan yang lain terutama Rades sendiri.
Setelah berada di koridor sekolah Rades berhenti berjalan dan melepaskan genggamannya pada Ella.
Ia memberikan kembali baju seragamnya kepada Ella untuk dicuci di rumah Ella setelah pulang sekolah.
"Inget tanggung jawab lo. Besok harus dikembaliin."
Sehabis menyampaikan itu dengan nada yang tidak enak, Rades pergi begitu saja.
Ella yang mendengar itu menekuk bibirnya ke bawah. Masalahnya besok adalah hari libur, bagaimana bisa ia mengembalikan baju seragam Rades tetapi ia tidak mengetahui rumahnya.
"Dasar cewek gila!"
____
TBC.
23 Januari 2022
KAMU SEDANG MEMBACA
Free Thought [ REVISI ]
RomanceHer. Entah sejak kapan aku mulai menyukainya. Entah sampai kapan rasa ini berada dibenakku. Aku mencintainya, tapi aku juga tahu ini tentang dosa. Ellaphyra, gadis cantik dan menggemaskan itu. Aku menyukainya, awalnya aku tidak tahu bahwa cintaku ti...
![Free Thought [ REVISI ]](https://img.wattpad.com/cover/295263009-64-k756944.jpg)