"Mama, kapan kita ketemu papah lagi? Aku kangen sama papah." ucap gadis kecil yang terus merengek kepada ibunya.
Sang ibu hanya tersenyum sekilas melihat putrinya sangat merindukan ayahnya.
Perlahan ia mengusap rambut lembut milik sang anak lalu ia mengecup kening putrinya dengan penuh rasa kasih sayang.
"Nanti kita ketemu papa, ya?"
Setelah mendengar itu, gadis kecil yang tadinya murung sekarang gembira dengan penuh semangat.
"YEY KETEMU PAPAHHH!"
Ibunya seperti menyembunyikan sesuatu kepada dirinya tetapi masih senang melihat anaknya yang ceria, "jangan loncat-loncat nanti jatuh, sayang."
"Aku senang bakalan ketemu papa," ia mengambil bingkai foto ayahnya yang ditaruh di atas laci kecil.
Senyuman anak kecil memang indah bukan? Tidak ada senyuman palsu yang mereka buat, bahagia. Itu yang dirasakan Angel sembari melihat foto ayahnya yang sedikit usang.
Ia berusia lima tahun sekarang.
Fotonya diusap dengan lembut tidak ingin merusak foto. Ia ingin selalu mengingat ayahnya dalam pikirannya.
Tanpa diduga ibunya sudah batuk-batuk, panik karena sang ibu terus menerus batuk. Ia sedikit mengeluarkan air matanya.
"Mama, mama kenapa mama??" tanyanya dengan khawatir.
Ibunya mencoba untuk menenangkan dirinya, "nggak..." belum sempat menyelesaikan ucapannya ia keduluan kehilangan keseimbangan dan jatuh ke bawah.
Angel yang di sana panik langsung berteriak sekeras mungkin, ia menggoyangkan tubuh ibunya namun tidak ada reaksi sekalipun.
"Mama,"
"Mamaaa bangunnn!"
"Mamaa ayo bangun,"
"Belum malemm kok bobo??"
"Mamaa..."
"Hiks, hiks..." air mata itu lolos keluar karena tidak ada jawaban dari sang ibu.
*****
Ia terbangun dari tidurnya, ia juga kelelahan saat berusaha membangunkan ibunya tetapi tidak berhasil.
Matanya melihat sekeliling.
Ada banyak orang berkumpul disana, di tengah orang banyak. Ada satu orang yang ditutupi kain. Samar-samar suara lantunan doa mulai ia dengar.
Angel berusaha bersuara dan memanggil ibunya sekali lagi, namun hasilnya nihil. Tidak ada jawaban.
Yang ada seseorang yang menghampiri dirinya dengan raut wajah sedih, dia tidak mengenali siapa orang tersebut.
Mereka sepertinya sepasang suami istri, istrinya menggunakan perhiasan di tangan dan lehernya lalu anting yang berkilau juga.
Sedangkan suaminya memakai jas hitam dan menggunakan kacamata gaya berwarna hitam. Mereka seperti orang kaya.
"Mama," satu kata lolos dari mulut Angel yang masih lemah.
"Ikut sama om dan tante ya? Mama kamu udah istirahat."
Angel tidak mengerti apa maksudnya.
Ia hanya bisa mengangguk, sebenarnya ia enggan tapi dia tidak bisa melihat dimana ibunya sekarang. Angel juga agak kesal karena sang ibu mengingkari janjinya untuk bertemu ayahnya.
Perempuan itu menggendong Angel dan membawanya keluar rumah, Angel ingat sekilas perempuan itu berkata 'sabar.'
*****
"Sekarang aku ngerti, mama nggak pernah salah."
Angel melihat batu nisan ibunya yang sudah sangat lama meninggalkan dirinya.
Sekarang usianya adalah 15 tahun, dia akan beranjak menjadi remaja dan mulai ke sekolah menengah atas.
"Bahkan sampai sekarang laki-laki itu nggak pernah nengok tempat istirahat terakhir mama." buket bunga yang dipegangnya, ia remas.
Matanya sudah tidak bisa mengeluarkan air mata, sejujurnya ia ingin menangis. Dia hanya bisa berpura pura kembali, senyum.
Ia tersenyum meninggalkan makam ibunya.
Saat akan keluar dari tempat pemakaman umum, ia tidak sengaja melihat seorang pria bersama wanita dan seorang anak perempuannya yang umurnya dibawahnya.
Seketika senyuman itu berubah menjadi lekukan bibir kebawah. Itu pria yang selama ini tidak bertanggung jawab kepada dirinya dan ibunya.
Sekarang dia malah bersenang-senang bersama keluarga barunya? Terlihat dari gestur tubuh dan mereka bertiga yang tertawa bahagia.
"Gue harap lo mati, orang bau tanah!"
Angel bilang begitu sembari melewati mereka semua.
Anaknya yang mendengar ucapan Angel membalikkan badannya untuk melihat lebih jelas wajah Angel.
"Dia kenapa?" terdengar sekilas anak itu bertanya pada diri sendiri.
"Ayo, Ella. Kenapa berhenti?" ibunya melambaikan tangan ke arah anak perempuan itu.
Angel membalikkan badannya sambil tersenyum lebar dengan tatapan datar. "Ella..."
Lalu ia tertawa terbahak-bahak mendengar nama anak itu, ia memegangi perutnya yang sakit saking senangnya dia tertawa.
"Ella, nyokap lo pelakor ya?" Angel bergumam pada diri sendiri. Ia kemudian menyisir rambutnya dengan lembut, merasakan sensasi. Ia menyukai ini.
Drett drett
Suara telepon berdering.
Angel segera mengangkat telepon tersebut.
"Halo, sayang?"
"..."
"Sebentar lagi aku sampai, tungguin ya??"
Dia senyum mendengar jawaban dari orang dibalik telepon itu.
"..."
"Tunggu aku, Radeswadana."
________
12 Agustus 2023.
jadi bagaimana tentang masalalu angel yang gak semua orang tau?
KAMU SEDANG MEMBACA
Free Thought [ REVISI ]
RomansaHer. Entah sejak kapan aku mulai menyukainya. Entah sampai kapan rasa ini berada dibenakku. Aku mencintainya, tapi aku juga tahu ini tentang dosa. Ellaphyra, gadis cantik dan menggemaskan itu. Aku menyukainya, awalnya aku tidak tahu bahwa cintaku ti...
![Free Thought [ REVISI ]](https://img.wattpad.com/cover/295263009-64-k756944.jpg)