30 . A Burning Heart

1.3K 57 2
                                        

(Rades POV)

Aku berjalan mengiringi koridor dengan santai, kedua tanganku aku masukkan ke dalam jaket yang biasa aku gunakan ke sekolah.

Aku terus menunduk sambil memperhatikan langkah kakiku yang semakin dekat dengan kelas Ella.

Bisa dibilang ini Dejavu.

Aku mengingat kembali bagaimana dengan dirinya, bagaimana hari-hari bersama dengannya. Sekarang semua itu hanyalah kenangan.

Seketika badanku sedikit melemas saat aku mendongak dan melihat apa yang aku lihat beberapa meter di depan.

Ella bersama dengan Bima.

Mereka terlihat romantis, bahagia, nan ceria. Aku lebih memperhatikan keduanya saat Bima dengan senyuman lebarnya itu memberikan boneka beruang warna putih kepada Ella.

Kenapa aku merasa panas? Bukankah aku yang telah memutuskan hubungan ini?

Kenapa rasanya semakin sakit saat aku menyembunyikan sesuatu karena tidak ingin Ella kepikiran dengan itu?

Aku mengepalkan tanganku dengan keras, alih-alih agar tidak meninju wajah Bima yang terlihat bahagia bersama Ella.

"Wah wah wah, udah punya pacar lagi aja itu anak," seseorang menyenggol pundakku dan sekarang ia berdiri di sampingku.

Ia melipat kedua tangannya dibawah dada. Sudah pasti dia adalah Angel.

Aku menoleh ke arahnya dengan tatapan tidak suka. Kenapa dia harus di sini, sangat tidak tepat waktu.

"Gue lihat-lihat lo kepanasan tuh. Butuh kipas?" tanyanya.

Malas menanggapi, aku segera pergi dari hadapannya. Tetapi tanganku ia raih. Dengan kesal aku membalikkan badan dan menatapnya tajam.

"Apalagi, Ngel?"

"Ella sukanya sama dia, bukan lo."

Apa-apaan ini? Aku sudah muak dengan kata-katanya yang menjerumuskanku dan aku malahan percaya kepadanya.

"Mau lo apa?"

"Balikan sama gue."

"Mau gue benci sama Ella karena dia punya yang baru, gue nggak akan pernah balikan sama lo."

"Lo kenapa, sih? Semenjak kenal Ella sikap lo berubah sama gue. Bukannya dulu lo cinta banget sama gue?"

Aku memutar mata jengah.

"Bilang aja dulu gue bodoh karena udah pernah suka sama perempuan kayak lo."

"Cinta gue buat lo, Des. Laki-laki lain nggak ada artinya buat gue." dia ingin meraih tanganku kembali tetapi aku tepis.

"Lo mainin perasaan orang tahu nggak?"

"Lo sama aja kayak yang lain."

"Emang. Udahlah, gue malas debat."

Segara mungkin aku pergi untuk menjauh dari Angel. Aku sangat malas berurusan dengannya lagi.

Tetapi aku lupa. Kenapa aku harus melewati kelas Ella yang jelas-jelas ada Ella di depan kelas bersama Bima.

Sembari menahan api yang membakar hatiku, aku berjalan cepat agar tidak dilihat oleh Ella.

Tapi hati ini tidak dapat dibendung, aku sangat merindukan Ella. Ketika beberapa meter dari Ella, aku menoleh kebelakang untuk melihatnya.

Saat aku melihat dirinya, ia juga melirik ke arahku dengan tatapan... Aku tidak tahu itu. Mungkin hanya penasaran kenapa aku melewati kelasnya atau mungkin karena aku tidak menyapanya mungkin?

Tapi, Ella.

Bisa kah kita bersama kembali?

Aku tahu dia pasti sangat kecewa bahkan mungkin sudah membenciku karena aku tidak mengatakan apa alasan aku memutuskan hubungan ini.

Ini semua salahku.

Tapi aku sangat menginginkan Ella kembali kepadaku.

Aku harap dia baik-baik saja bersama Bima.

Aku tidak habis pikir, dia pernah mengatakan tidak menyukai Bima dan bahkan membenci Bima. Tapi kenapa sekarang mereka jadian? Apa dia menjilat ludahnya sendiri? Dasar manusia.

Sebesar apapun benciku kepada Ella, tetap bisa dikalahkan oleh rasa cintaku kepada Ella.

Oke cukup sampai di sini, aku yang salah sejauh ini.

Dan untuk Ella, aku benar-benar minta maaf atas semuanya.

________
TBC.

27 Juli 2023.

 Free Thought [ REVISI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang