Suara langkah kaki menuju suatu tempat terdengar, tetapi di sini tidak ada orang kecuali satu orang yang sedang menidurkan kepalanya di meja tempat belajarnya di kelas.
Srett
Kursi sebelah yang kosong ia tarik untuk dirinya duduk. Dia tersenyum lalu menompang kepalanya dengan telapak tangan kanannya.
"Masih sama. Nggak ada yang berubah dari Radesku."
Orang yang merasa namanya disebut itu terbangun dari tidurnya dan ingin melihat siapa orang itu.
Rades memundurkan tubuhnya kebelakang beberapa senti untuk membuatnya berjarak dengan orang yang sedang berada dihadapannya.
"Angel?"
Angel tersenyum saat namanya Rades panggil.
"Iya?"
Perempuan yang dirinya senyumi memalingkan wajah ke arah lain. "Ngapain ke sini?"
"Ngapain ke sini? Ketemu kamu."
Rades hanya malas menanggapi hal seperti ini bersama Angel.
"Kenapa kita asing sekarang? Bukannya dulu kamu nyerahin semuanya ke aku?" lagi-lagi Angel tersenyum seperti tidak terjadi sesuatu terhadap Rades. "Aku juga masih ingin kita, kita..." ucapannya menggantung di udara, membuat rasa penasaran muncul.
Jari telunjuk kiri Angel ingin menggapai bibir Rades dan ia lanjutkan mengusapnya menggunakan ibu jari.
Mengusapnya dengan cara menggoda sembari tersenyum erotis.
"Aku masih ingat gimana rasanya ini. Kita sering k–"
Tangan Angel yang berada tepat di bibirnya dengan cepat ia tepis dan dirinya genggam erat pergelangan tangan perempuan itu.
"Stop bicarain omong kosong."
Angel tersenyum sinis lalu mengubah posisinya menjadi tegap, "omong kosong apanya?"
Rades semakin menatap tajam ke arahnya, namun itu bukan langkah gentar untuk mundur dari Angel.
"Aku paling suka tatapan itu dari kamu, kapan lagi bisa melihat tatapan Rades seperti itu, kan?"
Ia menarik lengan Angel untuk segera pergi dari kelasnya.
Sesampainya di depan kelas, ia lepas genggamannya. "Pergi ke kelas lo sekarang."
"Kenapa?"
Rades enggan untuk membalas pertanyaan Angel dan bergegas untuk kembali ke kelas meninggalkan Angel sendiri di depan kelasnya.
Angel menatap Rades penuh amarah, ia mengeratkan telapak tangannya. Giginya ia hentakkan.
Ternyata untuk mendapatkan kembali Rades adalah hal tersulit bagi dirinya di hidupnya. Sebelum pergi ia menyeringai lalu membenarkan rambutnya agar tersusun rapih kembali.
"Seberapa menarik dia bagi lo sampai lupain tentang kita?" dia mengelus tangannya sendiri sambil tersenyum sinis, lalu meninggalkan kelas Rades.
_______
TBC.
13 Juli 2023.
KAMU SEDANG MEMBACA
Free Thought [ REVISI ]
RomanceHer. Entah sejak kapan aku mulai menyukainya. Entah sampai kapan rasa ini berada dibenakku. Aku mencintainya, tapi aku juga tahu ini tentang dosa. Ellaphyra, gadis cantik dan menggemaskan itu. Aku menyukainya, awalnya aku tidak tahu bahwa cintaku ti...
![Free Thought [ REVISI ]](https://img.wattpad.com/cover/295263009-64-k756944.jpg)